Waduh! Atap Tiga Kelas SD di Nganjuk Ambruk Saat Jam Pelajaran

Kondisi ruang kelas SDN II Jatigreges yang ambruk. (Ist.)
Kondisi ruang kelas SDN II Jatigreges yang ambruk. (Ist.)
Sharing for Empowerment

NGANJUK, KalderaNews.com – Atap tiga ruang kelas di SDN 2 Jatigreges, Pace, Nganjuk, Jawa Timur, tiba-tiba ambruk saat kegiatan belajar mengajar (KBM).

Beruntungnya, kejadian pada Sabtu, 25 Oktober 2025 ini tidak menimbulkan korban jiwa berkat kesigapan guru dan kejelian siswa.

Tiga ruangan yang atapnya ambruk adalah kelas 4, 5, dan 6, dengan kerusakan terparah menimpa kelas 4.

Tak hanya atap, sebagian dinding kelas 4 juga ikut runtuh, menunjukkan parahnya kondisi bangunan.

BACA JUGA:

Menurut Kepala SDN Jatigreges 2, Julianto, insiden terjadi ketika siswa kelas 4 sedang berkegiatan di luar kelas.

Dua siswa yang masih berada di dalam ruangan mendengar suara retakan kayu. Mereka langsung melaporkannya kepada guru.

“Saat kegiatan di luar kelas, ada dua siswa yang masih di dalam mendengar suara seperti kayu yang mau patah. Mereka segera melaporkannya kepada guru,” jelas Julianto.

Mendapat laporan itu, guru segera memerintahkan semua siswa menjauh dari bangunan kelas.

“Tidak lama kemudian, atap pun roboh. Beruntung tidak ada korban dalam kejadian tersebut,” imbuhnya.

Bangunan sudah lapuk

Dugaan sementara, ambruknya atap kelas ini disebabkan oleh kondisi bangunan yang sudah lapuk termakan usia.

Ditambah, wilayah Nganjuk telah diguyur curah hujan tinggi selama tiga hari terakhir, membuat struktur bangunan tidak kuat menahan beban.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Puguh Harnanto, langsung mendatangi lokasi.

Ia menyatakan, langkah awal yang diambil adalah mengamankan area sekitar, mengingat dua kelas lainnya juga disebut memiliki kondisi yang hampir sama.

Untuk memastikan KBM tetap berjalan, Dinas Pendidikan berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat guna mencari lokasi sementara.

“Kita masih berkoordinasi dengan pihak desa untuk mencarikan lokasi atau rumah warga yang dekat dengan sekolah. Tempat itu nantinya akan digunakan sebagai kegiatan belajar mengajar sementara, sambil menunggu proses rehabilitasi kelas yang atapnya roboh,” jelas Puguh Harnanto.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnyadi Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*