Viral Video Bullying di Bali, Siswa Ditendang dan Dipukul 6 Temannya

: Cuplikan video yang viral di media sosial memperlihatkan seorang siswa SMP menjadi korban perundungan oleh sejumlah teman sebayanya di kawasan Jimbaran, Badung. (Dok. tangkapan layar akun Instagram @semeton_badung)
Sharing for Empowerment

Video perundungan terhadap siswa SMP berusia 13 tahun di Jimbaran, Bali, viral di media sosial. Korban dipukul oleh enam teman sebayanya.

JIMBARAN, KalderaNews.com–Sebuah video yang memperlihatkan aksi perundungan terhadap seorang siswa sekolah menengah pertama (SMP) di Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali, menjadi viral di media sosial.

Dalam rekaman yang beredar, korban tampak mendapat perlakuan kasar dari sejumlah remaja yang merupakan teman sebayanya.

Korban diketahui berinisial IGDA (13). Sementara enam anak yang diduga terlibat dalam aksi perundungan tersebut masing-masing berinisial HA (14), IPTAP (14), KGDP (14), IGPM (13), AB (15), dan IKJAP (13).

BACA JUGA:

Peristiwa terjadi di awal Juni, namun video viral belakangan ini

Dalam video yang beredar, IGDA terlihat menerima berbagai tindakan kekerasan fisik. Ia ditendang hingga terjatuh ke tanah, dipukul bertubi-tubi layaknya samsak tinju, serta didorong oleh para pelaku.

Meski menjadi sasaran kekerasan, korban tidak tampak memberikan perlawanan dan hanya berusaha melindungi diri dengan mengangkat kedua tangannya.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 11.00 Wita. Namun, rekaman video kejadian tersebut baru diunggah ke media sosial dan menjadi viral beberapa hari kemudian, tepatnya pada Kamis (11/6/2026).

Menyusul viralnya video tersebut, Polsek Kuta Selatan bersama tokoh masyarakat dan Bendesa Adat Jimbaran memfasilitasi pertemuan antara keluarga korban dan pihak terduga pelaku. Mediasi dilaksanakan pada Minggu (14/6/2026) pukul 18.00 Wita di kediaman Jro Bendesa Adat Jimbaran.

Sudah diselesaikan dengan damai

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, menjelaskan bahwa persoalan tersebut telah diselesaikan melalui jalur kekeluargaan dengan dibuatkan surat pernyataan dari kedua belah pihak.

“Sudah diselesaikan secara kekeluargaan dengan membuat surat pernyataan. Orang tua korban menganggap kejadian ini sudah terselesaikan dan berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” ujarnya.

Dalam proses mediasi, keluarga korban menyampaikan harapan agar insiden serupa tidak kembali terjadi. Mereka menilai tindakan yang dilakukan para pelaku tidak dapat dianggap sebagai candaan biasa, terlebih karena korban dan para terduga pelaku masih tinggal dalam lingkungan desa dan banjar yang sama.

Sementara itu, perwakilan orang tua para terduga pelaku menyampaikan permohonan maaf kepada korban beserta keluarganya.

Mereka juga meminta anak-anak yang terlibat untuk meminta maaf secara langsung dan menjalin hubungan yang kembali harmonis dengan korban agar kehidupan sosial di lingkungan mereka tetap terjaga dengan baik.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*