Hadiah Juara OSN SD-SMP 2026 Turun, Ini Penjelasan Mendikdasmen

Menidkdasmen Abdul Mu'ti dan Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian
Menidkdasmen Abdul Mu'ti dan Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian
Sharing for Empowerment

Hadiah OSN SD-SMP 2026 menuai protes karena dinilai terlalu kecil. Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengungkapkan penyebabnya.

JAKARTA, KalderaNews.com– Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menjelaskan penyebab menurunnya nominal hadiah bagi siswa peraih medali Olimpiade Sains Nasional (OSN) jenjang SD-SMP sederajat tahun 2026.

Menurut Abdul Mu’ti, berkurangnya hadiah tersebut berkaitan dengan pemangkasan anggaran untuk Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), lembaga yang turut menangani penyelenggaraan OSN.

“Iya karena memang ada pengurangan anggaran yang signifikan untuk Puspresnas,” kata Mu’ti

BACA JUGA:

Pemerintah Cari Skema Tambahan Anggaran

Meski anggaran Puspresnas mengalami pengurangan, Abdul Mu’ti mengatakan pemerintah masih mencari kemungkinan untuk menambah anggaran lembaga tersebut. Upaya itu dilakukan agar nominal hadiah bagi para peraih medali OSN 2026 dapat ditingkatkan.

Abdul Mu’ti juga mengingatkan bahwa bentuk apresiasi bagi siswa berprestasi tidak hanya diberikan dalam bentuk uang tunai.

Para juara OSN juga berpeluang memperoleh kemudahan atau prioritas dalam mendapatkan beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

“Mereka yang juara juga dapat diprioritaskan untuk beasiswa dari LPDP yang menurut saya jauh lebih bermakna dari sebatas uang itu tentu uang penting tetapi beasiswa menurut saya jauh lebih penting dan nilainya sangat besar,” ujarnya.

Abdul Mu’ti Akui Tetap Menghargai Prestasi Siswa

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pemerintah tetap memberikan penghargaan terhadap prestasi yang diraih para peserta OSN. Namun, keterbatasan anggaran membuat nominal hadiah tahun ini belum dapat disesuaikan dengan harapan.

Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada para siswa apabila penghargaan yang diberikan belum sesuai dengan ekspektasi.

“Sehingga ini memang bukan berarti kami tidak mendukung prestasi tapi kami berusaha dengan dana yang memang sangat terbatas tetap bisa memberikan kesempatan bagi anak-anak kita untuk berprestasi untuk dapat meningkatkan kemampuannya dan mohon maaf kalau mungkin hadiahnya tidak besar bagaimana yang diharapkan,” simpulnya.

Hadiah OSN 2026 Jadi Sorotan

Sebelumnya, nominal hadiah bagi pemenang OSN jenjang SD dan SMP sederajat tahun 2026 menjadi perbincangan di media sosial.

Besaran hadiah tersebut dinilai sejumlah warganet terlalu kecil jika dibandingkan dengan perjuangan siswa dalam mengikuti kompetisi.

Puspresnas sebelumnya telah mengumumkan hasil OSN SD dan SMP sederajat 2026 secara daring pada Minggu (30/8/2026).

Berdasarkan pengumuman tersebut, peraih medali emas memperoleh hadiah uang sebesar Rp3 juta. Sementara itu, peraih medali perak mendapatkan Rp2 juta dan peraih medali perunggu memperoleh Rp1 juta.

Besaran hadiah tersebut kemudian menuai kritik dari warganet. Sejumlah komentar membandingkan nominal hadiah OSN 2026 dengan biaya yang harus dikeluarkan siswa untuk mengikuti berbagai persiapan sebelum kompetisi.

Salah satu warganet bahkan menganggap hadiah Rp3 juta untuk peraih emas belum sebanding dengan biaya belajar dan pelatihan yang telah dikeluarkan.

“Ga ada otaknya yang ngasih uang 3 juta buat anak berprestasi, padahal udah lelah susah belajar, les sana sini, nguras energi dan mental. Buat les mereka aja ga tertutupi, les buat belajar biasa aja udah hampir 10jt apalagi OSN. Saya ga terima anak menyelesaikan diperlakukan gini. Saya tutut sampai di akhirat dosanya ini!,” tulis akun @nazwashofia4008.

Komentar serupa juga disampaikan warganet lain yang menilai nominal hadiah tersebut bahkan belum cukup untuk menutup biaya les.

“Weehhh,.. emas 3 JT, perunggu 1jt.. buat biaya les nya aja gak nutup… Ini katanya ajang paling bergengsi se-Indonesia yg diadakan pemerintah… Malu2in,” tulis akun @chaushauley.

Ada pula warganet yang membandingkan hadiah tahun ini dengan nominal pada OSN tahun sebelumnya.

“Kocak uang pelatihan kabupaten wakakak. Jauh banget dri tahun kemaren 15 juta untuk yang emas,” tulis @lightsaber2777.

Sementara itu, akun @ceritadhera7951 meminta pemerintah tetap menjaga penghargaan terhadap siswa yang telah berjuang dalam ajang tersebut.

“Kembalikan marwah dan apresiasi utk OSN SD dan SMP, jangan buat sedih anak anak yang berjuang dg segenap kemampuan dg apresiasi yg minim dan pelaksanaan online begini,” tulis akun tersebut.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


52 views