
SURABAYA,KalderaNews.com – Usai viral dengan karangan bunganya yang satire kepada presiden terpilih, pengurus BEM FISIP Unair Surabaya mendapat ancaman teror.
Sebagian pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair) mendapat ancaman hingga teror di media sosial dan pesan WhatsApp.
Presiden BEM FISIP Unair, Tuffahati Ulayyah, membenarkan bahwa pihaknya berencana melakukan langkah hukum terhadap kejadian ini.
BACA JUGA:
- Akhirnya! Dekanat Resmi Cabut Surat Pembekuan BEM FISIP Unair, Gegara Ditelpon Menteri Ya?
- Mendiktisainstek Cabut Surat Pembekuan BEM FISIP Unair, Buntut Karangan Bunga Satire
- Kirim Karangan Bunga Satire untuk Presiden Prabowo dan Wakilnya, BEM FISIP Unair Dibekukan
Saat ini, dia tengah mengumpulkan bukti-bukti serangan kepada BEM FISIP Unair maupun pengurusnya secara personal.
“Sedang kami inventarisir karena bullying juga masih berlangsung di Instagram dan TikTok,” ungkap Tuffa.
Pengurus BEM dapat ancaman dan teror di WhatsApp hingga sosial media
Sebagai informasi, teror dan ancaman menimpa BEM FISIP Unair sejak Sabtu, 25 Oktober 2024 malam.
Teror itu berupa pesan singkat, telepon, dan video call nomor tak dikenal di aplikasi WhatsApp. Selain itu, akun Instagram pribadi dan BEM FISIP Unair juga mendapat banyak direct message dari akun-akun yang diduga buzzer.
Menurut Tuffa, pesan-pesan itu menyampaikan kalimat yang serupa seperti menglorifikasi program mantan Presiden Jokowi yang bagus dan berisi kalimat ancaman.
“Narasi yang dibawakan kurang lebihnya sama, misalnya mengatakan bahwa Jokowi itu baik dan Jokowi berhasil membuat program-program. Ada juga yang mengancam,” jelas Tuffa.
Bukan hanya itu saja, Tuffa bahkan sempat dimasukkan ke grup oleh orang tak dikenal.
“Sempat juga dimasukkan ke grup yang namanya Penghujat. Tapi saya langsung keluar,” ucap Tuffa.
Tuffa menjelaskan bahwa teror lewat telepon dan pesan pribadi kini sudah tidak ada lagi. Namun, dia masih banyak menerima pesan di media sosial miliknya dan BEM FISIP Unair.
LBH Surabaya siap beri pendampingan hukum pada BEM FISIP Unair
Terkait dengan hal ini, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya menyatakan bersedia untuk memberi pendampingan hukum kepada BEM FISIP Unair.
Advokat LBH Surabaya, Habibus Shalihin, mengatakan serangan personal yang menimpa BEM FISIP Unair dikategorikan sebagai perundungan.
Ia menilai, masyarakat tidak seharusnya melakukan perundungan kepada kelompok yang menyuarakan kepentingan publik.
“Saya dengar ada pengurus yang sampai takut ke kampus karena diancam lewat medsos. Ini sudah teror,” ucap Habibus.
Dikarenakan sebagian pengurus BEM FISIP Unair telah mendapat serangan secara personal, maka dengan tegas Habibus siap mendampingi di jalur hukum.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply