Rilis Hasil PISA 2025: Singapura Teratas, Indonesia Peringkat 6 ASEAN

The Panel Discussion "Fostering EU-ASEAN Collaboration: Empowering Future Leaders through Education and Industry Partnerships in Southeast Asia" in Jakarta on Wednesday, July 17 2024
The Panel Discussion "Fostering EU-ASEAN Collaboration: Empowering Future Leaders through Education and Industry Partnerships in Southeast Asia" in Jakarta on Wednesday, July 17 2024 (KalderaNews/JS de Britto)
Sharing for Empowerment

Hasil PISA 2025 rilis! Singapura memimpin di ASEAN, sementara Indonesia berada di posisi 6 dari 8 negara. Cek rinciannya!

JAKARTA, KalderaNews.com – Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) resmi mempublikasikan hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2025.

Asesmen ini mengukur kemampuan akademis siswa usia 15 tahun pada variabel utama: Sains, Matematika, dan Membaca, serta variabel baru Computational Problem Solving (CPS).

BACA JUGA:

Di kawasan ASEAN, terdapat 8 negara yang berpartisipasi (minus Laos, Myanmar, dan Timor Leste). Berdasarkan perangkingan skor Sains, Singapura memimpin jauh di tingkat regional, sementara Indonesia menempati urutan keenam.

Peringkat dan Skor PISA 2025 Negara ASEAN

Berikut adalah daftar capaian skor PISA 2025 di 8 negara ASEAN dari yang tertinggi hingga terendah:

  • Singapura: Sains 560 | Matematika 563 | Membaca 535 | CPS 563Catatan: Peringkat dua dunia secara keseluruhan setelah China, meski menghadapi tantangan kekurangan tenaga pengajar (37% sekolah terdampak).
  • Vietnam: Sains 457 | Matematika 443 | Membaca 392 | CPS 461Catatan: Pertama kali beralih ke tes berbasis komputer, di mana 59% siswa tercatat belum mencapai level dasar membaca.
  • Brunei Darussalam: Sains 439 | Matematika 435 | Membaca 426 | CPS 496Catatan: Menunjukkan perbaikan tren signifikan pada variabel Sains dan Membaca dibanding edisi 2018.
  • Thailand: Sains 432 | Matematika 407 | Membaca 392 | CPS 476Catatan: Berhasil membalikkan penurunan dari edisi 2022 di seluruh komponen penilaian.
  • Malaysia: Sains 419 | Matematika 397 | Membaca 393 | CPS 484Catatan: Mengalami penurunan Matematika sebesar 11 poin; 56% siswa memanfaatkan AI untuk tugas sekolah.
  • Indonesia: Sains 389 | Matematika 364 | Membaca 365 | CPS 427Catatan: Skor relatif stabil dari 2022 (Sains +6, Membaca +7, Matematika -2). Kesenjangan skor dengan Malaysia makin menyempit.
  • Kamboja: Sains 382 | Matematika 366 | Membaca 347 | CPS (N/A)Catatan: Menunjukkan kenaikan performa di seluruh variabel dibanding 2022 seiring meningkatnya partisipasi pendidikan menengah.
  • Filipina: Sains 373 | Matematika 371 | Membaca 367 | CPS 434Catatan: Mencatatkan pertumbuhan positif berturut-turut pada 2018, 2022, dan 2025.

Evaluasi Posisi Indonesia

Capaian skor Indonesia mewakili sekitar 3,99 juta siswa usia 15 tahun dari 419 sekolah sampel. Meskipun capaian keseluruhan masih di bawah edisi 2015, tren positif terlihat pada penurunan kesenjangan skor secara signifikan dengan Malaysia di ketiga domain utama.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnyadi Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


40 views