Mengenal Kampus “Kristen Muhammadiyah” atau Krismuha, Sudah Ada 8 Kampus Lho!

Universitas Muhammadiyah Sorong. (dok.muhammadiyah)
Universitas Muhammadiyah Sorong. (dok.muhammadiyah)
Sharing for Empowerment

JAKARTA, KalderaNews.com – Ramai di TikTok, istilah kampus “Kristen Muhammadiyah” alias “Krismuha”. Ternyata sudah ada 8 kampus di Indonesia lho!

Istilah “Kristen Muhammadiyah” atau “Krismuha” muncul dari Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir.

Itu untuk menyebut kampus Muhammadiyah yang mayoritas mahasiswanya beragama Kristen dan Katolik.

BACA JUGA:

Haedar Nashir memakai istilah Krismuha saat berbicara tentang Universitas Pendidikan Muhammadiyah (Unimuda) Sorong, Papua Barat.

Meskipun dikelola Muhammadiyah, tapi 70 persen mahasiswa Unimuda Sorong beragama Kristen dan Katolik.

“70 persen mahasiswanya saudara-saudara kami, yang secara agama Kristen dan Katolik, penduduk asli Papua. Dan ini bentuk dari kampus Krismuha (Kristen Muhammadiyah),” kata Haedar.

Sementara, Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhammad Sayuti mengatakan, saat ini sudah ada 8 Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) yang masuk dalam kategori “Kampus Krismuha”.

PTM tersebut adalah:

  1. Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong
  2. Universitas Muhammadiyah Sorong
  3. Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Manokwari
  4. Universitas Muhammadiyah Papua di Jayapura
  5. Universitas Muhammadiyah Kupang
  6. STKIP Muhammadiyah Kalabahi di Alor
  7. Universitas Muhammadiyah Maumere
  8. Universitas Muhammadiyah Manado.

Hafal lagu Sang Surya

Meskipun mayoritas mahasiswa beragama Kristen dan Katolik, mereka, kata Sayuti, pun hafal “lagu kebangsaan” Muhammadiyah, Sang Surya.

Tapi, mars Muhammadiyah tersebut cukup dimaknai sebatas sebagai sebuah lagu saja, sehingga tidak mencampuradukkan urusan keimanan.

Beberapa kampus Krismuha tersebut bahkan tak jarang mendatangkan pendeta atau dosen khusus untuk memberikan kuliah agama Kristen untuk mereka.

Sayuti menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat di daerah tempat kampus-kampus Krismuha tersebut berada.

Lantaran, meski kampus Muhammadiyah berbasis Islam, namun mereka menerima kehadiran kampus-kampus Muhammadiyah, bahkan mempercayakan anak-anak mereka untuk menempuh pendidikan di kampus tersebut.

“Jujur ini sangat mengharukan bagi kami, mereka sangat terbuka menerima kehadiran kampus-kampus Muhammadiyah. Tujuan kami semata-mata untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak bangsa kita,” kata Muhammad Sayuti.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


1,258 views