The Path To Financial Freedom, EduFulus – Pasar modal Indonesia sedang berada di titik nadir integritasnya. Sebuah “gempa bumi” melanda Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah rentetan kasus manipulasi Initial Public Offering (IPO) terkuak ke publik.
Tidak hanya melibatkan emiten “abal-abal”, skandal ini secara memalukan menyeret oknum di dalam tubuh otoritas bursa itu sendiri.
Di tengah badai penyidikan oleh Bareskrim Polri, Iman Rachman yang menjabat sebagai Direktur Utama BEI resmi menyatakan mundur dari jabatannya pada Rabu (4/2/2026).
SIMAK JUGA: Klarifikasi Heboh, PT Diamond Citra Propertindo (DADA) Bantah Kantor Pusat di Warung Kelontong
Langkah ini menyusul aksi jual besar-besaran investor asing dan suspensi dari MSCI yang merusak kredibilitas pasar modal Indonesia.
Benalu di Tubuh Bursa: Eks Pegawai BEI Jadi Tersangka
Bareskrim Polri melalui Dirtipideksus, Brigjen Ade Safri Simanjuntak, mengungkap bahwa praktik kotor ini merupakan pengembangan dari kasus yang sudah inkrah.
Kali ini, polisi menetapkan tiga tersangka baru dalam kasus dugaan manipulasi IPO PT Multi Makmur Lemindo (PIPA):
- Boi Hutagalung: Eks pegawai BEI (staf Unit Evaluasi dan Pemantauan).
- David Alusinsing: Financial Advisor.
- Ridwan Erviansyah: Project Manager PIPA.
Modusnya sangat berani: PIPA diduga memanipulasi nilai aset sebesar Rp97 miliar agar layak melantai di bursa, padahal secara fundamental perusahaan ini dianggap tidak layak IPO.
Praktik ini melibatkan “jasa konsultasi” dari orang dalam bursa untuk memuluskan jalan bagi emiten “gorengan”.
Drama Shinhan Sekuritas: Markas SCBD Digeledah
Penyidikan polisi tidak berhenti di individu. Pada Selasa (3/2/2026), penyidik Bareskrim melakukan penggeledahan di kantor PT Shinhan Sekuritas Indonesia di kawasan elite SCBD.
Sekuritas asal Korea Selatan ini berada di bawah radar karena perannya sebagai penjamin pelaksana emisi efek (underwriter) untuk dua emiten yang bermasalah: PIPA dan PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA).
Skandal DADA: Kantor “Toko Kelontong” & Tipuan Vanguard
Kasus emiten DADA bahkan lebih “ajaib” dan menyakitkan bagi investor ritel. Modus yang digunakan sangat rapi namun mematikan:
Hoaks Kelas Dunia: Investor diguyur rumor bahwa perusahaan raksasa AS, The Vanguard Group, akan mengakuisisi DADA. Harga saham diprediksi terbang ke Rp230.000.
Euforia Ritel: Akibat rumor ini, 50.000 lebih investor ritel baru terjebak masuk, membuat harga saham melonjak 525%.
SIMAK JUGA: Kontroversi Saham DADA dan Analis yang Dipertanyakan Kredibilitasnya
Exit Strategy Pengendali: Saat ritel berbondong-bondong membeli di harga pucuk, pemegang saham pengendali (PT Karya Permata Inovasi Indonesia) justru melakukan dumping atau jual besar-besaran, meraup dana segar lebih dari Rp400 miliar, dan menyisakan “zombie” bagi investor ritel yang kini menguasai 69% saham.
Alamat Palsu: Fakta paling mencengangkan terungkap saat alamat kantor DADA di situs resmi BEI dicek. Alih-alih kantor perusahaan properti mewah, alamat tersebut ternyata mengarah ke sebuah toko kelontong.
Pengunduran Diri Sang Dirut: Tanggung Jawab atau Sinyal Darurat?
Mundurnya Iman Rachman menjadi puncak dari krisis kepercayaan ini.
Meskipun Iman menyatakan pengunduran dirinya sebagai bentuk tanggung jawab demi menjaga kredibilitas institusi, publik tetap bertanya-tanya: Sejauh mana “kanker” manipulasi ini telah menyebar di dalam sistem pengawasan bursa?
“Sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi, saya menyatakan mengundurkan diri. Saya berharap ini yang terbaik bagi pasar modal,” ujar Iman.
Alarm Keras bagi OJK & BEI
Pelaku pasar menilai kejadian ini adalah bukti kegagalan sistem deteksi dini di bursa. OJK dan BEI didesak untuk tidak hanya menunggu proses pidana di Bareskrim, tetapi harus proaktif menyisir emiten-emiten lain yang memiliki pola serupa dengan DADA dan PIPA.
Integritas pasar adalah segalanya. Jika emiten dengan kantor “toko kelontong” bisa lolos listing dan oknum orang dalam bisa disewa untuk “menggoreng” saham, maka lantai bursa tak lebih dari sebuah meja judi yang sudah diatur bandarnya.
SIMAK JUGA: Ini 5 Fakta dan Temuan Baru Kasus ‘Saham Gorengan’ PIPA yang Menyeret Shinhan Sekuritas
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus lainnya di Google News. Dus, jika ada yang tertarik menjalin kerjasama dengan di konten EduFulus, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply