
Daftar terbaru orang terkaya di Indonesia per Juni 2026 versi Forbes & Bloomberg. Intip siapa konglomerat nomor 1 saat ini!
The Path to Financial Freedom, EduFulus – Pergerakan pasar saham, nilai perusahaan, serta dinamika industri komoditas global menjelang akhir Juni 2026 membawa perubahan besar pada peta kekayaan para konglomerat di Indonesia.
Dua lembaga keuangan terkemuka dunia, Forbes dan Bloomberg, kembali merilis pembaruan (update) berkala mengenai nilai kekayaan bersih (net worth) para miliarder tanah air.
Menariknya, terdapat perbedaan dinamika yang cukup signifikan antara kedua data ini akibat perbedaan metodologi kalkulasi waktu riil (real-time).
SIMAK JUGA: Ini Daftar Terbaru 10 Orang Terkaya Indonesia, Ada Sosok Perempuannya
Mulai dari melesatnya bisnis manufaktur global hingga “menguapnya” ratusan triliun rupiah di sektor petrokimia, berikut adalah rincian peta kekuatan finansial terdahsyat di Indonesia per 30 Juni 2026.
Memahami Perbedaan Data Forbes vs Bloomberg
Bagi para investor dan pelaku pasar, fluktuasi angka antara satu indeks dengan indeks lainnya adalah hal yang lumrah.
- Forbes memperbarui nilai kepemilikan publik individu setiap 5 menit saat pasar saham dibuka (dengan penundaan harga saham 15 menit). Untuk perusahaan swasta (tertutup), penyesuaian dilakukan sekali sehari berdasarkan indeks pasar spesifik industri yang bermitra dengan FactSet Research Systems.
- Bloomberg Billionaires Index memantau pergerakan kekayaan secara harian dengan menyoroti pertumbuhan atau penurunan Year-to-Date (YTD) secara kumulatif untuk melihat tren jangka panjang sepanjang tahun berjalan.
10 Orang Terkaya di Indonesia Versi Forbes (Per 30 Juni 2026)
Berdasarkan data Forbes Real-Time Billionaires, Low Tuck Kwong berhasil merebut posisi puncak mengalahkan Prajogo Pangestu yang sempat merajai posisi pertama pada awal Juni. Penurunan saham sektor petrokimia menggeser posisi beberapa taipan.
Berikut daftar 10 orang terkaya di Indonesia versi Forbes:
- Low Tuck Kwong (Peringkat dunia: 171)
- Kekayaan: 16,4 miliar dollar AS (sekitar Rp293,7 triliun)
- Sektor: Batu bara (Bayan Resources)
- Robert Budi Hartono (Peringkat dunia: 201)
- Kekayaan: 14,8 miliar dollar AS (sekitar Rp265,5 triliun)
- Sektor: Perbankan (BCA) dan Tembakau (Djarum)
- Prajogo Pangestu (Peringkat dunia: 214)
- Kekayaan: 13,9 miliar dollar AS (sekitar Rp249 triliun)
- Sektor: Petrokimia dan Energi (Barito Pacific)
- Anthoni Salim (Peringkat dunia: 333)
- Kekayaan: 10,3 miliar dollar AS (sekitar Rp184,7 triliun)
- Sektor: Terdiversifikasi (Grup Indofood)
- Sri Prakash Lohia (Peringkat dunia: 423)
- Kekayaan: 8,5 miliar dollar AS (sekitar Rp152,4 triliun)
- Sektor: Petrokimia (Indorama)
- Tahir dan Keluarga (Peringkat dunia: 432)
- Kekayaan: 8,3 miliar dollar AS (sekitar Rp148,8 triliun)
- Sektor: Terdiversifikasi (Grup Mayapada)
- Otto Toto Sugiri (Peringkat dunia: 531)
- Kekayaan: 7,4 miliar dollar AS (sekitar Rp132,7 triliun)
- Sektor: Pusat Data (Data Center)
- Marina Budiman (Peringkat dunia: 795)
- Kekayaan: 5,3 miliar dollar AS (sekitar Rp95 triliun)
- Sektor: Pusat Data (Data Center)
- Lim Hariyanto Wijaya Sarwono (Peringkat dunia: 1.009)
- Kekayaan: 4,2 miliar dollar AS (sekitar Rp75,3 triliun)
- Sektor: Minyak Sawit dan Tambang Nikel
- Chairul Tanjung (Peringkat dunia: 1.067)
- Kekayaan: 4 miliar dollar AS (sekitar Rp71,7 triliun)
- Sektor: Terdiversifikasi (CT Corp)
Data Bloomberg Billionaires Index: Sukanto Tanoto Pimpin Posisi Teratas
Di sisi lain, indeks dari Bloomberg merekam guncangan hebat pada portofolio saham sejumlah konglomerat besar sepanjang tahun 2026 (YTD).
Akibat koreksi IHSG yang turut dipengaruhi penurunan saham-saham emiten tertentu, total harta Prajogo Pangestu tercatat “menguap” hingga US$29,6 miliar (setara Rp529,9 triliun) di atas kertas.
Kondisi ini membuat Sukanto Tanoto dengan gurita bisnis Royal Golden Eagle (RGE) melesat ke peringkat pertama di Indonesia versi Bloomberg, berkat pertumbuhan positif aset manufaktur globalnya sebesar 12%.
Berikut pergerakan kekayaan 6 konglomerat utama RI versi Bloomberg per 30 Juni 2026 (Kurs Jisdor Bank Indonesia Rp17.856/US$):
| No | Nama Konglomerat | Total Kekayaan | Kenaikan / (Penurunan) YTD | % Perubahan | Sumber Bisnis Utama |
| 1 | Sukanto Tanoto | Rp435,02 T | +Rp46,54 T | +12% | Manufaktur Global (RGE) |
| 2 | Prajogo Pangestu | Rp295,38 T | (-Rp529,9 T) | (-64,2%) | Petrokimia & Energi |
| 3 | Low Tuck Kwong | Rp288,22 T | (-Rp103,83 T) | (-26,6%) | Tambang Batu Bara |
| 4 | Budi Hartono | Rp232,72 T | (-Rp110,99 T) | (-32,3%) | Djarum & Bank BCA |
| 5 | Anthoni Salim | Rp209,45 T | (-Rp75,18 T) | (-26,5%) | Grup Indofood |
| 6 | Dato Sri Tahir | Rp166,49 T | (-Rp78,77 T) | (-32,1%) | Mayapada (Finansial, RS, Properti) |
Highlight Sektor Bisnis 2026
- Infrastruktur Digital & Teknologi: Penempatan nama Otto Toto Sugiri dan Marina Budiman di 10 besar versi Forbes menegaskan bahwa industri data center (pusat data) menjadi salah satu motor pertumbuhan kekayaan tercepat di Indonesia saat ini.
- Komoditas & Manufaktur: Meskipun sektor batu bara, kelapa sawit, dan nikel mengalami fluktuasi harga global yang memicu penyusutan triliunan rupiah pada harta Low Tuck Kwong dan Budi Hartono, sektor ini tetap mendominasi jangkar kekayaan nasional. Sementara itu,diversifikasi manufaktur internasional menjadi kunci kokohnya kekayaan Sukanto Tanoto.
SIMAK JUGA: 10 Orang Terkaya di Indonesia April 2026: Prajogo Pangestu Peringkat 1
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus lainnya di Google News. Dus, jika Anda ingin bekerjasama dengan kanal EduFulus, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply