
BANTEN, KalderaNews.com – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS), sebuah organisasi nirlaba yang berfokus pada mitigasi bencana di wilayah pesisir Lebak Selatan, Banten, sukses menggelar program edukatif bertajuk “Safari Kampung” di empat lokasi berbeda pada tanggal 11 dan 12 Oktober 2025.
Kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran siaga bencana sejak usia dini kepada anak-anak di wilayah yang rentan terhadap gempa dan tsunami.
Empat kampung yang menjadi lokasi pelaksanaan program adalah: Kampung Eshal Garden (11 Oktober 2025, sore), Kampung Ciwaru (11 Oktober 2025, pagi), Kampung Cipurun (12 Oktober 2025, pukul 10.30–12.00 WIB)dan Kampung Elod (12 Oktober 2025, pukul 15.30–17.30 WIB)
BACA JUGA:
- Antisipasi Gempa Megathrust, BPBD Bogor Imbau Warga Siapkan Tas Siaga Bencana, Ini Isinya!
- Bogor-Sukabumi Diguncang Gempa Beruntun, Ini Penyebabnya!
- BMKG dan BRIN Bongkar Ancaman Gempa Megathrust M 8.8, Ini Perkiraan Daerah yang Terdampak
Total puluhan anak-anak berpartisipasi dalam program ini, yaitu sembilan anak di Kampung Eshal Garden, 20 anak di Kampung Cipurun, 18 anak di Kampung Elod, dan 14 anak di Kampung Ciwaru.
Metode Belajar Berbasis Permainan
Safari Kampung merupakan bagian dari inisiatif Community Resilience GMLS yang berfokus pada peningkatan ketangguhan masyarakat pesisir. Edukasi mengenai mitigasi gempa bumi dan tsunami disampaikan dengan metode pembelajaran berbasis permainan yang ringan, menyenangkan, dan kontekstual.
Anak-anak diperkenalkan pada dasar-dasar mitigasi, seperti tanda-tanda awal bencana, cara menyelamatkan diri, serta langkah-langkah yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan sesudah bencana.
Untuk memperkuat pemahaman, GMLS menyelenggarakan berbagai permainan edukatif, di antaranya:
- Patriot Siaga: Human board game menggunakan dadu besar yang melatih ketangkasan berpikir cepat dalam situasi darurat melalui tantangan seperti menjawab pertanyaan, simulasi, atau misi siaga bencana.
- Siaga Kata: Permainan menyusun kata-kata bertema kebencanaan (seperti ‘tas siaga’, ‘banjir’, ‘evakuasi’, ‘titik kumpul’) dalam waktu terbatas untuk melatih kerja sama, daya ingat, dan pengenalan istilah kebencanaan secara kontekstual.
- Tsunara: Permainan menyerupai ular tangga yang memperkuat pembelajaran melalui pertanyaan seputar mitigasi, menumbuhkan kolaborasi dan pemahaman kolektif (dilaksanakan di Kampung Eshal Garden).
- SIB: Siaga Bencana Gempa Bumi dan Tsunami: Permainan tebak aktivitas menggunakan ikat kepala bergambar untuk menumbuhkan komunikasi, kebersamaan, dan pemahaman kesiapsiagaan (dilaksanakan di Kampung Elod).
Kegiatan di setiap kampung ditutup dengan menyanyikan lagu “Pahlawan Siaga” untuk membangkitkan semangat kesiapsiagaan dan pembagian souvenir sebagai bentuk apresiasi.
Upaya Membangun Generasi Pesisir yang Tangguh
Menurut Lovenia Megumi, Community Relations Officer Safari Kampung, kolaborasi dengan fasilitator lokal sangat penting karena mereka memahami karakter dan kebutuhan masyarakat setempat, sehingga pendekatan edukasi menjadi lebih relevan dan mudah diterima.
Marcelino Elben, Content & Program Koordinator, menambahkan bahwa tujuan Safari Kampung adalah memberikan edukasi mitigasi bencana dengan pembawaan yang berbeda.
GMLS berharap kegiatan ini tidak hanya sebatas sosialisasi, tetapi juga membangun rasa kepemilikan di komunitas agar masyarakat dapat melanjutkan praktik kesiapsiagaan secara mandiri. Program ini menjadi upaya membangun generasi pesisir yang tangguh, sadar, dan peduli lingkungan.
GMLS berencana untuk melanjutkan program Safari Kampung di wilayah Lebak Selatan lainnya yang rawan tsunami, seperti Panggarangan, Cihara, dan Sawarna, untuk memperluas dampak edukasi kebencanaan.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply