Dukcapil Klaim Manusia Tertua di Dunia Ada di Indonesia, Maryam Asal Madura Berusia 118 Tahun

Warga Bangkalan bernama Maryam menjadi orang tertua di Indonesia dengan usia 118 tahun
Warga Bangkalan bernama Maryam menjadi orang tertua di Indonesia dengan usia 118 tahun (KalderaNews/Tangkapan layar YouTube Dukcapil Kemendagri)
Sharing for Empowerment

JAKARTA, KalderaNews.com – Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, Teguh Setyabudi, mengungkap temuan mengejutkan terkait data kependudukan terbaru Indonesia.

Dukcapil mengklaim bahwa manusia tertua yang masih hidup di dunia saat ini berasal dari Indonesia, tepatnya dari Bangkalan, Madura.

Sosok tersebut adalah Maryam, seorang perempuan kelahiran tahun 1907 yang kini telah menyentuh usia 118 tahun.

BACA JUGA:

Klaim ini menempatkan Maryam dua tahun lebih senior dibandingkan pemegang rekor manusia tertua di dunia versi catatan internasional, Ethel Caterham dari Inggris, yang lahir pada 1909 (berusia 116 tahun).

Rahasia Panjang Umur di Wilayah Tak Terduga

Data yang dipaparkan dalam Rilis Data Kependudukan Bersih (DKB) Semester II Tahun 2025 ini memicu diskusi menarik. Selain Maryam, Dukcapil juga mencatat sejumlah warga lanjut usia (lansia) lain yang melampaui usia satu abad, di antaranya:

  • Sahami (117 tahun): Lahir tahun 1908 di Pamekasan, Madura.
  • Aniah (116 tahun): Asal Cianjur, Jawa Barat.
  • Parini (116 tahun): Lahir di Batanghari, Jambi.

Menariknya, dua dari penduduk tertua tersebut berasal dari Pulau Madura. Secara statistik, Madura sebenarnya bukan wilayah dengan Angka Harapan Hidup (AHH) tertinggi di Jawa Timur.

Jika dibandingkan dengan Surabaya yang memiliki AHH 76,02 tahun, wilayah Madura seperti Bangkalan dan Pamekasan rata-rata berada di angka 68 hingga 69 tahun.

Namun, sosok Maryam dan Sahami membuktikan bahwa kondisi individu dapat melampaui rata-rata statistik wilayahnya.

Memastikan Validitas Data

Dirjen Dukcapil menegaskan bahwa data ini bukan sekadar angka di atas kertas. Pihaknya berkomitmen untuk melakukan verifikasi lapangan guna memastikan kondisi fisik para lansia tersebut.

“Mereka masih hidup. Saya tidak mau tampilkan (secara luas) kalau tidak dicek langsung,” ujar Teguh Setyabudi di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Bonus Demografi: Indonesia Didominasi Usia Produktif

Di samping temuan mengenai lansia, Dukcapil juga merilis data komposisi usia penduduk Indonesia yang kini mencapai titik strategis. Saat ini, sebesar 69,03 persen penduduk Indonesia berada pada usia produktif.

Kelompok usia terbesar berada pada rentang 40–44 tahun dengan jumlah lebih dari 14,8 juta jiwa. Teguh menyebut kondisi ini sebagai “Bonus Demografi” yang diperkirakan akan bertahan hingga tahun 2030-an.

“Inilah kita bersyukurnya bahwa mungkin sampai dengan 2030-an itulah yang namanya bonus demografi. Tinggal bagaimana kita mengoptimalkan potensi usia produktif tersebut,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*