Iduladha atau Idul Adha? Ini Penulisan yang Benar Sesuai EYD

Perayaan Idul Adha. (freepik)
Perayaan Idul Adha. (freepik)
Sharing for Empowerment

Sering keliru menulis Iduladha? Ternyata ada aturan bakunya. Simak cara penulisan yang tepat agar tak lagi salah kaprah.

JAKARTA, KalderaNews.com – Bagi masyarakat Indonesia, perayaan hari besar keagamaan sering kali menjadi momen untuk berbagi ucapan di media sosial.

Namun, di balik hangatnya silaturahmi, sering muncul perdebatan kecil mengenai penulisan yang benar: Iduladha atau Idul Adha?

Banyak orang yang masih menulisnya dengan spasi, Idul Adha, karena terpengaruh oleh bentuk aslinya dalam bahasa Arab yang terdiri dari dua kata terpisah.

Padahal, dalam kaidah tata bahasa Indonesia yang berlaku saat ini, penulisan tersebut dianggap tidak baku.

BACA JUGA:

Kenapa harus disambung?

Berdasarkan pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD), istilah “Iduladha” telah diserap ke dalam bahasa Indonesia sebagai sebuah kata majemuk yang utuh.

Aturan utama dalam penulisan istilah serapan ini adalah:

  1. Ketika sebuah gabungan kata diserap menjadi istilah teknis atau nama hari raya dalam bahasa Indonesia, penulisannya harus dirangkai menjadi satu kesatuan kata.
  2. Memberikan spasi di antara “Idul” dan “Adha” dianggap menyalahi kaidah penulisan kata majemuk yang sudah disepakati dalam standar kebahasaan nasional.

Penulisan yang benar

Untuk memastikan kamu tidak lagi terjebak dalam kesalahan umum, ingatlah panduan praktis berikut:

  1. Tulis dirangkai, selalu gunakan Iduladha (tanpa spasi).
  2. Perhatikan huruf ‘A’ pada ‘adha’ tidak perlu ditulis kapital karena sudah menjadi bagian dari satu kata, kecuali jika posisi kata tersebut berada di awal kalimat.
  3. Dalam penulisan berita, surat resmi, atau unggahan media sosial yang profesional, selalu gunakan bentuk baku untuk menjaga kredibilitas dan menghargai aturan bahasa.

Contoh penggunaan:

  • Salah: “Selamat merayakan hari raya Idul Adha bersama keluarga.”
  • Benar: “Selamat merayakan hari raya Iduladha bersama keluarga.”

Menggunakan penulisan yang baku bukan sekadar masalah teknis, melainkan bentuk kecintaan terhadap bahasa Indonesia.

Dengan membiasakan diri menulis Iduladha secara benar, kita turut serta dalam melestarikan kaidah bahasa yang baik dan benar di tengah arus informasi digital yang begitu cepat.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*