
Gempa M 7,7 mengguncang wilayah NTT dan menyebabkan lima orang meninggal dunia. Simak informasi selengkapnya di sini!
NTT, KalderaNews.com– Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pukul 05.58 WITA dengan kedalaman 15 kilometer.
Pusat gempa berada sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT. Berdasarkan hasil pemantauan BMKG, hingga saat ini tercatat 37 gempa susulan dengan magnitudo antara 3,7 hingga 6,2.
BACA JUGA:
- Ancaman Nyata Sesar Aktif Daratan di Kabupaten Bogor, Kegempaan Meningkat
- BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat & Angin Kencang 14-15 Agustus
- Kolaborasi BRIN-LPDP Berikan Beasiswa S2-S3 untuk Kembangkan Nuklir Indonesia
Korban Meninggal Capai 5 Orang
Gubernur NTT Melki Laka Lena menyampaikan bahwa jumlah korban meninggal dunia akibat gempa di Kabupaten Nagekeo telah mencapai lima orang berdasarkan laporan terbaru yang diterimanya.
“Berdasarkan informasi yang saya terima saat ini, jumlah korban meninggal sudah lima orang,” kata Melki dalam jumpa pers di Kupang, Sabtu (15/8).
Melki menjelaskan, dua korban meninggal berasal dari Maumere, Kabupaten Sikka, sedangkan tiga korban lainnya berasal dari Kabupaten Manggarai.
Para korban diduga meninggal akibat tertimpa reruntuhan bangunan yang ambruk saat gempa terjadi. Meski demikian, pemerintah daerah masih akan memastikan penyebab pasti kematian para korban.
“Tetapi, kami akan pastikan lagi penyebabnya karena apa,” ujar Melki.
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan satu orang meninggal dunia dan empat lainnya mengalami luka-luka akibat gempa tersebut.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan korban meninggal merupakan warga Kabupaten Sikka. Sementara itu, korban luka tercatat berasal dari Kabupaten Sikka dan Kabupaten Nagekeo.
“Korban meninggal dunia merupakan warga Kabupaten Sikka, sementara korban luka tercatat di Kabupaten Sikka dan Kabupaten Nagekeo,” kata Berton dalam keterangan pers.
BNPB juga mencatat sekitar 2.000 warga di Kabupaten Nagekeo melakukan evakuasi secara mandiri. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan menyusul gempa dan peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan.
Sementara itu, di Kota Bima tercatat satu kepala keluarga atau enam jiwa yang turut terdampak gempa.
Sejumlah Bangunan Mengalami Kerusakan
BNPB sementara ini mengidentifikasi sejumlah kerusakan akibat gempa. Dampak yang tercatat meliputi dua rumah rusak berat, satu rumah rusak sedang, serta dua rumah mengalami kerusakan ringan.
Selain bangunan rumah, satu gudang Bulog turut terdampak. Tiga fasilitas umum mengalami kerusakan ringan dan enam kantor pemerintahan juga dilaporkan terdampak.
Guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah, mulai dari Kabupaten Nagekeo, Sikka, dan Manggarai Barat di NTT. Getaran juga dirasakan warga di Kota Bima dan Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), serta Kabupaten Jeneponto, Kepulauan Selayar, dan Maros di Sulawesi Selatan.
Di Kabupaten Nagekeo, petugas masih melakukan penanganan dampak gempa. Kondisi lalu lintas di sejumlah ruas jalan dilaporkan mengalami kemacetan, sementara aliran listrik masih padam.
Tsunami Sempat Terdeteksi di Sejumlah Wilayah
BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah gempa M 7,7 mengguncang NTT. Namun, peringatan tersebut kemudian dinyatakan berakhir.
Meski demikian, gelombang tsunami sempat terdeteksi di beberapa wilayah. Di Bakalang, Alor, NTT, tercatat tsunami dengan ketinggian 0,14 meter pada pukul 05.41 WIB.
Gelombang setinggi 0,17 meter juga terdeteksi di Dompu, NTB. Sementara itu, di Flores Timur, Labuan Bajo, dan Sikka, ketinggian air tercatat berkisar antara 0,19 hingga 0,36 meter.
Di Maurole, Kabupaten Ende, NTT, ketinggian air bahkan tercatat hampir satu meter pada pukul 05.27 WIB.
BMKG juga sempat menetapkan status siaga hingga waspada tsunami untuk sejumlah wilayah di NTT, NTB, dan Sulawesi Selatan. Potensi ketinggian gelombang yang diperkirakan berkisar antara 0,5 hingga tiga meter.
Sebagai langkah antisipasi, BMKG mengeluarkan rekomendasi “evakuasi menyeluruh” kepada pemerintah daerah di wilayah yang terdampak.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply