
JAKARTA, KalderaNews.com – Catat! Akhir 2025 ditutup dengan pertunjukan langit yang memukau. Ada Supermoon, dua kali hujan meteor, dan fenomena Solstis.
Bagi para pencinta astronomi, Desember 2025 menjanjikan tontonan kosmik yang tak boleh dilewatkan.
Sepanjang bulan ini, langit malam akan dihiasi oleh lima fenomena langit menakjubkan, termasuk dua hujan meteor yang spektakuler dan satu Supermoon yang tampak lebih besar dan cerah.
BACA JUGA:
- Cek Jadwal dan Cara Mengamati! Supermoon Terakhir 2025 Muncul Awal Desember
- Akhirnya! Oxford University Akui Kontribusi Peneliti Indonesia dalam Penemuan Bunga Rafflesia hasseltii
- Waspada! BMKG Prediksi Puncak Musim Hujan Lebih Panjang, November 2025 – Februari 2026
Berikut rangkuman jadwal dan detail lengkap dari lima fenomena astronomi yang terjadi pada Desember 2025:
Supermoon (3-4 Desember)
Pertunjukan akan dimulai pada awal bulan dengan hadirnya Supermoon pada 3-4 Desember 2025.
Supermoon terjadi ketika fase Bulan Purnama bertepatan dengan momen di mana Bulan berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi (perigee).
Hasilnya? Bulan akan terlihat lebih besar dan sangat terang!
Bulan diperkirakan akan tampak 7,9 persen lebih besar dan 15 persen lebih terang dibandingkan Bulan Purnama biasa.
Puncak hujan Meteor Geminid (13-14 Desember)
Jangan tidur larut malam pada pertengahan bulan, sebab akan ada puncak hujan meteor paling deras tahunan!
Hujan Meteor Geminid akan mencapai puncaknya pada malam 13 Desember hingga dini hari 14 Desember 2025.
Fenomena ini sering disebut sebagai salah satu hujan meteor paling aktif dan spektakuler.
Pada puncaknya mampu menghasilkan hingga 120 meteor berwarna-warni per jam. Meteor-meteor Geminid ini berasal dari puing-puing asteroid unik bernama 3200 Phaethon.
Fase Bulan Baru (20 Desember)
Pada 20 Desember 2025, Bulan akan memasuki fase Bulan Baru. Ini adalah momen ketika Bulan berada sejajar dengan Matahari dan tidak akan terlihat dari Bumi.
Kondisi ini justru menjadi waktu terbaik bagi para pengamat bintang. Karena tidak ada cahaya Bulan yang mengganggu, langit menjadi sangat gelap.
Ini adalah kesempatan untuk mengamati objek-objek redup seperti galaksi, nebula, dan gugus bintang dengan sangat jelas.
Solstis Desember (21 Desember)
Secara ilmiah, Solstis Desember yang terjadi pada 21 Desember 2025 menandai perubahan musim.
Solstis menandai hari pertama musim dingin dan merupakan hari terpendek dalam setahun.
Puncak Hujan Meteor Ursid (21-22 Desember)
Sebagai penutup, langit akan menyuguhkan hujan meteor kedua, yaitu Hujan Meteor Ursid.
Fenomena ini akan mencapai puncaknya pada malam 21 Desember hingga pagi 22 Desember 2025.
Meskipun intensitasnya lebih rendah dari Geminid, Ursid tetap layak disaksikan. Hujan meteor ini menghasilkan sekitar 5-10 meteor per jam dan berasal dari partikel debu yang ditinggalkan oleh Komet Tuttle.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply