
JAKARTA, KalderaNews.com – BMKG menggandeng beberapa pakar dan universitas untuk siapkan teknologi peringatan dini gempa megathrust dan tsunami.
“Sistem ini tak hanya disiapkan menghadapi tsunami megathrust, tapi juga untuk berbagai jenis tsunami lainnya,” ujar Plt.Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati.
Dwikorita menekankan, sistem peringatan dini tsunami yang dirancang berfokus pada ancaman tsunami, dengan teknologi berupa Sistem Processing Merah.
BACA JUGA:
- Tiba-tiba, Pemprov Jawa Tengah Keluarkan Edaran Antisipasi Megathrust, Bisa Picu Gempa dan Tsunami
- 13 Zona Gempa Megathrust Berhasil Diidentifikasi Peneliti BMKG, Berikut Daftar Wilayahnya
- Waspada Gempa di Megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut, Upaya Mitigasi!
Gandeng pakar dari universitas
Sebenarnya, di Indonesia telah ada sistem peringatan dini terhadap ancaman tsunami, yakni InaTEWS.
Tetapi, sistem tersebut perlu ditingkatkan kualitasnya agar memberikan informasi gempa bumi yang lebih akurat.
Nah, untuk meningkatkan kualitas sistem peringatan dini gempa megathrust dan tsunami, BMKG mengajak para paka dari universitas di Indonesia, juga dengan negara maju.
“Ke depan, kami berharap bisa lebih mandiri dalam mengembangkan teknologi mitigasi bencana, meskipun kolaborasi dengan negara maju tetap dilakukan. Kita tentu tidak ingin lagi bergantung sepenuhnya pada teknologi mereka,” ujar Dwikorita.
Peringatan dini megathrust dan mitigasi
Sistem baru yang dikembangkan ini akan diberi nama “Merah Putih”. Beberapa kampus yang akan terlibat adalah UGM, ITB, dan UI.
Processing InaTEWS Merah Putih ini diharapkan bisa membuka kreativitas dan kolaborasi dari akademisi, pemerintah, serta lembaga internasional.
Dwikorita berharap, sistem bisa menjadi alat bagi pemangku kepentingan dalam membuat upaya mitigasi yang tepat.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply