
BANDUNG, KalderaNews.com – Suasana mencekam menyelimuti kawasan sekitar Universitas Islam Bandung (UNISBA) dan Universitas Pasundan (UNPAS) di Jalan Tamansari, Bandung.
Pada Senin malam (1/9/2025) hingga Selasa dini hari (2/9/2025), kedua kampus tersebut menjadi sasaran tembakan gas air mata oleh aparat kepolisian. Peristiwa ini terjadi di tengah aksi demonstrasi yang berujung ricuh.
Kericuhan bermula dari aksi demonstrasi mahasiswa di depan Gedung DPRD Jawa Barat. Ketika massa membubarkan diri, sebagian dari mereka berlindung di area kampus UNISBA, yang juga dijadikan posko medis darurat untuk merawat korban luka.
BACA JUGA:
- Situasi Tak Kondusif, BEM SI Batal Demo Hari Ini di Jakarta, Indonesia (C)emas Jilid II 2025 Turun Selasa
- Siap-siap, Aliansi BEM SI Rencana Gelar Aksi Massa 2 September 2025
- 7 Orang Meninggal Dunia dalam Aksi 28–31 Agustus 2025, Siapa Saja?
Namun, sekitar pukul 23.30 WIB, situasi makin genting. Tembakan gas air mata mulai dilontarkan ke arah area kampus, membuat mahasiswa, relawan medis, hingga satpam panik dan berhamburan mencari perlindungan.
Dalam video dan rekaman CCTV yang beredar luas di media sosial, terlihat detik-detik saat aparat menembakkan gas air mata.
Asap putih tebal memenuhi halaman kampus, memaksa para mahasiswa lari dan berlindung di dalam gedung. Teriakan minta tolong dan protes “Woi kampus woi!” terdengar dari dalam.
Tembakan gas air mata ini tidak hanya menyebabkan kepanikan, tetapi juga menimbulkan korban. Sejumlah mahasiswa, relawan, dan bahkan satpam kampus mengalami sesak napas dan mata perih.
Posko medis darurat yang seharusnya menjadi tempat aman untuk merawat korban luka justru ikut terkena dampak. Beberapa laporan menyebutkan, ada satpam yang terkena peluru karet.
Serangan ini memicu gelombang solidaritas di media sosial, dengan tagar #AllEyesOnBandung menjadi trending topic.
Warganet ramai membagikan video dan foto yang menunjukkan kondisi mencekam di dalam kampus, menyerukan dukungan untuk para mahasiswa yang menjadi korban.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait alasan penembakan gas air mata hingga masuk ke lingkungan kampus.
Sementara itu, pihak UNISBA dikabarkan telah membuat surat pengaduan kepada Kapolda Jawa Barat terkait insiden ini
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply