
Sebanyak 566 finalis bertanding di OSN Dikmen dan EKKA 2026, peserta terbaik berpeluang mengikuti pembinaan ke tingkat internasional.
JAKARTA, KalderaNews.com– Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tingkat Nasional Jenjang Pendidikan Menengah 2026 resmi memasuki tahap final.
Ajang yang diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tersebut berlangsung di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, pada 14–20 September 2026.
Kepala Puspresnas Kemendikdasmen Maria Veronica Irene Herdjiono mengatakan jumlah pendaftar OSN Dikmen 2026 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
BACA JUGA:
- Mendikdasmen Minta Maaf Hadiah OSN Kecil
- Buntut Hadiah OSN 2026 Kecil, Pemenang Dapat Prioritas Beasiswa LPDP
- Hadiah Juara OSN SD-SMP 2026 Turun, Ini Penjelasan Mendikdasmen
Tahun ini tercatat 297.955 peserta mendaftar, atau naik 12,33 persen dari 265.251 peserta pada 2025. Peserta OSN Dikmen 2026 berasal dari jenjang SMA, MA, SMK, MAK, dan sederajat dari berbagai wilayah Indonesia. Partisipasi juga datang dari murid Sekolah Indonesia di Luar Negeri (SILN).
“Artinya, setiap tahun tingkat persaingan OSN ini semakin tinggi. Luar biasa adik-adik sudah sampai tahap final,” tutur Irene dikutip dari keterangan resmi Kemendikdasmen, Rabu (16/9/2026).
Ada 540 Finalis OSN Dikmen 2026
Pada babak final OSN Dikmen 2026, sebanyak 540 peserta dari 28 provinsi dan satu SILN di Jepang akan berkompetisi. Mereka akan bertanding dalam sembilan bidang, yakni astronomi, biologi, ekonomi, fisika, geografi, informatika/komputer, kebumian, kimia, dan matematika.
Selain OSN Dikmen, Puspresnas tahun ini juga menyelenggarakan Ekshibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial (EKKA) 2026. Kompetisi tersebut digelar melalui kerja sama Puspresnas dengan Cakrawala University.
Sebanyak 2.317 peserta dari 37 provinsi tercatat mengikuti EKKA 2026. Dari jumlah tersebut, 26 peserta dari 10 provinsi berhasil melaju ke babak final. Jika digabungkan, terdapat 566 finalis yang mengikuti babak final OSN Dikmen dan EKKA 2026.
“Penyelenggaraan ini menjadi bagian dari perluasan ruang aktualisasi talenta murid di bidang kecerdasan artifisial,” ungkap Irene.
Finalis Berpeluang Lanjut ke Olimpiade Internasional
Kemendikdasmen menyatakan pembinaan terhadap peserta berprestasi tidak berhenti setelah mereka meraih medali. Para murid dengan capaian terbaik akan mendapat kesempatan mengikuti pembinaan lanjutan untuk mengembangkan kemampuan mereka.
“Tidak hanya medali, tidak hanya uang pembinaan, namun juga serangkaian upaya pengembangan prestasi berkelanjutan,” ucap Irene.
Melalui pembinaan tersebut, peserta dengan prestasi terbaik berpeluang diseleksi menjadi bagian dari perwakilan Indonesia pada berbagai olimpiade sains internasional.
Beberapa ajang yang menjadi tujuan pembinaan tersebut antara lain International Mathematical Olympiad (IMO), International Physics Olympiad (IPhO), dan International Olympiad in Informatics (IOI).
Target melanjutkan prestasi ke tingkat internasional juga menjadi harapan para finalis. Salah satunya Azzahra Nabilla Sofian dari SMA Negeri 10 Samarinda yang mengikuti OSN Dikmen 2026 bidang biologi.
“Semoga usaha dan kerja keras saya bisa membuahkan medali dan lanjut ke ajang internasional,” ungkapnya.
Harapan serupa disampaikan Michael Daniel, peserta EKKA OSN 2026 dari SMAS Darma Yudha, Pekanbaru, Riau. Ia berharap dapat mengikuti pelatihan nasional (pelatnas) hingga bergabung dengan tim nasional Indonesia untuk ajang International Olympiad in Artificial Intelligence (IOAI).
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnyadi Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply