
JAKARTA, KalderaNews.com – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia membuka program pendidikan dokter spesialis dan menyediakan beasiswa gratis uang pangkal.
Beasiswa ini dinamakan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Berbasis Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSP-PU).
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, program PPDS berbasis RSP-PU atau hospital based ini tidak dikenakan uang kuliah atau uang pangkal.
BACA JUGA:
- UAD Buka Beasiswa Kuliah S1 Kedokteran 2024, Cek Syarat, Tahapan, dan Jadwal Seleksinya di Sini!
- Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) 2024 Dibuka, Inilah Syarat dan Jadwal Pendaftarannya
- Ada Beasiswa Perempuan Inovasi 2024, Bisa Belajar Coding Gratis!
Mahasiswa tidak dikenakan uang pangkal
Dokter yang mendaftar program ini akan jadi tenaga kontrak dari rumah sakit, sehingga mereka juga bekerja selayaknya tenaga kerja lainnya.
Dijelaskan oleh Menkes, program PPDS ini mengkloning dari kegiatan yang dilakukan di berbagai negara, terutama di Inggris.
Inggris adalah negara berhasil mencetak lulusan dokter spesialis lima kali lipat lebih banyak dibandingkan Indonesia atau setara dengan 12 ribu dokter spesialis setiap tahunnya dari total penduduk 50 juta atau seperenam dari penduduk yang dimiliki Indonesia.
Hal tersebut terjadi selain karena sistem pendidikan di sana sudah berbasis rumah sakit, juga pendidikan dokter spesialis di Indonesia terhambat karena biaya kuliah yang mahal.
Budi menjelaskan kondisi terkini mengenai ketersediaan dokter spesialis, khususnya di rumah sakit umum daerah (RSUD).
Dikatakannya, sebanyak 50 persen RSUD belum memiliki tujuh dokter spesialis standar. Yakni dokter spesialis penyakit dalam, kandungan (obgyn), bedah, anak, anestesi, radiologi, dan patologi klinis.
Terkait dengan hal ini, pihak Kemenkes menggandeng lembaga akreditasi Accreditation Council for Graduate Medical Education Services (ACGME) Global Services.
Adapun ketentuan perekrutannya adalah, Kemenkes akan memprioritaskan dokter-dokter di Daerah Terpencil Perbatasan Kepulauan (DTPK) yang sudah bekerja di RSUD.
Mahasiswa dapat mengikuti program pendidikan ini secara gratis, akan tetapi, syaratnya etelah menyelesaikan pendidikan, mereka harus kembali ke wilayahnya masing-masing.
Pihaknya membuka kuota penerimaan peserta PPDS RSP-PU Batch 1 sebanyak 38 orang.
Puluhan dokter tersebut akan ditempatkan din enam rumah sakit milik Kemenkes yang ditunjuk menjadi percontohan untuk program studi dokter spesialis.
Daftar RS yang dituju untuk program PPDS RSP-PU
Berikut adalah daftar RS yang menjadi pilot Project PPDS RSP-PU :
- RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita untuk program studi (prodi) jantung (enam kuota),
- RS Anak dan Bunda Harapan Kita untuk prodi anak (enam kuota),
- RS Ortopedi Soeharso untuk prodi orthopaedi dan traumatologi (10 kuota),
- RS Mata Cicendo untuk prodi mata (enam kuota),
- RS Pusat Otak Nasional untuk prodi saraf (lima kuota)
- RS Kanker Dharmais untuk prodi onkologi radiasi (enam kuota)
Demikianlah informasi mengenai PPDS RSP-PU yang dibuka oleh Kemenkes yang tidak membebankan biaya uang pangkal.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnyadi Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply