Kuota S1 PTN Terancam Dipangkas, Gerbang Universitas Impian Makin Sulit Digapai, Mahasiswa Menjerit?

Ilustrasi: kampus UI
Sharing for Empowerment

DEPOK, KalderaNews.com – Dunia pendidikan tinggi Indonesia tengah memanas. Rencana Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk membatasi kuota mahasiswa baru (maba) S1 di PTN—khususnya PTN-BH—mulai memicu reaksi dari pimpinan kampus top.

Kebijakan ini mencuat setelah adanya “sentilan” dari pihak Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang meminta PTN besar berhenti “memonopoli” mahasiswa S1 dan lebih fokus pada riset pascasarjana.

Direktur Kelembagaan Kemdiktisaintek, Mukhamad Najib, mengonfirmasi bahwa pemerintah memang berencana mengerem laju penerimaan S1 di PTN.

BACA JUGA:

“Terutama untuk PTN-BH, jumlah rekrutmen mahasiswanya akan kita batasi,” tegas Najib (12/2). Langkah ini disebut-sebut sebagai upaya menyeimbangkan ekosistem pendidikan tinggi nasional.

Respons Menohok Rektor UI

Menanggapi isu tersebut, Rektor Universitas Indonesia (UI), Prof. Heri Hermansyah, angkat bicara. Ia menegaskan bahwa secara teknis, UI sebenarnya punya kapasitas “jumbo” yang belum terpakai.

“Kalau rasionya 1 dosen 40 mahasiswa, daya tampung UI itu bisa 160.000 orang. Padahal mahasiswa kita saat ini hanya 52.000-an,” ujar Heri di Balairung UI (14/2).

Artinya, UI saat ini hanya menggunakan sepertiga dari kapasitas maksimalnya demi menjaga gengsi dan mutu akademik.

“Bukan Modal Kaya, Tapi Prestasi”

Di tengah isu bahwa PTN-BH terlalu “rakus” mengejar kuantitas, Prof. Heri pasang badan. Ia menekankan bahwa UI selama ini sudah sangat selektif.

  • Success Rate 1%: Hanya 1 dari 100 pendaftar yang diterima.
  • Filter Ketat: “Yang masuk UI tidak bisa hanya modal kaya, harus prestasi,” tegasnya.

Pernyataan ini seolah menjadi jawaban bagi kritik yang menyebut PTN besar menjadi penghambat bagi kampus swasta untuk mendapatkan mahasiswa berkualitas.

Kemelut ini menimbulkan kekhawatiran baru: jika kuota PTN-BH benar-benar dipangkas ketat oleh pemerintah, persaingan masuk kampus favorit akan semakin “berdarah-darah”.

Namun, pihak UI menjamin bahwa pembatasan kuota sejalan dengan semangat mereka menjaga rasio ideal. Masalahnya, mampukah kampus swasta menampung “limpahan” mahasiswa tersebut dengan kualitas yang setara?

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


822 views