
TANGERANG SELATAN, KalderaNews.com– Jika sebelumnya menu MBG di sebuah SD Tangerang Selatan (Tangsel) viral karena bahan mentah, kini berubah menjadi mayoritas biskuit.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di salah satu sekolah dasar negeri di kawasan Pondok Aren, Tangerang Selatan, mendapat sorotan karena isi paketnya didominasi biskuit kemasan.
Paket ini diserahkan kepada orangtua siswa bersamaan dengan pembagian rapor pada Kamis, 19 Juni 2025. Setiap wali murid menerima satu kantong bingkisan (goodie bag) yang dapat dibawa pulang.
BACA JUGA:
- Viral dan Geger Menu MBG Masih Bahan Mentah di Tangsel, BGN Ngeles Begini
- Menu MBG Terdapat Bakter E.coli, 223 Siswa di Bogor Keracunan MBG, Pemkot Bogor Tetapkan Status KLB
- Lagi-lagi! Puluhan Pelajar Alami Keracunan, Diduga Setelah Konsumsi MBG
MBG berisi makanan ringan karena sekolah masih libur
Di dalamnya terdapat berbagai jenis makanan ringan seperti dua roti isi cokelat, satu kotak susu cokelat 115 ml, satu sachet minuman sereal rasa vanila, empat snack kentang, empat biskuit stick mini, tiga biskuit kelapa, tiga kacang atom, dan satu bungkus kacang kulit.
Tidak hanya makanan kering, paket MBG yang diberikan juga berisi buah-buahan yakni tiga jeruk Medan dan satu pisang.
Salah satu orangtua, Novi (38), mengatakan bahwa ia sudah menerima bingkisan serupa sebanyak tiga kali. Ia mengaku sempat heran dengan isi paket, namun kemudian mendapatkan penjelasan dari pihak sekolah.
“Awalnya kaget sih, tapi waktu itu guru sudah jelasin. Kan ini masih awal, pas class meeting juga pernah dapat. Jadi dikasihnya makanan ringan dulu,” ujar Novi saat diwawancarai Kompas.com.
Menurut Novi, pihak sekolah menjelaskan bahwa pembagian snack ini bersifat sementara. Menu lengkap dengan makanan matang akan diberikan kembali saat kegiatan belajar sudah kembali normal.
“Katanya gitu. Sementara aja, nanti ada lagi yang lebih lengkap kalau anak-anak sudah masuk belajar seperti biasa,” katanya menambahkan.
Orangtua murid pertanyakan nilai gizinya
Sementara itu, wali murid lainnya, Merina (40), menyampaikan pandangannya bahwa menu MBG yang penuh dengan biskuit belum mencerminkan asupan gizi yang ideal. Ia lebih berharap putrinya bisa mendapatkan makanan matang yang seimbang gizinya.
“Mumpung anak kecil lagi belajar makan sayur. Biasanya kan di rumah agak susah makan sayur. Kalau di sekolah, siapa tahu anak-anak mau makan sayur yang dari MBG,” ujarnya.
Sebelumnya, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari Yayasan Mualaf Indonesia Timur (Yasmit) yang berlokasi di Ciputat Timur, Tangsel, sempat membagikan MBG dalam bentuk bahan mentah kepada para siswa di 18 sekolah, dengan jumlah penerima sebanyak 4.075 siswa.
Hal ini dilakukan karena mayoritas siswa masih dalam masa libur sekolah, mengikuti class meeting, atau menjalani ujian.
“Terkait menu MBG di SPPG Kota Tangerang Selatan-Cempaka Putih yang viral, beras diberikan dalam bentuk mentah agar dapat dibawa pulang dan disimpan lebih lama,” jelas Kepala SPPG Yasmit Ciputat Timur, A Basiro.
Menurut Basiro, meskipun kegiatan belajar mengajar belum berjalan normal, distribusi MBG tetap dilaksanakan agar program ini terus berjalan dan siswa tetap mendapatkan manfaatnya.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply