JAKARTA, KalderaNews.com- Kisi-kisi materi UTBK-SNBT 2025 bisa kamu simak dan pelajari di sini! Pastikan kamu tidak salah materi belajar, ya! Yuk, cek sekarang!
UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer) adalah salah satu tahapan yang harus dilakukan oleh calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke kampus negeri impian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama untuk meraih skor terbaik. Oleh karena itu, memahami kisi-kisi UTBK 2025 yang akan diujikan sangatlah penting bagi calon mahasiswa.
Sebagai calon mahasiswa, kamu perlu mengetahui kisi-kisi materi UTBK yang akan diujikan agar dapat mempersiapkan strategi belajar yang tepat.
BACA JUGA:
- Pendaftaran KIP Kuliah UTBK SNBT 2025 Resmi Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Cara Registrasinya di Sini!
- Registrasi Dimulai 11 Maret, Begini Cara Daftar UTBK SNBT 2025
- Link Latihan Soal UTBK SNBT 2025 Kemendikdasmen dan Cara Mengerjakannya, Simak di Sini!
Kisi-kisi UTBK 2025 berikut ini terdiri dari dua komponen besar, yaitu Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Literasi. Inilah kisi-kisinya:
A. Materi Tes Potensi Skolastik
Tes Potensi Skolastik (TPS) adalah tes yang menguji kemampuan berpikir siswa, yaitu kemampuan memahami dan bernalar di perguruan tinggi. Di UTBK tahun – tahun sebelumnya, TPS sudah pernah diujikan.
Tes Potensi Skolastik terdiri dari 4 komponen/subtes, yaitu Penalaran Umum, Pemahaman Bacaan dan Menulis, Pengetahuan dan Pemahaman Umum, serta Pengetahuan Kuantitatif. Khusus subtes Penalaran Umum terdiri dari tiga sub-komponen, yakni penalaran induktif, penalaran deduktif, dan penalaran kuantitatif.
1. Penalaran Umum (30 soal, 30 menit)
Tes ini bertujuan untuk menilai kemampuan calon mahasiswa dalam menyelesaikan permasalahan baru dan bernalar secara abstrak.
Penalaran abstrak merujuk pada kemampuan memahami analogi serta mengambil keputusan berdasarkan informasi yang terbatas.
Tes Penalaran Umum terbagi menjadi tiga bagian utama:
a. Penalaran Induktif (10 soal, 10 menit)
Kemampuan ini berkaitan dengan mengamati berbagai fakta atau peristiwa untuk menemukan pola atau prinsip yang mendasarinya. Materi yang diujikan mencakup:
Hubungan Sebab Akibat
Kesesuaian Pernyataan
b. Penalaran Deduktif (10 soal, 10 menit)
Tes ini mengukur keterampilan bernalar secara logis dengan menggunakan prinsip atau premis yang telah diketahui sebelumnya. Materi yang diuji meliputi:
Penalaran Analitik
Simpulan Logis
c. Penalaran Kuantitatif (10 soal, 10 menit)
Bagian ini menguji kemampuan berpikir dengan menggunakan konsep dasar matematika untuk menyelesaikan persoalan. Kisi-kisi soalnya mencakup:
Perbandingan Kuantitas
Hubungan Matematika Sederhana
Operasi Aritmatika Dasar (penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian)
2. Pengetahuan & Pemahaman Umum (20 soal, 15 menit)
Tes ini mengukur kemampuan calon mahasiswa dalam memahami serta menyampaikan informasi yang dianggap penting dalam lingkungan budaya Indonesia.
Fokus utama tes ini adalah keterampilan berbahasa, pemilihan kata yang tepat, serta keluasan dan kedalaman pengetahuan umum.
Materi yang diujikan mencakup:
Sinonim
Ide Pokok
Makna Kata
Bentuk Kata
Kesesuaian Wacana
Hubungan Antar Paragraf
3. Kemampuan Memahami Bacaan & Menulis (20 soal, 25 menit)
Tes ini dirancang untuk mengukur kemampuan dalam memahami teks tertulis serta menulis dari tingkat dasar hingga tingkat yang lebih kompleks.
Tes ini menguji sejauh mana calon mahasiswa dapat membaca dan menangkap makna dari suatu tulisan serta mengekspresikan gagasan melalui tulisan.
Materi yang diujikan dalam Pemahaman Bacaan & Menulis meliputi:
Simpulan
Ide Pokok
Makna Kata
Bentuk Kata
Kalimat Efektif
Penggunaan Ejaan dan Konjungsi
Kepaduan Wacana
4. Pengetahuan Kuantitatif (20 soal, 20 menit)
Tes ini bertujuan untuk mengukur keterampilan dalam memahami informasi kuantitatif dan mengoperasikan simbol angka. Tes ini mencakup kemampuan dalam melakukan perhitungan matematika, menyelesaikan masalah numerik, serta memahami konsep dasar matematika.
Perlu dicatat bahwa Pengetahuan Kuantitatif berbeda dengan Penalaran Kuantitatif. Jika Penalaran Kuantitatif berfokus pada pemahaman numerasi dasar untuk menyelesaikan soal, maka Pengetahuan Kuantitatif lebih menitikberatkan pada penerapan konsep matematika dalam berbagai konteks.
Materi yang diujikan dalam Pengetahuan Kuantitatif mencakup:
Bilangan
Geometri
Aljabar dan Fungsi
Statistika dan Peluang
B. Materi Tes Literasi
Berdasarkan Buku Panduan Gerakan Literasi Nasional yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup keterampilan berbicara, berhitung, serta menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, dalam UTBK, Tes Literasi terbagi menjadi tiga bagian, yaitu Literasi Bahasa Indonesia, Literasi Bahasa Inggris, dan Penalaran Matematika.
1. Literasi Bahasa Indonesia dan Literasi Bahasa Inggris (50 soal, 62,5 menit)
Tes ini berfokus pada kemampuan literasi membaca (reading literacy), yang bertujuan untuk mengukur sejauh mana peserta dapat memahami, menggunakan, mengevaluasi, menganalisis, serta berinteraksi secara aktif dan terus-menerus dengan teks yang disajikan.
a. Kompetensi Kebahasaan
Peserta akan diuji dalam aspek perbendaharaan kata (vocabulary). Seluruh soal menggunakan bahasa baku, sehingga diperlukan pemahaman yang baik terhadap tata bahasa serta kosakata yang digunakan.
b. Strategi Kognitif
Strategi kognitif merujuk pada proses memahami teks, membangun makna, dan menyimpannya dalam ingatan.
Peserta diharapkan dapat memahami isi bacaan secara menyeluruh, menarik kesimpulan, mengidentifikasi pernyataan yang sesuai atau tidak sesuai dengan teks, menemukan kata kunci, serta menentukan gagasan utama.
Teks yang digunakan dalam soal Literasi Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris mencakup berbagai jenis, seperti teks umum, teks sastra, teks sains dan teknologi (saintek), serta teks humaniora. Berikut adalah cakupan materi yang diujikan:
Makna teks secara umum
Makna kata dalam konteks tertentu
Menentukan ide pokok bacaan
Menyimpulkan isi teks
Nilai dalam teks sastra
Tema dalam teks sastra
Teks personal yang bersifat inspiratif
Hubungan sebab-akibat dalam bacaan eksplanatif
Unsur proses dalam teks eksplanatif
Unsur eksplanatif dalam teks populer saintek dan sosial humaniora
Ketepatan opini terhadap objek bahasan dalam teks ulasan
Kelengkapan penjelasan mengenai karakteristik objek dalam teks ulasan
Keakuratan dalam memaparkan kelebihan dan kekurangan objek dalam teks ulasan
Inferensi yang kuat dalam bacaan argumentatif
Gagasan yang relevan atau tidak relevan dengan isi bacaan argumentatif
Kesesuaian fakta atau data dengan simpulan dalam teks argumentatif
2. Penalaran Matematika (20 soal, 42,5 menit)
Soal UTBK SNBT dalam bagian Penalaran Matematika memiliki kemiripan dengan soal Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang diujikan pada siswa kelas 11.
Tes ini bertujuan untuk mengukur kemampuan peserta dalam merumuskan, menerapkan, serta menafsirkan berbagai permasalahan yang berkaitan dengan aspek kuantitatif.
Penalaran Matematika berhubungan dengan proses berpikir logis dalam menyelesaikan suatu masalah.
Contohnya, menentukan rumus yang tepat untuk menghitung pertumbuhan tanaman atau memilih rumus yang digunakan dalam perhitungan harga suatu barang.
Berikut cakupan materi yang diujikan dalam Penalaran Matematika:
Fungsi
Bilangan
Himpunan
Pola bilangan
Bangun datar
Bangun ruang
Bentuk aljabar
Teori peluang
Garis dan sudut
Aritmetika sosial
Aljabar dan fungsi
Aturan pencacahan
Statistika deskriptif
Persamaan garis lurus
Data dan ketidakpastian
Perbandingan dan rasio
Pengukuran dan geometri
Persamaan dan pertidaksamaan
Representasi bilangan, sifat urutan, dan operasi hitung
Nah, itulah Kisi-kisi materi UTBK-SNBT 2025 yang bisa kamu simak dan pelajari di sini! Yuk, mulai siapkan semuanya dari sekarang!
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply