The Path To Financial Freedom, EduFulus – PT. Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK), sebuah perusahaan di sektor makanan dan minuman, yang telah melantai di bursa melalui Initial Public Offering (IPO) menuai kritik pedas dan sorotan tajam dari warganet, khususnya para pelaku pasar modal.
Kritik ini dipicu oleh data keuangan dan operasional perusahaan yang dinilai janggal untuk sebuah emiten publik.
SIMAK JUGA: Kontroversi Saham DADA dan Analis yang Dipertanyakan Kredibilitasnya
Kritik ini bermula dari unggahan akun media sosial Thread @yudhisurogin yang merinci beberapa poin aneh dari profil TGUK:
- Jumlah Karyawan Tetap: Hanya 4 orang.
- Penjualan (6 bulan): Rp 1,7 miliar, yang berarti rata-rata pendapatan bulanan hanya sekitar Rp 200-300 juta.
- Rata-rata Pendapatan Per Cabang: Dengan 35 cabang, rata-rata penjualan per cabang hanya sekitar Rp 10 juta per bulan.
- Kerugian (6 bulan): Mencapai Rp 8 miliar.
- Kapitalisasi Pasar (Market Cap): Ditaksir mencapai Rp 400-500 miliar, yang berarti setiap cabang TGUK dihargai sekitar Rp 10-15 miliar.
“IPO di Indonesia memang aneh-aneh,” tulis akun @yudhisurogin, menyimpulkan kejanggalan tersebut.
Reaksi Keras Netizen: “Goreng Saham Sampai Kiamat”
Unggahan tersebut segera dibanjiri komentar yang mengekspresikan kekecewaan dan sinisme terhadap praktik IPO di Indonesia.
Modus “Goreng Saham” dan Zombie. Akun @hendiwoo menyindir pola yang kerap terjadi, “Nanti setelah jadi saham zombie tiba tiba dipoles ganti nama TGUK Minerals atau TGUK Green Energy. Goreng lagi. Jadi zombie lagi. Gitu terus sampai kiamat.”
“Niat Hanya Nggarong Uang Masyarakat”. @muha.somad.imin menyoroti bahwa banyak emiten IPO dengan niat mencari dana masyarakat (nggarong) dan meragukan laporan keuangan yang disajikan saat public expose (pubex).
IPO sebagai Exit Strategy. Sentimen terkuat muncul dari @win_prasetya dan @rezzanwar yang menyebut IPO hanya menjadi “exit liquidity” atau cara keluar bagi pemilik modal yang usahanya rugi. @ilmahhq menambahkan “Udah jadi rahasia umum, kalo ‘exit’ itu jadi salah satu goal sekelompok pengusaha. Abis itu kabur ke luar negeri hidup slow living.”
Regulasi dan Pengawasan Bursa. Beberapa netizen mempertanyakan peran Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Akun @oka11460 berpendapat, “Sebenarnya, karena menyangkut uang masyarakat banyak, proses IPO syaratnya sangat ketat. Tapi, tau sendirilah di sini semua bisa direkayasa…”
Perbandingan dengan Emiten Besar. @niominum menyamakan TGUK dengan emiten teknologi besar, “GOTO gak pernah untung, rugi triliunan aja bisa Listing, apalagi yg cuma kya TGUK.”
Komentar juga menyentuh isu praktik kotor di balik layar. @suriyadiliem secara terang-terangan menuduh adanya “permainan” antara konglomerat dengan pegawai di dalam BEI. Ia mengklaim, “Itu banyak Konglomerat2 baru yg ‘main’ dgn pegawai dalam BEI utk meng-IPO kan perusahaannya.”
Kritikan ini menyoroti kekhawatiran publik bahwa pasar modal Indonesia semakin rentan dijadikan wadah untuk “menjual” perusahaan dengan fundamental lemah kepada investor ritel, yang pada akhirnya akan menanggung kerugian.
Netizen Senggol GOTO, MERI Hingga Pengawas BEI
@ hendiwoo “Parah memang pasar modal Indonesia. Nanti setelah jadi saham zombie tiba tiba dipoles ganti nama TGUK Minerals atau TGUK Green Energy. Goreng lagi. Jadi zombie lagi. Gitu terus sampai kiamat 😁😁😁”
@muha.somad.imin “Sebelum ipo biasanya ada pubex… Dan banyaituuga laporan keuangan di pubex dibikin bagus… Ada jasa spesialis laporan keuangan buat IPO
Banyak emiten yang ipo niatnya hanya nggarong uang masyarakat..
Kalau dah rugi mau nggarong ulang bisa pakai right issue….
Pentingnya kita lihat insider dan karakternya juga.. Siapa dibalik emiten itu….
@rydjkaaa “bukanya lini bisnis utamanya itu laundry ya?”
@niominum “GOTO gak pernah untung, rugi triliunan aja bisa Listing, apalgi yg cuma kya TGUK”
@d.had69 “MERI juga mirip2 tuh, lembaga kursus yg belum lama berdiri kok bisa IPO, parah emang BEI”
@anbud251 “Poles LK 3 tahun belakang, hire UW utk dibimbing IPO, Arakan-lalu Arb kan kalau perlu sampai kering ritel. Masuk FCA, pompa lagi, pancing ritel. Buat bagger dlm waktu seminggu, guyur. Lalu bikin kering lagi likuiditas nya. Tunggu 1 thn. Jual sbg bekdor, dgn dalih pivot, ganti pengendali. Rinse repeat”
@win_prasetya “IPO hanya jadi exit liquidity pemilik modal. Usahanya rugi, emiten nya jadi cangkang company yg bisa dijual. Untung pengusahanya. Mampus retail nya
@suriyadiliem ‘Memang. Itu banyak Konglomerat2 baru yg “main” dgn pegawai dalam BEI utk meng-IPO kan perusahaannya. Perhatikan saja, bbrp saat lalu saat ditangkapnya bbrp pegawai BEI yg terindikasi menerima bayaran dr Owner Emiten, ada 1 Grup besar yg mendadak STOP meng-IPO kan perusahaan2nya. Boleh kita asumsi bahwa “org dalamnya” sdh gak ada, sehingga dia tdk bs IPO lg”
@soenaryadi “Pengawas BEI itu siapa? “
@andi.suryanto.3194 “Makanya 98%sy nggak percaya sm IPO.. Asset nya di mark up gede2 an,,trs digoreng2,,Ibarat Odong2 dimake up hingga cantik bgt,trs dijual seharga BMW…Yg beli,sial,,,Tp pertanyaannya : Knp mau beli ? Kan nggak ada yg maksa? Memang bnr kata Bpk Prabowo,Kl Shm itu Judi,,Nggak semua tp memang mayoritas investor spt itu…Makanya Shm yg jenis gini yg rame..
Org main Judi,,dia main dgn kesadaran sendiri,,Mau cpt kaya”
@oka11460 “Sebenarnya, karena menyangkut uang masyarakat banyak, proses IPO syaratnya sangat ketat. Tapi, tau sendirilah di sini semua bisa direkayasa…”
@rezzanwar “IPO itu hanya cara keluar mencari liquiditas”
@teh_nudiary “Sy punya toko kelontong karywan tetap 3 org, bs dong sy minta IPO”
@fiefmohammad “Kenapa yg gak bahas CDIA, COIN, WIRG, ADMR yg bisa kasih cuan ratusan kali…wkwkwk”
@zeeaalhaq “Just another monkey business”
@insiyur_saham “Tidka aneh sebenarnya.namanya juga usaha. .bebas mengajukan.,Yg aneh menurut saya kalau ada yang mau beli sahamnya.ini baru aneh
@panen_profit “Nanti lama kelamaan tinggal ajuin PKPU. Delisting. Gak ada apa2. Gimana gk tertarik IPO di Indonesia
@monts_agave “Perusahaan di IPO, rugi tanggung RITEL, harga 10rp bsa dipromo dijual di 200-500rp. Untung tinggal dishare ke …. BERES.
Perusahaan yg pinjam duid ke Bank, rugi ditanggung PRIBADI, kedapan ajuin kredit bakal susah.
Jadi sebagai pemilik perusahaan pilih yg mana? “
@anugrahwardhana “Tp skr udh di akuisisi perusahaanya bukan?”
@bebeklemon “Msih bagusan hotel tempat ane kerja perbulan bisa 300-400 juta karyawan tetap 34 orang masih bisa profit 15% pertahun
@glossyinvestor “Bikin IPO gampang saratnya om, yg susah gorengnya biar laku di ritel 🤭”
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus lainnya di Google News. Dus, jika ada yang tertarik menjalin kerjasama dengan di konten EduFulus, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply