
Data Bank Dunia 2026 ungkap daftar negara paling makmur di ASEAN. Singapura di puncak, Indonesia kalah dari Vietnam!
JAKARTA, KalderaNews.com – Bank Dunia kembali merilis pemetaan tingkat kesejahteraan masyarakat di Asia Tenggara berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita tahun 2026.
Pengukuran yang menghitung pembagian total PDB dengan jumlah populasi ini memperlihatkan ketimpangan yang cukup tajam di kawasan ASEAN, di mana pendapatan warga di peringkat teratas mencapai 66 kali lipat dari urutan terbawah.
BACA JUGA:
Ketatnya dinamika ekonomi regional juga membawa kejutan di kelas menengah, di mana Indonesia kini berada di bawah bayang-bayang pertumbuhan pesat Vietnam.
Daftar Peringkat Kemakmuran Negara ASEAN 2026 (PDB per Kapita)
- Singapura — US$98.814. Kokoh di posisi puncak sebagai negara paling makmur di Asia Tenggara. Statusnya sebagai pusat finansial global serta efisiensi skala populasi mendorong PDB per kapitanya mendekati angka seratus ribu dolar AS per tahun.
- Brunei Darussalam — US$32.235. Didukung melimpahnya kekayaan minyak bumi dan gas alam cair yang dibagikan kepada populasi efisien di bawah 500 ribu jiwa.
- Malaysia — US$13.125. Memimpin kelompok negara berkembang berkat sokongan matang dari industri semikonduktor dan sektor jasa.
- Thailand — US$8.057. Disokong oleh pertumbuhan manufaktur berat seperti otomotif serta pemulihan sektor pariwisata internasional.
- Vietnam — US$5.066. Mencetak lompatan signifikan di kelas menengah berkat derasnya arus investasi asing pada manufaktur industri elektronik.
- Indonesia — US$5.060. Harus puas berada di urutan keenam. Meski memegang predikat ekonomi terbesar di ASEAN, total PDB Indonesia terbagi oleh beban populasi raksasa yang melebihi 280 juta jiwa. Kendati demikian, angka ini mengukuhkan status Indonesia dalam kelompok negara berpendapatan menengah atas (upper-middle income).
- Filipina — US$4.171. Pendapatan masyarakat setempat didorong oleh industri jasa lokal serta besarnya arus remitansi pekerja migran.
- Kamboja — US$2.872. Perekonomian warga didominasi oleh upah sektor padat karya seperti pabrik garmen dan alas kaki ekspor.
- Laos — US$2.325. Mengandalkan ekspor tenaga air, namun aliran devisanya membutuhkan waktu lambat untuk menjangkau masyarakat yang mayoritas bertani.
- Myanmar — US$1.489. Ketidakpastian politik domestik menghambat investasi asing dan menekan pendapatan riil masyarakat.
- Timor-Leste — US$1.341. Berada di posisi juru kunci, di mana ekonomi warganya sangat bergantung pada komoditas ekspor seperti kopi organik.
Mengapa Indonesia Berada di Urutan Keenam?
Meskipun nilai ekonomi secara agregat (total PDB) Indonesia merupakan yang terbesar di Asia Tenggara, indikator PDB per kapita mengukur rata-rata pendapatan yang diterima oleh setiap individu.
Dengan populasi melampaui 280 juta jiwa, kue ekonomi Indonesia terbagi secara luas. Di sisi lain, negara seperti Vietnam sukses menggenjot PDB per kapitanya lewat efisiensi industri manufaktur ekspor yang bertumbuh sangat agresif.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply