Profil Kontroversial Bupati Suhardiman Amby yang Serahkan Diri ke KPK

Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Dr. H. Suhardiman Amby, Ak., M.M.,
Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Dr. H. Suhardiman Amby, Ak., M.M., (KalderaNews/Ist)
Sharing for Empowerment

Profil Bupati Kuansing Suhardiman Amby, dari anak desa bergelar doktor hingga tersandung kasus suap dan menyerahkan diri ke KPK.

JAKARTA, KalderaNews.com – Dunia politik Indonesia kembali dikejutkan oleh operasi senyap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Dr. H. Suhardiman Amby, Ak., M.M., bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kuansing, Zulkarnaen, resmi menyerahkan diri ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta pada Selasa (30/6/2026) malam pukul 21.17 WIB.

Langkah kooperatif ini diambil setelah keduanya sempat dicari keberadaannya pasca-Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar tim penyidik di wilayah Kabupaten Kuansing, Riau, pada Senin (29/6/2026).

Berdasarkan keterangan Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, status perkara telah dinaikkan ke tahap penyidikan melalui gelar perkara (ekspose), di mana Suhardiman dijerat atas dugaan kasus suap jual beli jabatan untuk posisi Sekretaris Daerah.

BACA JUGA:

Lantas, siapakah sesungguhnya pemimpin bergelar adat Datuk Panglimo Dalam ini? Berikut adalah rekam jejak, profil akademik, hingga perjalanan politik penuh dinamika dari seorang Suhardiman Amby.

Profil dan Latar Belakang Pendidikan Sang Doktor

Lahir di Kenegerian Pulau Panjang Hilir, Kecamatan Inuman, pada 16 Juli 1969, Suhardiman tumbuh dari kesederhanaan lingkungan tepi Sungai Kuantan.

Meski lahir sebagai anak desa, ia memiliki ambisi akademik yang sangat kuat, terbukti dari keberhasilannya menuntaskan pendidikan hingga jenjang tertinggi (S-3).

Berikut adalah riwayat pendidikan lengkap Dr. H. Suhardiman Amby:

  • SD: SDN 012 Pulau Panjang Hilir
  • SLTP: SLTPN 01 Inuman
  • SLTA: SMAN 1 Kuantan Hilir
  • Sarjana (S-1): Universitas Riau (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan)
  • Magister (S-2): Universitas Lancang Kuning (Magister Manajemen)
  • Doktoral (S-3): Universitas Padjadjaran / Universitas Pasundan (Lulus 2024)

Semasa berkuliah di Universitas Riau, jiwa kepemimpinannya sudah terlihat menonjol. Ia aktif memegang posisi strategis, mulai dari Ketua Umum HMJ PIPS Pendidikan Dunia Usaha hingga menjadi bagian dari Presidium Senat Mahasiswa Universitas Riau.

Sepak Terjang di Dunia Aktivis dan Panggung Politik

Sebelum duduk di kursi eksekutif, Suhardiman Amby dikenal sebagai aktivis pergerakan yang vokal di Riau. Pasca-reformasi 1998, ia dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Reformasi Riau serta memimpin LSM AMAR (1990-2000).

Jejak organisasinya merambah ke berbagai lini, termasuk menjadi Sekretaris DPD KNPI Provinsi Riau (2008-2011). Di panggung politik praktis, ia merupakan politikus ulung yang kerap berpindah bendera demi mematangkan strateginya.

Ia tercatat pernah menduduki posisi penting di Partai Kebangkitan Nasional Indonesia (PKNI), Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU), Partai Hanura, hingga akhirnya berlabuh dan menjabat sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Kuantan Singingi.

Karier legislatifnya pun terbilang cemerlang dengan berhasil menduduki kursi Anggota DPRD Provinsi Riau selama dua periode, yakni pada tahun 2004–2009 dan 2014–2019.

Dari Wakil Bupati hingga Terpilih di Periode Kedua

Takdir politik membawa Suhardiman memasuki ranah eksekutif saat terpilih menjadi Wakil Bupati Kuantan Singingi pada tahun 2021. Dinamika politik lokal kemudian menuntut dirinya naik status menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Bupati pada 20 Oktober 2021.

Hal ini terjadi setelah Bupati Kuansing saat itu, Andi Putra, terjaring OTT oleh KPK. Suhardiman kemudian resmi dilantik menjadi Bupati definitif untuk sisa masa jabatan 2023–2025 pada 14 Juli 2023 oleh Gubernur Riau.

Pada Pilbup Kuansing 2024, ia maju sebagai petahana berpasangan dengan Mukhlisin (Ketua KUD Langgeng). Pasangan ini menang telak dengan meraup 100.332 suara (51,69% dari total suara sah) dan dilantik secara resmi untuk periode 2025–2030 di Istana Negara oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025.

Selama memimpin Kuansing, ia sebenarnya menelurkan beberapa program pro-rakyat yang cukup populer di masyarakat, seperti:

  • Universal Health Coverage (UHC): Jaminan kesehatan menyeluruh gratis untuk warga.
  • Home Care & Jamelah (Jemput Antar Ibu Melahirkan): Pelayanan medis langsung ke rumah-rumah warga.
  • Pelestarian Budaya: Bantuan dana pembangunan jalur tradisional demi merawat tradisi ikonik Pacu Jalur.

Kontroversi Mengulang Sejarah Kelam Kuansing

Ironisnya, posisi kepemimpinan yang diraihnya lewat perjalanan panjang dari tepi Sungai Kuantan kini harus berhadapan dengan hukum.

Kasus dugaan suap jual beli jabatan Sekda ini seolah mengulang kembali lembaran hitam kepemimpinan di Kabupaten Kuantan Singingi, di mana bupati sebelumnya juga lengser akibat perkara korupsi yang ditangani lembaga antirasuah.

Dalam operasi tangkap tangan yang menyeret namanya, KPK tidak hanya menyita barang bukti elektronik dan unit mobil yang diduga sebagai instrumen suap, namun juga mengamankan 10 orang lainnya, termasuk memeriksa istri sang bupati.

Walau sempat dikabarkan “menghilang” saat ruang kerjanya disegel, kehadiran Suhardiman ke Gedung Merah Putih untuk menjalani pemeriksaan intensif menandai babak baru penegakan hukum bagi sang kepala daerah.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnyadi Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*