Viral Gubernur Kalbar Bentak Mahasiswa saat Dikritik soal Karhutla

Video Gubernur Kalbar Ria Norsan membentak mahasiswa viral
Sharing for Empowerment

Ria Norsan terekam membentak mahasiswa saat menerima keluhan terkait karhutla. Momen tersebut kemudian viral di media sosial.

PONTIANAK, KalderaNews.com– Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menjadi sorotan setelah video dirinya terlibat perdebatan dengan sejumlah mahasiswa beredar di media sosial.

Dalam video tersebut, Ria Norsan terlihat membentak seorang mahasiswa yang menyampaikan keluhan mengenai persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tengah terjadi.

Video itu salah satunya diunggah oleh akun X @satirnesia pada 4 September 2026. Unggahan tersebut disertai dengan caption:

“pejabat nih beneran gak bisa nahan emosi ya anj… ini gubernur kalimantan barat tiba-tiba ngebentak mahasiswa yang lagi mengeluhkan soal kebakaran hutan.

🧔: saya belum liat mahasiswa turun di lapangan.

🧒🏻: kata siapa pak, relawan itu kebanyakan mahasiswa.

🧒🏻: bapak kurang liat media sosial sih, kurang update.

🧒🏻: malah kami tidak senang presiden datang foto-foto, lalu pulang tidak ada hasil.

🧔: ARGH

😡 lu tuh jobdesknya melayani publik, bukan ngebentak-bentak ya.”

BACA JUGA:

Ria Norsan Sebut Harus Bagikan Air

Video berdurasi 1 menit 39 detik tersebut memperlihatkan pertemuan antara mahasiswa dan Gubernur Kalimantan Barat. Dalam pertemuan itu, mahasiswa menyampaikan sejumlah keluhan terkait penanganan karhutla.

Dalam perdebatan tersebut, Ria Norsan mengatakan dirinya tidak dapat berbicara terlalu lama dengan mahasiswa karena harus segera membagikan air kepada masyarakat.

“Saya gak bisa lama-lama, saya harus bagikan air dulu. Kau nyebut air tadi, nah orang sudah tunggu disana,” ujarnya.

Pernyataan tersebut kemudian mendapat respons dari mahasiswa. Salah seorang mahasiswa mempertanyakan alasan Ria harus turun langsung membagikan air kepada masyarakat.

Mahasiswa tersebut menilai pembagian air seharusnya dapat dilakukan oleh bawahan atau perangkat pemerintah lainnya.

Menurutnya, Ria sebagai gubernur dapat memberikan instruksi kepada bawahannya untuk menjalankan tugas tersebut.

Perdebatan kemudian berlanjut. Mahasiswa bahkan menduga kegiatan pembagian air tersebut hanya menjadi bagian dari seremoni pemerintah.

Namun, Ria Norsan membantah anggapan tersebut. Ia menjelaskan bahwa pemerintah tetap melakukan koordinasi sekaligus turun langsung untuk membantu masyarakat.

“Kita koordinasi, kami juga pernah jadi mahasiswa. Kita ngomong inteleklah,” paparnya.

Sikap Ria Norsan Tuai Sorotan Warganet

Video perdebatan antara Ria Norsan dan mahasiswa tersebut kemudian memunculkan beragam reaksi di media sosial. Sejumlah warganet mengkritik sikap Ria Norsan yang dinilai tidak seharusnya membentak mahasiswa ketika menerima kritik terkait persoalan karhutla.

Salah satu komentar bahkan menilai mahasiswa justru seperti diarahkan untuk bertanggung jawab terhadap persoalan yang semestinya menjadi tugas pemerintah.

“KOCAK, KENAPA JADI MAHASISWA YANG LU GASLIGHT SEOLAH OLAH MADAMIN API ITU KEWAJIBAN MEREKA. ITU KEWAJIBAN LU, GUBERNUR TOLOLLL..”

Komentar lainnya mempertanyakan lambannya pemerintah dalam menangani persoalan karhutla yang terjadi.

“apa susahnya sih bertindak? i mean lu pada pejabat nunggu apa kok lelet banget penanganannya?”

Ada pula warganet yang menyoroti gestur Ria Norsan ketika berhadapan dengan mahasiswa. Warganet tersebut menilai sikap sang gubernur terlihat emosional.

“arogan bgt bjir, selain ngebentak, liat aja itu tangannya, udah dalam posisi mau mukul mahasiswa. selain sumbu pendek, kayaknya dia ringan tangan jg. padahal kalo disituasi begitu apa susahnya minta maaf, terima ajalah anjir sesuai kondisinya, gausah banyak alesan begitu.”

Sementara itu, komentar lain menyoroti pernyataan Ria Norsan dalam video yang dianggap tidak pantas disampaikan oleh seorang pejabat ketika menghadapi kritik.

“(Itu kata kamu, bukan kata saya) sangat tidak pantas untuk di ucapkan se level gubernur, jika pejabat paham fungsi kritik, ga akan bicara seperti itu padahal kritik itu hadiah gratis utk berbenah”

Peristiwa tersebut membuat penanganan karhutla di Kalimantan Barat kembali menjadi perhatian publik. Video perdebatan antara gubernur dan mahasiswa juga memunculkan diskusi mengenai cara pejabat daerah merespons kritik masyarakat, khususnya terkait persoalan lingkungan dan penanganan bencana.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnyadi Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


43 views