
Karhutla Indonesia picu kabut asap hingga Singapura & Malaysia. Kualitas udara memburuk, warga diminta waspada.
KUALA LUMPUR, KalderaNews.com – Krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali memicu ketegangan lingkungan regional.
Asap pekat yang berasal dari titik api di Sumatra dan Kalimantan kini merambah negara-negara tetangga di kawasan ASEAN, memicu lonjakan Indeks Pencemaran Udara dan protes publik internasional.
Kualitas Udara Singapura dan Malaysia Memburuk
Dampak karhutla lintas batas (transboundary haze) dirasakan signifikan di Singapura. Pada Sabtu (5/9/2026), National Environment Agency (NEA) mencatat 24-hour Pollutant Standards Index (PSI) di wilayah tengah menyentuh angka 114—masuk dalam kategori tidak sehat (rentang 101–200).
BACA JUGA:
- Viral Gubernur Kalbar Bentak Mahasiswa saat Dikritik soal Karhutla
- Imbas Asap Karhutla, Warga Malaysia Demo di KBRI, Netizen Beri Dukungan
- Ini Dampak Karhutla yang Jarang Terlintas di Pikiran Kita
Polutan utama PM2.5, PM10, dan gas berbahaya lainnya terdorong angin tenggara dari Sumatra dan Kalimantan, sehingga NEA menerbitkan peringatan harian dan mengimbau warga membatasi aktivitas luar ruangan.
Kondisi lebih parah terjadi di Malaysia. Pemerintah setempat telah menetapkan status darurat asap di Serian, Sarawak, setelah Air Pollution Index (API) melonjak ekstrem ke angka 519.
Penurunan kualitas udara ekstrem ini memicu aksi demonstrasi dari kelompok aktivis Greenpeace Malaysia dan Himpunan Advokasi Rakyat (RA) di depan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur.
Mereka mendesak transparansi data konsesi lahan guna menindak tegas perusahaan yang bertanggung jawab.
Respon Diplomasi dan Mekanisme ASEAN
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) menegaskan komitmen penanganan karhutla secara intensif di dalam negeri sekaligus memperkuat jalur diplomasi.
Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl, menyatakan bahwa koordinasi terus berjalan melalui skema ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution (AATHP).
Mekanisme ini dimanfaatkan untuk penanganan bersama serta mitigasi dampak cuaca ekstrem berbasis mitigasi regional.
Kondisi Darurat di Kalimantan Selatan
Di dalam negeri, pemadaman berlangsung sengit di berbagai titik krisis. Di Kalimantan Selatan, kebakaran hebat meluas hingga ke Hutan Lindung Liang Anggang dan area ring 1 Bandara Internasional Syamsudin Noor.
- Skala Kebakaran: BPBD Kalsel mencatat 2.332 kejadian karhutla sejak Januari hingga September 2026, membumihanguskan lebih dari 12.339 hektare lahan.
- Kondisi Lapangan: Pemadaman lahan gambut dengan kedalaman 3–10 meter menemui kendala besar karena sumber air yang terbatas. Ratusan personel bersama unit helikopter water bombing dikerahkan untuk memblokir pergerakan api.
- Kualitas Udara Lokal: Konsentrasi PM2.5 di Kalsel menyentuh angka 164,9 µg/m³ (kategori sangat tidak sehat), menyebabkan gangguan jarak pandang dan bau menyengat di kawasan Banjarbaru hingga Kabupaten Banjar.
Dampak Kesehatan dan Korban Jiwa
Dampak krisis ekologi ini memukul langsung masyarakat di garis depan:
- Layanan Pendidikan Terganggu: Sejumlah sekolah TK dan SD di Kalimantan Selatan meliburkan kegiatan tatap muka hingga 2 minggu atau beralih ke pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat jarak pandang yang runtuh hingga tinggal 2 meter.
- Lonjakan Kasus ISPA: Warga lokal, terutama anak-anak dan balita, dilaporkan mengalami peningkatkan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Di Puruk Cahu, Murung Raya (Kalteng), tercatat lebih dari 700 warga mengakses layanan kesehatan dengan gejala ISPA.
- Gugurnya Relawan: Dalam misi operasi pemadaman di Kalimantan Tengah, Ketua Tim Serbu Api Kelurahan Palangka, Akhmad Rijani, dilaporkan gugur saat berjuang memadamkan api di lapangan pada akhir Agustus.
Upaya penyekatan dan pendinginan lahan gambut terus dipacu oleh BNPB bersama tim gabungan, sembari mengandalkan potensi curah hujan untuk memadamkan bara api di bawah permukaan tanah secara total.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnyadi Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply