
JAKARTA, KalderaNews.com – Akhirnya, UNESCO menyetujui Reog Ponorogo masuk dalam Daftar Warisan Budaya Takbenda Dunia di Sidang ke-19 yang digelar di Paraguay.
Sidang ke-19 Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage menyetujui usulan Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan untuk memasukkan Reog Ponorogo sebagai Intangible Cultural Heritage yang diakui oleh UNESCO.
Reog Ponorogo pun resmi menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTb) dari Indonesia ke-14 yang diinskripsi ke dalam daftar WBTb UNESCO.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon menyatakan keputusan Reog Ponorogo sebagai Intangible Cultural Heritage oleh UNESCO menjadi momen penting bagi Indonesia.
BACA JUGA:
- Selangkah Lagi, Kebaya Indonesia Diakui UNESCO Jadi Warisan Budaya Tak Benda Dunia
- Siap-siap! UNESCO Bakal Luncurkan Beasiswa Pertukaran Pelajar bagi Pelajar Indonesia
- 4 Perempuan Peneliti Indonesia Raih Penghargaan L’Oréal-UNESCO FWIS 2024
“Masuknya Reog Ponorogo sebagai sebuah representasi kekayaan warisan budaya Indonesia, yang memadukan keberanian, solidaritas, dan keindahan tradisi lokal ke dalam daftar WBTb UNESCO merupakan kebanggaan sekaligus pengingat tanggung jawab kolektif kita untuk menjaga dan mewariskannya kepada generasi mendatang,” ujar Fadli.
Tentang Reog Ponorogo
Reog Ponorogo merupakan seni pertunjukan yang berasal dari Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Seni ini menggambarkan keberanian, solidaritas, dan dedikasi yang sudah menjadi identitas masyarakat Ponorogo selama berabad-abad.
Reog pun simbol dari gotong royong, yang tercermin dalam proses kreatifnya, mulai dari pembuatan topeng hingga kolaborasi antara seniman, pengrajin, dan komunitas lokal.
Reog Ponorogo jangan sampai punah!
Menteri Fadli Zon menyoroti tantangan pelestarian seni tradisional di era modern.
Ia menegaskan, pengakuan internasional atas kekayaan budaya Indonesia adalah seruan untuk melestarikannya di tengah tantangan globalisasi dan modernisasi.
“Reog Ponorogo jangan sampai punah! Dan harus dihidupkan kembali ekosistemnya,” ujar Menteri Fadli.
Kini, Pemerintah Indonesia bersama komunitas lokal sudah melakukan berbagai upaya melestarikan Reog Ponorogo, mulai dari mendokumentasikan, mempromosikan, sampai mengintegrasikannya ke dalam pendidikan formal, informal, dan nonformal.
Selain itu, pemerintah pun terus memberdayakan komunitas seni sebagai penjaga utama warisan budaya.
Menteri Fadli Zon juga mengajak generasi muda agar terus mengenal, mencintai, dan melestarikan Reog Ponorogo supaya nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya tetap hidup dan dapat diwariskan ke generasi berikutnya.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply