Quo Vadis Universitas Pembangunan Jaya (UPJ)? Ini 2 Pesan Kunci Pihak Yayasan

Pengukuhan Prof. Elisabeth Rukmini, S.Si., M.Sc., Ph.D., sebagai Rektor Universitas Pembangunan Jaya (UPJ)
Pengukuhan Prof. Elisabeth Rukmini, S.Si., M.Sc., Ph.D., sebagai Rektor Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) (KalderaNews/JS de Britto)
Sharing for Empowerment

TANGERANG SELATAN, KalderaNews.com – Prof. Elisabeth Rukmini, S.Si., M.Sc., Ph.D resmi dilantik sebagai Rektor Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) pada Jumat (24/10/2025) dengan membawa visi utama penguatan mutu melalui “Meaningful Learning” (Pembelajaran Bermakna).

Ia menetapkan bahwa prinsip ini akan menjadi motor pertumbuhan UPJ, didasarkan pada nilai-nilai Liberal Arts dan Sains Dasar.

Inti dari visi ini adalah mendorong civitas akademika untuk menjadi lebih interdisipliner dan memiliki kebajikan (virtus), yaitu keberanian untuk bertanya, menemukan, dan mencipta.

BACA JUGA:

Tujuannya, agar pembelajaran bukan sekadar hafalan, melainkan proses refleksi dan inquiry yang mendalam.

Harapan Pihak Yayasan

Setelah resmi melantik Prof. Elisabeth Rukmini, Ph.D. sebagai Rektor Universitas Pembangunan Jaya (UPJ), Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Jaya (YPJ), Trisna Mulyadi, MBA, menyampaikan dua pesan kunci yang menjadi amanat strategis bagi seluruh jajaran UPJ.

Ia menekankan bahwa arah UPJ tidak terletak pada kuantitas mahasiswa, melainkan pada keunggulan kualitas dan stabilitas finansial.

1). Keunggulan Bukan Kuantitas: Prioritas pada Kualitas dan Keunikan

Trisna Mulyadi secara tegas menyatakan bahwa YPJ tidak menginginkan UPJ menjadi universitas dengan puluhan ribu mahasiswa.

“Yang kita inginkan adalah universitas yang memiliki excellence atau keunggulan melalui kualitas dan keunikannya,” ujarnya.

Ia menjabarkan bahwa kualitas harus menjadi prioritas utama seluruh jajaran, mulai dari pimpinan, dosen, hingga peneliti. Kualitas ini mencakup proses belajar mengajar, kurikulum, metode pengajaran, fasilitas penunjang, dan organisasi pendukung.

Amanat ini juga menyoroti keunikan UPJ sebagai kampus yang didukung oleh Kelompok Usaha Pembangunan Jaya. Grup usaha ini harus dioptimalkan sebagai laboratorium hidup (living lab) yang menyediakan tempat magang, kerja praktik, dan wadah bagi dosen tamu untuk menerapkan teori ke dalam praktik nyata. Keunikan ini, menurut beliau, membedakan UPJ dari perguruan tinggi lain.

2). Memastikan Kemandirian Finansial Universitas

Pesan kedua dari Ketua Pembina berfokus pada aspek keberlanjutan. Meskipun perguruan tinggi adalah wujud idealisme Yayasan untuk meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa, Trisna Mulyadi mengingatkan bahwa universitas harus memiliki kemandirian finansial yang stabil dan berkelanjutan (sustainable).

“Untuk menjaga kelangsungan hidup dan peningkatan kualitas… universitas harus memiliki kemandirian finansial yang stabil,” katanya.

Oleh karena itu, UPJ di bawah kepemimpinan rektor baru harus terus melakukan analisa pasar dan mengembangkan strategi yang tepat untuk mencapai target penerimaan mahasiswa baru yang optimal. Strategi ini sangat penting untuk memastikan universitas memiliki kekuatan finansial yang baik.

Trisna Mulyadi menutup sambutannya dengan harapan agar Prof. Elisabeth Rukmini dapat mengemban amanah ini dengan baik dan agar UPJ semakin maju di bawah pimpinannya, dengan terus menjunjung tinggi nilai-nilai Jaya.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*