Hari Ini, BEM Unair Gelar Demo, Bawa 16 Tuntutan untuk Pemerintah

ribuan mahasiswa Jatim gelar demonstrasi
Ribuan mahasiswa Jatim gelar demonstrasi
Sharing for Empowerment

BEM Unair bersama Aliansi Mahasiswa Unair menggelar aksi di Grahadi Surabaya dengan membawa 16 tuntutan. Apa saja?

SURABAYA, KalderaNews.com– Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Airlangga (Unair) bersama Aliansi Mahasiswa Unair dijadwalkan menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Rabu (17/6/2026).

Aksi yang dimulai pukul 14.00 WIB tersebut akan membawa sebanyak 16 tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah.

Presiden BEM Unair, M Rizqi Senja Virawan, mengungkapkan bahwa sekitar 400 hingga 500 mahasiswa Unair diperkirakan akan ikut serta dalam demonstrasi tersebut.

Selain itu, pihaknya juga membuka kesempatan bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi lain untuk bergabung.

BACA JUGA:

Ada 500 mahasiswa diperkirakan ikut aksi demonstrasi

“Insyaallah nanti ada 400 sampai 500 yang akan datang dari teman-teman Unair. Cuma nanti barangkali ada kampus lain yang akan bergabung juga, kami sangat terbuka,” kata Rizqi, Selasa (16/6/2026).

Menurut Rizqi, aksi tersebut digelar sebagai bentuk kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai kurang efektif dan berpotensi membebani keuangan negara. Dari total 16 tuntutan yang telah disusun, terdapat beberapa poin yang menjadi fokus utama mahasiswa.

“Untuk tuntutan kami itu sebetulnya ada 16. Cuma kalau untuk tuntutan utamanya itu adalah hentikan program Makan Bergizi Gratis sama Koperasi Desa Merah Putih. Lalu ada cabut Undang-undang Polri dan Undang-undang TNI. Itu yang menjadi tuntutan paling utama,” kata Rizqi, Selasa (16/6/2026).

Desak percepatan pembahasan serta pengesahan RUU Perampasan Aset

Selain menyoroti program MBG dan KDMP, mahasiswa juga mendesak percepatan pembahasan serta pengesahan RUU Perampasan Aset dan RUU Masyarakat Adat.

Mereka juga menyuarakan penolakan terhadap militerisme serta meminta agar fungsi militer dikembalikan pada tugas pertahanan negara sesuai prinsip supremasi sipil.

Tak hanya itu, mahasiswa turut menuntut penghentian tindakan represif terhadap masyarakat sipil, pembebasan tahanan politik tanpa syarat, peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik dan tenaga kesehatan, hingga perlindungan terhadap kebebasan pers.

“Menuntut permintaan maaf kepada rakyat serta evaluasi total terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran,” ucapnya.

Rizqi menjelaskan bahwa pemilihan Gedung Grahadi sebagai lokasi demonstrasi bukan semata-mata untuk bertemu pejabat pemerintah.

Menurutnya, aksi tersebut juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kondisi sosial, politik, dan ekonomi yang sedang terjadi.

“Kami memang tidak mengincar bahwa nanti akan ada pejabat yang turun untuk menandatangani apapun itu di Grahadi. Tapi kami mengincar bahwasanya nanti masyarakat Surabaya akan tahu dan akan lebih sadar bahwasanya negara hari ini itu sedang tidak baik-baik saja, dan nanti akan berimbas kepada masyarakat kecil,” pungkasnya.

Isi 16 tuntutan mahasiswa Unair

Berikut 16 tuntutan yang dibawa BEM Unair dalam aksi tersebut:

  1. Menuntut penguatan integritas dan independensi KPK.
  2. Mendesak percepatan pembahasan dan pengesahan RUU Perampasan Aset serta RUU Masyarakat Adat.
  3. Menolak militerisme dan mendesak pengembalian militer pada fungsi pertahanan negara sesuai prinsip supremasi sipil.
  4. Menghentikan budaya antikritik dan menjamin kebebasan berekspresi dalam kehidupan demokrasi.
  5. Mengusut tuntas dugaan korupsi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang melibatkan pejabat pemerintahan.
  6. Mengusut tuntas kasus penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP) palsu yang melibatkan Kementerian ESDM.
  7. Menghentikan proyek-proyek ekstraktif yang merusak ruang hidup masyarakat serta memulihkan ekosistem yang telah mengalami kerusakan.
  8. Menghentikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
  9. Menuntut permintaan maaf kepada rakyat serta evaluasi total terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran.
  10. Membebaskan seluruh tahanan politik tanpa syarat.
  11. Mengembalikan independensi Bank Indonesia dengan mengutamakan kompetensi dan keahlian moneter dalam struktur kepemimpinannya.
  12. Menghentikan segala bentuk tindakan represif aparat terhadap masyarakat sipil.
  13. Menjamin kesejahteraan tenaga pendidik, tenaga kependidikan, serta tenaga kesehatan.
  14. Menuntut pemerataan akses dan fasilitas kesehatan serta pendidikan, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
  15. Menghentikan praktik eksploitasi buruh serta segala bentuk diskriminasi gender di dunia kerja.
  16. Menghentikan segala bentuk represivitas terhadap pers dan menjamin kebebasan pers sebagai pilar demokrasi.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*