
The Path To Financial Freedom, EduFulus – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa para bandar judi online (judol) kini menggunakan taktik licik untuk memanipulasi metode pembayaran, termasuk dengan memanfaatkan cryptocurrency.
Kapolri menjelaskan bahwa para pelaku judi online terus mengubah strategi mereka, yang sebelumnya beroperasi di dalam negeri kini bergeser ke luar negeri.
Mereka juga mulai meninggalkan pembayaran menggunakan rekening bank, beralih ke sistem yang lebih canggih, seperti payment gateway, dan kini menggunakan kripto sebagai alat transaksi.
SIMAK JUGA: Waspada! Marak Judi Online Gunakan Aset Kripto, Langkah Konkret PPATK Diragukan DPR
Selain itu, ia menambahkan bahwa para bandar judi online juga menurunkan tarif pembayaran untuk menarik lebih banyak pengguna, termasuk anak-anak.
Sebagai contoh, sebelumnya tarif judi bisa mencapai Rp100 ribu, namun sekarang bisa serendah Rp10 ribu, yang membuat kalangan remaja pun rentan terjerumus dalam perjudian online.
Ia pun menegaskan bahwa pemberantasan judi online merupakan salah satu tugas utama yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto kepada Polri.
Polri, lanjutnya, akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak terkait untuk mencegah dan menindak praktik judi online, yang juga berdampak pada masalah sosial lainnya, termasuk kebocoran keuangan negara.
SIMAK JUGA: Kenali Karakter Investasi ilegal, Mulai Skema Ponzi Hingga Duplikasi Izin OJK
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus lainnya di Google News. Dus, jika Anda ingin bekerjasama dengan kanal EduFulus, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply