10 Negara dengan Rata-rata IQ Terendah di Dunia, Indonesia Masuk Peringkat?

Ilustrasi Berpikir Sederhana dengan Teknik Feynman (KalderaNews/Ist)
Ilustrasi Berpikir Sederhana dengan Teknik Feynman (KalderaNews/Ist)
Sharing for Empowerment

International IQ Test 2025 merilis daftar negara dengan rata-rata IQ terendah di dunia. Simak 10 negara terbawah beserta posisi Indonesia.

JAKARTA, KalderaNews.com– International IQ Test (IIT) 2025 kembali merilis daftar rata-rata skor Intelligence Quotient (IQ) berbagai negara di dunia.

Pemeringkatan ini disusun berdasarkan hasil tes yang diikuti sekitar 1,35 juta partisipan dari berbagai negara melalui platform International IQ Test.

Tes IQ digunakan untuk mengukur kemampuan kognitif seseorang, mulai dari daya ingat, kemampuan bernalar, hingga kecepatan memproses informasi. Dari hasil tersebut kemudian dihitung rata-rata skor IQ setiap negara.

Lantas, negara mana saja yang masuk dalam daftar 10 negara dengan rata-rata IQ terendah di dunia?

BACA JUGA:

Daftar 10 negara dengan rata-rata IQ terendah di dunia

1. Somalia

Somalia menempati urutan pertama dalam daftar ini dengan rata-rata skor IQ sebesar 83,84. Negara tersebut masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari konflik berkepanjangan, kemiskinan, hingga terbatasnya akses terhadap pendidikan.

Menurut UNESCO, banyak anak di Somalia belum dapat mengakses pendidikan karena biaya sekolah, faktor keamanan, minimnya tenaga pengajar, hingga fasilitas pendidikan yang belum memadai.

2. Timor-Leste

Posisi kedua ditempati Timor-Leste dengan rata-rata skor 86,70. Pemerintah negara tersebut terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan, tetapi masih dihadapkan pada berbagai kendala seperti tingginya angka putus sekolah, keterbatasan fasilitas, serta akses pendidikan yang belum merata di wilayah pedesaan.

3. Rwanda

Rwanda mencatat rata-rata skor IQ 86,90. Meski dikenal memiliki sistem pendidikan yang terus berkembang di kawasan Afrika Sub-Sahara, negara ini masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa serta kualitas tenaga pengajar.

4. Nikaragua

Dengan skor rata-rata 87,85, Nikaragua berada di posisi keempat. Pertumbuhan ekonomi yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir belum sepenuhnya diikuti pemerataan akses pendidikan, sehingga ketimpangan sosial masih menjadi tantangan bagi negara tersebut.

5. Angola

Angola memperoleh skor rata-rata 87,98. Rendahnya investasi di sektor pendidikan, meningkatnya jumlah anak yang tidak bersekolah, serta pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi menjadi beberapa faktor yang memengaruhi kualitas pendidikan di negara ini.

6. Gabon

Gabon berada di posisi keenam dengan skor 88,35. Meski menjadi salah satu produsen minyak terbesar di Afrika, sebagian besar masyarakatnya masih hidup dalam kondisi ekonomi yang sulit sehingga berdampak pada pembangunan sektor pendidikan.

7. Uganda

Uganda menempati urutan ketujuh dengan skor 88,49. Data sensus terbaru menunjukkan tingkat literasi masyarakat terus meningkat, meski sekitar seperempat penduduk dewasa masih belum memiliki kemampuan membaca dan menulis secara memadai.

8. Republik Demokratik Kongo

Republik Demokratik Kongo berada di posisi kedelapan dengan rata-rata skor 88,60. Ketidakstabilan politik, minimnya infrastruktur, serta lambatnya pembangunan menjadi tantangan yang masih dihadapi negara tersebut.

9. Afghanistan

Afghanistan mencatat skor rata-rata 89,31. Krisis politik dan kemanusiaan yang berlangsung selama bertahun-tahun, ditambah berbagai bencana alam, turut memengaruhi keberlangsungan sistem pendidikan di negara itu.

10. Tanzania

Tanzania menempati posisi kesepuluh dengan skor rata-rata 89,57. Pemerintah terus memperluas akses pendidikan, terutama bagi anak perempuan. Namun, masih banyak anak usia sekolah yang belum memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan formal.

Indonesia Berada di Peringkat Ke-12

Dalam pemeringkatan International IQ Test (IIT) 2025, Indonesia berada di peringkat ke-12 dengan rata-rata skor IQ 89,96. Sementara itu, berdasarkan data Lynn/Becker 2019, Indonesia menempati posisi ke-69 dengan rata-rata skor 78,49.

Perlu dipahami bahwa hasil pemeringkatan IQ tidak dapat dijadikan satu-satunya indikator kecerdasan suatu negara.

Banyak faktor yang memengaruhi hasil tersebut, mulai dari kualitas pendidikan, kondisi kesehatan dan gizi, lingkungan sosial, hingga metode penelitian dan karakteristik responden yang digunakan dalam setiap survei.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*