
The Path To Financial Freedom, EduFulus.com – PT Mandiri Sekuritas memproyeksikan tahun 2026 akan menjadi periode yang sangat menarik bagi pasar modal Indonesia.
Perusahaan penjamin emisi terbesar ini mengungkapkan rencana ambisius untuk membawa empat hingga lima perusahaan berkapitalisasi besar—yang dijuluki sebagai ‘Super Mercusuar’—melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering / IPO) pada tahun tersebut.
Direktur Utama Mandiri Sekuritas, Oki Ramadhana, mengatakan minat perusahaan untuk mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) terus meningkat. Keyakinannya ini disampaikan dalam acara Economic and Market Outlook 2026 di Jakarta Selatan, Selasa (9/12/2025).
SIMAK JUGA: OJK Batasi Alokasi IPO Ritel Maksimal 10%, Begini Dampak bagi Investor
“Tahun depan sih saya baru lihat IPO ya… Saya sih, at least ada empat hingga lima yang kita lagi liatin, itu seharusnya akan masuk ke capital market tahun depan semua,” ujar Oki Ramadhana.
Optimisme di Tengah Transisi Pemerintahan
Oki menegaskan bahwa daftar empat hingga lima calon emiten super mercusuar tersebut baru merupakan tahap awal dari pipeline IPO Mandiri Sekuritas. Ia yakin jumlah perusahaan yang akan melantai akan bertambah, apalagi jika digabungkan dengan potensi IPO dari underwriter lain.
Menurut Oki, prospek pasar modal diyakini lebih menarik karena “narasi besar” tentang perekonomian Indonesia semakin terbuka. Setelah melalui masa transisi politik, pasar kini mulai memahami arah kebijakan pemerintahan baru, membuat investor domestik dan global merasa lebih nyaman dalam mengambil keputusan investasi.
Keyakinan Tembus IHSG 9.000
Selain prospek IPO jumbo, Oki Ramadhana juga menegaskan bahwa target Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk menembus level psikologis 9.000 pada akhir tahun 2025 bukan lagi mimpi, melainkan “hanya soal waktu” (as a matter of time). Keyakinan ini didorong oleh:
Konsistensi Penguatan
Indeks sudah menyentuh titik puncak baru (peak) lebih dari 20 kali sepanjang tahun ini, menunjukkan tren penguatan yang konsisten.
Motor Penggerak Ritel
Kekuatan utama pasar saat ini berasal dari investor ritel, yang nilai transaksi hariannya bergerak kencang. Oki mencatat, nilai transaksi ritel harian di aplikasi Mandiri Sekuritas pernah mencapai Rp 2,6 triliun, membuktikan tingginya antusiasme masyarakat.
Valuasi Menarik dan Potensi Pertumbuhan
Melihat prospek tahun 2026, Oki menambahkan bahwa fundamental pasar sangat mendukung:
Valuasi saham saat ini masih tergolong murah.
Proyeksi pertumbuhan Laba per Saham (Earnings Per Share / EPS) tahun depan diperkirakan mencapai 12 persen.
Tingkat imbal hasil obligasi (bond yield) yang cenderung menurun, membuat pasar saham menjadi pilihan investasi yang lebih menarik dibandingkan instrumen pendapatan tetap.
Oki menyarankan investor untuk memanfaatkan momentum investasi akhir tahun ini dengan tetap memegang portofolio mereka hingga tahun depan, guna menangkap potensi penguatan yang berkelanjutan. Ia juga menekankan bahwa peluang investasi tersebar luas, tidak hanya pada blue-chip, tetapi juga pada emiten di luar blue-chip yang memiliki fundamental dan cerita bisnis yang kuat.
SIMAK JUGA: Target 66 IPO 2025 Jebol Jauh dari Target, BEI Berdalih Kejar Kualitas, Bukan Jumlah Emiten
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus lainnya di Google News. Dus, jika Anda ingin bekerjasama dengan kanal EduFulus, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply