JAKARTA, KalderaNews.com – Lebih dari seratus siswa SD di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami keracunan usai menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat, 3 Oktober 2026.
Siswa yang menjadi korban berasal dari SD GMIT Soe 2, SD Advent, dan SDI Oenasi. Kapolres TTS, AKBP Hendra Dorizen, menyebutkan jumlah korban terus didata.
“Data pastinya masih dikumpulkan, tetapi jumlahnya mencapai 100 lebih. Polres TTS ikut membantu para korban agar mendapat penanganan medis secara baik,” ujarnya, Sabtu (4/10/2025).
BACA JUGA:
- Viral Ompreng MBG Dicuci di Air Keruh, Operasional SPPG Bandung Barat Dihentikanerpres!
- Ternyata, Inilah Penyebab Keracunan MBG, 8 Bakteri, 2 Virus, dan 2 Zat Kimia Ditemukan
- P2G: Guru Ikut Urus MBG, Makin Perberat Beban dan Pangkas Jam Pelajaran!
Rumah Sakit Dirikan Tenda Darurat
Hendra menuturkan bahwa gejala seperti mual dan pusing mulai dirasakan siswa sekitar pukul 13.30 Wita setelah mengonsumsi makanan MBG. Sejumlah anak kini masih dirawat di RSUD Soe, sementara sebagian lainnya sudah dipulangkan.
“Sebagian sudah dipulangkan oleh tim medis karena kondisinya sudah membaik,” jelasnya.
Karena korban semakin banyak, Polres TTS bersama tim medis akhirnya mendirikan tenda darurat di lapangan Puspenmas Soe untuk menampung siswa yang tidak tertangani di rumah sakit.
“Hasil koordinasi dengan dokter di RSUD Soe, mereka meminta kami untuk bangun tenda darurat. Di tenda itu ada tim medis Polri yang siap menangani adik-adik itu,” tambah Hendra.
Ia juga mengungkapkan bahwa menu MBG di tiga sekolah tersebut dikelola oleh SPPG Kota Soe 1 dari Yayasan Peduli Timorana Mandiri
. “Menu tadi siang itu sop dan soto ayam,” pungkas Hendra.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply