
JAKARTA, KalderaNews.com – Rasa ingin tahu adalah pendorong terbesar dalam perjalanan seorang anak. Bagi Alisha, murid kelas 3 SD Cikal Lebak Bulus, rasa ingin tahu itu muncul saat ia melihat pertunjukan gymnastic di televisi.
Terpukau oleh gerakan-gerakan yang memukau, ia langsung tahu bahwa ia ingin mencobanya. Berawal dari keinginan sederhana itu, Alisha kini menjelma menjadi atlet cilik yang berprestasi, berhasil meraih lima medali dalam kejuaraan gymnastic tingkat nasional dan internasional.
Perjalanan Alisha dimulai dari ruang keluarga. “Awalnya aku lihat dari TV, terus terlihat keren,” kenang Alisha. Memiliki latar belakang balet, transisi ke gymnastic terasa alami baginya.
BACA JUGA:
- Profil Pendidikan Yudo Sadewa, Anak Menkeu Purbaya yang Viral di Media Sosial Usai Sebut Sri Mulyani Agen CIA
- Jejak Pendidikan dan Karir Ferry Irwandi, Konten Kreator yang Dilaporkan TNI
- Profil Pendidikan Muhammad Athaya Helmi Nasution, Mahasiswa yang Meninggal Saat Dampingi Kunker Pejabat
Ia merasa tertantang dan langsung meminta izin kepada sang ibu untuk mencoba olahraga yang memadukan kekuatan, kelenturan, dan ketepatan ini. Sejak saat itu, perjalanan Alisha sebagai seorang atlet pun dimulai. Di balik semua kesulitan, Alisha menemukan kegembiraan.
Ia sangat menyukai gerakan-gerakan yang menantang dan kesempatan untuk bertemu teman-teman baru. Baginya, gymnastic bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang komunitas dan persahabatan.
Tentu saja, perjalanan ini tidak lepas dari tantangan. Salah satu rintangan terbesar bagi Alisha adalah menggunakan alat vault. Alat ini membutuhkan kekuatan fisik dan teknik yang luar biasa. Namun, Alisha tidak menyerah.
Ia melihat setiap tantangan sebagai kesempatan untuk berkembang. “Buatku tantangannya adalah gerakannya, terutama kalau pakai alat vault,” ungkapnya.
Untuk menghadapinya, Alisha terus berlatih dengan giat dan tidak ragu meminta bimbingan dari pelatihnya. Ia bahkan mengulang latihan di rumah, menunjukkan dedikasi dan kemandirian yang luar biasa.
Semua kerja keras itu membuahkan hasil manis. Baru-baru ini, Alisha berhasil membawa pulang lima medali dari dua kompetisi besar: Indonesia Open Gymnastic 2025 dan SS Asian Gymnastic Club 2025 yang digelar di Hongkong.
Di SS Asian Gymnastic Club, yang dihadiri oleh peserta dari berbagai negara Asia, Alisha berhasil meraih dua medali emas dan dua medali perak. Sementara itu, di ajang Indonesia Open, ia juga menyabet satu medali emas.
Meskipun sempat merasa nervous karena harus berhadapan dengan banyak gymnast hebat, Alisha tetap tampil percaya diri. “Aku lega tiap selesai tampil,” katanya. Keberhasilan ini tidak hanya memberinya medali, tetapi juga motivasi yang lebih besar untuk terus berprestasi.
Perjalanan Alisha tidak lepas dari dukungan penuh Sekolah Cikal. Sekolahnya menunjukkan fleksibilitas dalam jadwal belajar Alisha agar ia bisa fokus berlatih. Sekolah Cikal tidak hanya mendukung bakatnya, tetapi juga membantu Alisha mengembangkan kompetensi penting yang sejalan dengan 5 Bintang Cikal.
Dua kompetensi yang paling menonjol pada diri Alisha adalah broadminded and physically sound dan self-regulated learner. Ini menunjukkan bahwa ia tidak hanya mampu menjaga kesehatan fisik dan mental, tetapi juga mandiri dalam mengatur waktu dan tanggung jawabnya sebagai seorang atlet dan pelajar.
Kisah Alisha adalah bukti nyata bahwa dengan rasa ingin tahu, kerja keras, dan dukungan yang tepat, seorang anak bisa meraih mimpi-mimpi besarnya. Ia adalah inspirasi bagi banyak anak lain untuk berani mencoba dan mengejar passion mereka.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply