Kesaksian Kepala Keamanan Unpas: Ada 48 Tembakan Gas Air Mata, Polisi Bantah Aparat Masuk Area Kampus

Satpam kampus juga jadi korban gas air mata
Satpam kampus juga jadi korban gas air mata (KalderaNews/Ist)
Sharing for Empowerment

BANDUNG, KalderaNews.com-  Kericuhan terjadi di Kota Bandung pada Senin (1/9) malam ketika aparat kepolisian menembakkan gas air mata ke arah sekelompok orang dan mahasiswa di Jalan Tamansari sekitar pukul 23.30 WIB.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Unit Keamanan Kampus Universitas Pasundan (Unpas), Rosyid.

Menurut Rosyid, massa sempat membuat blokade dengan membakar ranting kayu untuk menghalau aparat. Polisi kemudian mendorong mundur massa dari arah Wastu Kencana.

BACA JUGA:

Kesaksian Kepala Keamanan Unpas

Saat situasi memanas, pihak keamanan kampus membuka pagar Unpas untuk mengevakuasi mahasiswa dan warga yang ada di lokasi.

“Ini Unpas memang menjadi titik kumpul dan titik evakuasi. Di sini saya kan membuka gerbang itu perintah pimpinan, kemanusiaan dibuka aja enggak apa-apa,” ungkap Rosyid.

Ia juga menyebutkan terdapat puluhan tembakan gas air mata yang masuk ke dalam kampus. “Ada 48 tembakan,” katanya. Bukti proyektil gas air mata kini diamankan pihak keamanan kampus.

Akibat insiden itu, 12 orang yang terdiri dari mahasiswa maupun warga sekitar pingsan karena sesak napas. “Ada 12 yang pingsan,” ucap Rosyid.

Ia menegaskan tidak ada aksi provokatif dari massa di dalam kampus, selain teriakan. “Yah paling teriakan saja,” tambahnya.

Seorang pedagang kopi bernama Mumu yang berjualan di dekat kampus juga menuturkan bahwa tidak ada pelemparan bom molotov ke arah aparat.

“Kalau batu dan teriakan-teriakan memang ada,” ujarnya.

Polisi Bantah Aparat Masuk Area Kampus Unpas

Di sisi lain, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan menyatakan aparat TNI-Polri memang melakukan patroli skala besar di Jalan Tamansari.

Menurutnya, ditemukan tumpukan kayu, batu, dan ban terbakar. Ia menduga sekelompok orang berpakaian hitam yang disebut kelompok anarko memulai blokade tersebut.

“Mereka secara khusus merancang skenario provokatif dengan tujuan memancing petugas agar mundur ke arah kampus Unisba, sehingga seolah-olah aparat menyerang kampus,” kata Hendra.

Ia menambahkan, tim gabungan sempat dilempari bom molotov sehingga petugas menembakkan gas air mata ke jalan. Namun, arah angin membuat asapnya masuk hingga ke area parkir kampus Unisba.

“Inilah yang kemudian dijadikan bahan provokasi oleh kelompok anarko, untuk membenturkan mahasiswa dengan petugas,” ujarnya.

Hendra membantah isu bahwa aparat masuk kampus atau menggunakan peluru karet.

“Mereka membuat framing di media sosial melalui akun-akun mereka bahwa petugas masuk ke kampus, membawa senjata peluru karet, dan menembakkan gas air mata. Semua itu adalah hoaks. Faktanya, di lapangan tidak ada satu pun petugas yang masuk ke area kampus, dan tidak ada petugas yang membawa senjata,” katanya.

Ia memastikan kondisi Jalan Tamansari sudah kembali kondusif setelah kelompok berpakaian hitam itu melarikan diri.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*