Inilah Daftar Lengkap Pemenang Nobel Perdamaian dari Masa ke Masa Hingga 2025

Medali Hadiah Nobel
Medali Hadiah Nobel (Foto: Wikimedia Commons)
Sharing for Empowerment

JAKARTA, KalderaNews.com – Penghargaan Nobel kembali menjadi sorotan dunia setiap tahunnya sebagai apresiasi tertinggi bagi tokoh-tokoh yang telah mendedikasikan diri pada penelitian luar biasa, penemuan teknik atau peralatan baru, serta kontribusi signifikan bagi masyarakat dunia sesuai bidangnya.

Penghargaan bergengsi ini memiliki sejarah panjang yang berakar dari wasiat seorang industrialis dan penemu dinamit asal Swedia, Alfred Nobel.

Alfred Nobel menandatangani wasiatnya yang menjadi dasar pemberian penghargaan ini di Swedish-Norwegian Club di Paris pada 27 November 1895.

BACA JUGA:

Sejak pertama kali diberikan pada tahun 1901, Penghargaan Nobel diberikan untuk pencapaian di lima bidang utama:

  • Nobel Fisika (ditentukan oleh Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia)
  • Nobel Kimia (ditentukan oleh Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia)
  • Nobel Fisiologi atau Kedokteran (ditentukan oleh the Karolinska Institute)
  • Sastra (ditentukan oleh the Swedish Academy)
  • Nobel Perdamaian (ditentukan oleh sebuah komite yang ditunjuk oleh Norwegian Storting)

Tambahan Bidang Ekonomi dan Pemenang Terkini

Perubahan signifikan terjadi pada tahun 1968, ketika Sveriges Riksbank (Bank Swedia) menambah satu kategori baru, yaitu “Penghargaan dalam Sains Ekonomi untuk mengenang Alfred Nobel.”

Sejak saat itu, Penghargaan Nobel bidang Ekonomi juga ditentukan oleh Royal Swedish Academy of Sciences.

Tahun 2025 ini, Komite Nobel Norwegia telah memutuskan untuk memberikan Hadiah Nobel Perdamaian 2025 kepada Maria Corina Machado atas kerja kerasnya yang tak kenal lelah dalam memperjuangkan hak-hak demokrasi bagi rakyat Venezuela dan atas perjuangannya untuk mencapai transisi yang adil dan damai dari kediktatoran menuju demokrasi.

Setahun terakhir, peraih #NobelPerdamaian, Maria Corina Machado, terpaksa hidup dalam persembunyian. Meskipun menghadapi ancaman serius terhadap hidupnya, ia tetap tinggal di negara itu, sebuah pilihan yang telah menginspirasi jutaan orang.

Ketika kaum otoriter merebut kekuasaan, penting untuk mengakui para pembela kebebasan yang berani, yang bangkit dan melawan. Demokrasi bergantung pada orang-orang yang menolak untuk diam, yang berani melangkah maju meskipun menghadapi risiko besar, dan yang mengingatkan kita bahwa kebebasan tidak boleh dianggap remeh, tetapi harus selalu dipertahankan – dengan kata-kata, dengan keberanian, dan dengan tekad.

Penerima Nobel Perdamaian dari Masa ke Masa

Lalu siapa saja penerima Nobel Perdamaian dari masa-masa? Berikut ini daftar lengkapnya:

2024: Nobel Perdamaian 2024 dianugerahkan untuk Nihon Hidankyo, organisasi penyintas bom atom Hiroshima-Nagasaki di Jepang. Nobel Perdamaian ini sebagai penghargaan atas upaya organisasi tersebut untuk mencapai dunia yang bebas dari senjata nuklir
2023: Narges Mohammadi atas perjuangannya melawan penindasan terhadap perempuan di Iran dan perjuangannya untuk mempromosikan hak asasi manusia dan kebebasan bagi semua.
2022: Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Belarusia yang Dipenjara Ales Byalyatski, Organisasi Hak Asasi Manusia Rusia “Memorial” dan Organisasi Hak Asasi Manusia Ukraina “Center for Civil Liberties”
2021: Maria Ressa (Filipina) dan Dmitry Muratov (Rusia)
2020: The United Nation’s World Food Programme (WFP)
2019: Abiy Ahmed (Ethiopia)
2018: Denis Mukwege (DR Congo) and Nadia Murad (Iraq)
2017: International Campaign to Abolish Nuclear Weapons (ICAN)
2016: Juan Manuel Santos (Colombia)
2015: The National Dialogue Quartet (Tunisia)
2014: Kailash Satyarthi (India) and Malala Yousafzai (Pakistan)
2013: The Organisation for the Prohibition of Chemical Weapons (OPCW)
2012: The European Union (EU)
2011: Ellen Johnson Sirleaf and Leymah Gbowee (Liberia), Tawakkul Karman (Yemen)
2010: Liu Xiaobo (China)
2009: Barack Obama (US)
2008: Martti Ahtisaari (Finland)
2007: Al Gore (US) and the UN Intergovernmental Panel on Climate Change
2006: Muhammad Yunus (Bangladesh) and the Grameen Bank
2005: International Atomic Energy Agency and Mohamed ElBaradei (Egypt)
2004: Wangari Maathai (Kenya)
2003: Shirin Ebadi (Iran)
2002: Jimmy Carter (US)
2001: Kofi Annan (Ghana) and the United Nations
2000: Kim Dae-jung (South Korea)
1999: Medecins Sans Frontieres (Doctors Without Borders)
1998: John Hume and David Trimble (Northern Ireland)
1997: Jody Williams (US) and the International Campaign to Ban Landmines
1996: Carlos Filipe Ximenes Belo and Jose Ramos-Horta (East Timor)
1995: Joseph Rotblat (Britain) and the Pugwash movement
1994: Yitzhak Rabin, Shimon Peres (Israel) and Yasser Arafat (PLO)
1993: Nelson Mandela and Frederik de Klerk (South Africa)
1992: Rigoberta Menchu Tum (Guatemala)
1991: Aung San Suu Kyi (Burma)
1990: Mikhail Gorbachev (Soviet Union)
1989: Dalai Lama (Tibet)
1988: United Nations Peacekeeping Forces
1987: Oscar Arias Sanchez (Costa Rica)
1986: Elie Wiesel (US)
1985: International Physicians for the Prevention of Nuclear War
1984: Desmond Tutu (South Africa)
1983: Lech Walesa (Poland)
1982: Alva Myrdal (Sweden) and Alfonso Garcia Robles (Mexico)
1981: Office of the United Nations High Commissioner for Refugees
1980: Adolfo Perez Esquivel (Argentina)
1979: Mother Teresa (Albania)
1978: Anwar Sadat (Egypt) and Menachem Begin (Israel)
1977: Amnesty International
1976: Betty Williams (Britain) and Mairead Corrigan (Northern Ireland)
1975: Andrei Sakharov (Soviet Union)
1974: Sean MacBride (Ireland) and Eisaku Sato (Japan)
1973: Henry Kissinger (US) and Le Duc Tho (Vietnam, declined)
1972: prize not handed out
1971: Willy Brandt (Germany)
1970: Norman Borlaug (US)
1969: International Labour Organization (ILO)
1968: Rene Cassin (France)
1967: prize not handed out
1966: prize not handed out
1965: United Nations Children’s Fund (UNICEF)
1964: Martin Luther King Jr (US)
1963: International Committee of the Red Cross and the League of Red Cross Societies
1962: Linus Carl Pauling (US)
1961: Dag Hammarskjoeld (Sweden)
1960: Albert Lutuli (South Africa)
1959: Philip Noel-Baker (Britain)
1958: Georges Pire (Belgium)
1957: Lester Pearson (Canada)
1956: prize not handed out
1955: prize not handed out
1954: Office of the United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR)
1953: George Marshall (US)
1952: Albert Schweitzer (France)
1951: Leon Jouhaux (France)
1950: Ralph Bunche (US)
1949: Lord (John) Boyd Orr of Brechin (Britain)
1948: prize not handed out
1947: Friends Service Council (The Quakers), American Friends Service Committee (The Quakers)
1946: Emily Greene Balch (US), John Raleigh Mott (US)
1945: Cordell Hull (US)
1944: International Committee of the Red Cross
1943: prize not handed out
1942: prize not handed out
1941: prize not handed out
1940: prize not handed out
1939: prize not handed out
1938: Nansen International Office for Refugees
1937: Viscount Cecil of Chelwood (Britain)
1936: Carlos Saavedra Lamas (Argentina)
1935: Carl von Ossietzky (Germany)
1934: Arthur Henderson (Britain)
1933: Sir Norman Angell (Ralph Lane) (Britain)
1932: prize not handed out
1931: Jane Addams (US) and Nicholas Murray Butler (US)
1930: Nathan Soederblom (Sweden)
1929: Frank Billings Kellogg (US)
1928: prize not handed out
1927: Ferdinand Buisson (France) and Ludwig Quidde (Germany)
1926: Aristide Briand (France) and Gustav Stresemann (Germany)
1925: Sir Austen Chamberlain (Britain) and Charles Gates Dawes (US)
1924: prize not handed out
1923: prize not handed out
1922: Fridtjof Nansen (Norway)
1921: Karl Hjalmar Branting (Sweden) and Christian Lous Lange (Norway)
1920: Leon Victor Auguste Bourgeois (France)
1919: Thomas Woodrow Wilson (US)
1918: prize not handed out
1917: International Committee of the Red Cross
1916: prize not handed out
1915: prize not handed out
1914: prize not handed out
1913: Henri La Fontaine (Belgium)
1912: Elihu Root (US)
1911: Tobias Michael Carel Asser (The Netherlands) and Alfred Hermann Fried (Austria)
1910: Permanent International Peace Bureau
1909: Auguste Marie Francois Beernaert (Belgium) and Paul Henri Benjamin Balluet, Baron d’Estournelles de Constant de Rebecque (France)
1908: Klas Pontus Arnoldson (Sweden) and Fredrik Bajer (Denmark)
1907: Ernesto Teodoro Moneta (Italy) and Louis Renault (France)
1906: Theodore Roosevelt (US)
1905: Baroness Bertha Sophie Felicita von Suttner (Austria)
1904: Institute of International Law
1903: William Randal Cremer (Britain)
1902: Elie Ducommun (Switzerland) and Charles Albert Gobat (Switzerland)
1901: Jean Henri Dunant (Switzerland) and Frederic Passy (France)

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*