YOGYAKARTA, KalderaNews.com – Jagat maya, khususnya platform Instagram, mendadak meledak setelah sebuah kabar pahit menyeruak dari salah satu studio animasi milik universitas ternama di Yogyakarta.
Tak tanggung-tanggung, lebih dari 100 karyawan dilaporkan nasibnya terkatung-katung akibat hak mereka yang diduga diabaikan oleh pihak manajemen.
Kabar yang kini tengah viral tersebut mengungkap tabir gelap di balik industri kreatif berbasis kampus: ratusan pekerja belum menerima gaji sejak Januari 2025!
BACA JUGA:
- Rheza Sendy Pratama, Mahasiswa Amikom Jogja Tewas Usai Demo, Keluarga Ungkap Banyak Luka Mencurigakan di Tubuh
- Rheza Sendy Pratama, Mahasiswa Universitas Amikom Jogja Diduga Meninggal Usai Demo
- Amikom Yogyakarta Raih Peringkat Satu Dunia Dalam The World University Rankings For Innovation 2024 Kategori Leadership
Akun IG @merapi_uncover menuliskan “Ijin curhat min, tolong identitas saya disamarkan
Jadi kami karyawan studio animasi grup dari sebuah universitas di Yogyakarta min.
Sudah dari januari 2025 gaji dan tunjangan kami belum terbayarkan sepenuhnya min, ada 100an lebih karyawan, dan secara bertahap kami di PHK min, padahal sudah kerja 10 thn lebih, tapi hak kami belum terbayarkan hanya catatan gaji dan pesangon terhutang yg jumlahnya tiap orang bisa puluhan hingga ratusan juta, tanpa keterangan jelas kapan akan dibayarkan min.
Kami sudah berusaha lapor ke disnaker, berdialog dengan rektor dan pengurus yayasan, tapi selalu cuman dijanjiin min. Katanya tidak punya dana, tapi malah bikin kampus baru di daerah M. Padahal karyawannya juga kebanyakan alumni kampus tersebut juga min.
Semoga dengan berita ini bisa menggerakkan hati mereka min, kasihan eks karyawannya segitu banyak, dan rata-rata sudah berkeluarga dan terlilit hutang karena lama tidak digaji min.
Terima kasih min.
Berdasarkan informasi yang beredar luas di media sosial, penderitaan para karyawan ini bukan hanya soal gaji yang nunggak selama lebih dari satu tahun. Yang membuat publik semakin meradang adalah adanya isu PHK Massal yang dilakukan secara tiba-tiba tanpa kejelasan pesangon.
Bayangkan, para kreator yang telah mendedikasikan waktu dan karyanya justru harus menerima kenyataan pahit:
Gaji Macet: Terhitung sejak Januari 2025 hingga Februari 2026, hak dasar mereka menguap begitu saja.
Tanpa Pesangon: Setelah bekerja tanpa upah, mereka kabarnya didepak tanpa kompensasi sepeser pun.
Status Kampus: Ironisnya, studio ini berada di bawah naungan sebuah institusi pendidikan tinggi yang seharusnya menjadi contoh penegakan etika dan hukum.
Netizen Ngamuk: “Industri Kreatif atau Perbudakan Modern?”
Unggahan yang viral tersebut langsung diserbu ribuan komentar dari netizen yang geram. Banyak yang menyayangkan bagaimana sebuah studio animasi di bawah universitas—yang biasanya memiliki citra mentereng—bisa melakukan tindakan yang dinilai tidak manusiawi.
“Kerja pakai skill, dibalas pakai janji palsu. Setahun nggak digaji itu luar biasa zolimnya!” tulis salah satu akun di kolom komentar.
Menanti Klarifikasi Pihak Universitas
Hingga berita ini diturunkan, publik masih menunggu pernyataan resmi dari pihak universitas terkait skandal besar ini. Masyarakat mendesak agar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) segera turun tangan untuk melakukan investigasi mendalam terhadap manajemen studio tersebut.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi sektor industri kreatif di Yogyakarta. Di balik layar-layar animasi yang memukau, ternyata tersimpan duka mendalam dari para pekerjanya yang kini berjuang demi mendapatkan hak yang dirampas.
Inisial Hingga Tagih Klarifikasi Kampus Ungu
Kabar dugaan penunggakan gaji dan PHK massal di studio animasi milik sebuah universitas di Yogyakarta ini langsung memancing ribuan reaksi netizen. Berikut adalah rangkuman suara netizen yang terpantau di media sosial:
Tebak-Tebakan Inisial “Kampus Ungu” & Ringroad Utara
Mayoritas netizen langsung merujuk pada satu nama kampus karena ciri-ciri yang disebutkan sangat spesifik. Sebutan “Kampus Ungu”, “Kampus Berdasi”, hingga lokasi yang disebut “seberang UPN/tetangga UII Ekonomi” mendominasi kolom komentar.
“Inisial kampus ungu seberang UPN kah?” tulis salah satu netizen.
“Klo dr gedungnya pasti bisa nebak kan?” sahut yang lain.
Menyeret Nama Studio MSV dan Film “Battle of Surabaya”
Netizen yang jeli langsung mengaitkan kasus ini dengan studio produksi film animasi terkenal. Nama MSV Studio dan film “Battle of Surabaya” berkali-kali dimention oleh netizen sebagai pihak yang diduga terkait.
“Battle of Surabaya 🔥🔥🔥”
“Studio MSV. Punya Amikom,” tulis netizen dengan gamblang.
“Wah ini kampus yang lulusannya kemarin habis bikin film Jumbo kan??”
Kekecewaan Alumni dan Mantan Karyawan
Sentimen sedih dan malu muncul dari para alumni yang merasa citra almamaternya tercoreng. Bahkan, ada netizen yang merasa pernah mengalami kejadian serupa di tempat tersebut.
“Mosok tenan Amikom kayak gini? Malu sebagai alumni jika benar demikian,” tulis akun @diditnurwa_ dengan ratusan likes.
“Kayaknya dejavu, soalnya aku juga pernah digituin, tapi gatau ini tempat yang sama apa bukan,” ungkap seorang netizen lain menceritakan pengalaman pahitnya.
Kecaman Terhadap Manajemen
“Dholim!” Banyak netizen yang menyoroti sisi kemanusiaan, mengingat jumlah korban mencapai ratusan orang yang kemungkinan besar adalah kepala keluarga.
“Dholim sih itu. Ratusan orang loh karyawannya, beberapa pasti kepala keluarga, njuk pie nasib keluargane…”
“Wow sangat tidak amanah ini, gak takut dosa apa ya.”
Tagih Klarifikasi Resmi
Tak sedikit netizen yang langsung melakukan tagging ke akun resmi universitas dan lembaga terkait untuk meminta penjelasan segera.
“DI TUNGGU KLARIFIKASINE MIN @amikomjogja @kemahasiswaan_amikom,” tuntut netizen.
“Ayo anak-anak ‘kampus berdasi’ ramaikan kolom komentar dengan unek-unek kalian.”
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply