CILEGON,KalderaNews.com- Pernyataan Wakil Gubernur Banten A. Dimyati Natakusumah menuai kemarahan warganet karena mengatakan titip siswa adalah hal lumrah.
Dalam sebuah wawancara, Dimyati menyebut praktik titip-menitip siswa pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) merupakan hal yang lumrah atau biasa saja.
Adapun yang membuat publik semakin geram, Dimyati juga mengatakan praktik tersebut tidak melanggar aturan karena “nggak merugikan negara.”
BACA JUGA:
- Buntut Kasus Memo Titip Siswa di SPMB Cilegon 2025, Wakil Ketua DPRD Banten Akhirnya Dicopot
- Heboh Dugaan Titipan Siswa SPMB oleh Wakil Ketua DPRD Banten di Memo Resmi
- Ironi! Wakil Ketua DPRD Banten Bergelar Doktor Ngeles Memo Titipan Karena Iba
“Kalau disposisi pejabat itu hal yang lumrah, biasanya. Tergantung pemerintah aja melihatnya,” kata Dimyati santai, seolah hal yang sedang dibicarakan bukanlah masa depan pendidikan.
Wabup Banten anggap titip menitip siswa hal yang biasa
Cuplikan video Dimyati yang menganggap titip siswa saat SPMB adalah hal wajar pun viral di media sosial dan memicu amarah netizen.
Pernyataan itu muncul setelah Wakil Ketua DPRD Banten, Budi Prayogo, diberhentikan dari jabatannya karena ketahuan ‘titip anak orang’ dalam proses SPMB.
Ironisnya, Budi dan Dimyati berasal dari partai politik yang sama, yaitu PKS. Alih-alih mengecam tindakan tersebut, Dimyati justru memberikan pembelaan penuh.
“Anggota dewan itu kan ditodong konstituen, masa nggak bantu? Titip itu biasa. Paraf doang,” tambahnya enteng.
Warganet kecam pernyataan Wagub Banten
Sontak, pernyataan Dimyati langsung menuai hujatan. Banyak warganet menilai kondisi Banten sudah berada di titik “tak tertolong”.
Tagar #BantenAutoLulus pun sempat trending sebagai sindiran atas daerah yang dianggap membenarkan sistem titip-menitip dalam pendidikan.
Adapun yang lebih membuat publik geram, sikap Dimyati ini berbanding terbalik dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang menolak keras segala bentuk titip-menitip siswa dalam proses seleksi sekolah.
Perbedaan pandangan antara kedua pemimpin daerah ini membuat netizen semakin kesal. Banyak yang menilai pernyataan Dimyati justru memberikan legitimasi bagi para pejabat yang selama ini ‘bermain’ dalam urusan pendidikan.
“Banten sudah nggak ketolong. Mental pejabatnya masih doyan ngakal-ngakalin sistem,” tulis salah satu netizen di X.
Hingga kini, Dimyati belum memberikan klarifikasi atau permintaan maaf tambahan terkait dengan apa yang sudah ia nyatakan.
Namun warganet terlanjur marah, terlebih di tengah sulitnya akses pendidikan yang merata, ucapan seorang pejabat tinggi yang membenarkan praktik titip siswa dirasa menampar para orang tua yang berjuang menyiapkan berkas dan mengikuti aturan zonasi.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply