
Pemerintah Australia resmi larang mahasiswa asing bawa anggota keluarga demi tekan angka migrasi bersih dan cegah praktik visa hopping.
SYDNEY, KalderaNews.com – Pemerintah Australia kembali mengambil langkah tegas dalam mengatur kebijakan imigrasi negaranya.
Baru-baru ini, dikabarkan bahwa pemerintah Negeri Kanguru berencana melarang mahasiswa asing dari luar negeri untuk membawa anggota keluarga saat datang dengan tujuan studi.
BACA JUGA:
- Viral! Pindah Kewarganegaraan ke Australia, Cek Jalur Visa dan Realitasnya
- Inilah Profil Pendidikan Denada Tambunan, Terseret Masalah Anak Kandung, Pernah Kuliah di Australia
- Ubah Homesickness Jadi Kedewasaan, Inspirasi Marsha Ikut Pertukaran Pelajar 3 Bulan ke Australia
Kebijakan ini tentu menjadi perubahan besar. Selama bertahun-tahun, Australia dikenal cukup terbuka bahkan aktif mengajak pelajar internasional untuk membawa serta keluarga mereka agar dapat mengenal budaya, bereksplorasi, hingga membangun konektivitas sosial di sana.
Menekan Angka Migrasi dan Batasi Visa Sementara
Mengutip laporan ABC News, kebijakan pembatasan ini bertujuan ambisius untuk menurunkan angka migrasi luar negeri bersih atau Net Overseas Migration (NOM).
Pemerintah setempat menargetkan angka NOM dapat turun drastis dari 300.000 menjadi 225.000 pada tahun 2028 mendatang.
Untuk meminimalkan dampak negatif terhadap perekonomian nasional, strategi utama yang ditempuh adalah memangkas jumlah penerbitan visa sementara.
Berdasarkan data, pada tahun 2026 saja, pemerintah Australia telah menggelontorkan sebanyak 337.427 visa pelajar.
Dari jumlah fantastis tersebut, sebanyak 45.991 orang di antaranya merupakan pemohon sekunder yang diklasifikasikan sebagai tanggungan atau keluarga.
Melalui pembatasan ini, pemerintah ingin memastikan para migran dapat meninggalkan Australia secara tertib setelah masa berlaku visa mereka habis.
Langkah ini juga dirancang secara khusus untuk mencegah fenomena “visa hopping”, yakni praktik berganti-ganti jenis visa secara terus-menerus sekaligus membatasi celah penyalahgunaan untuk mengklaim perlindungan suaka.
Alasan Pemerintah dan Pengetatan Ketat Lainnya
Menteri terkait menjelaskan bahwa pengetatan angka migrasi bersih merupakan langkah krusial yang harus diambil secara terarah dan masuk akal agar perekonomian tetap stabil.
- Kontrol Arus Masuk: Kebijakan pelarangan membawa keluarga memberikan kontrol penuh kepada pemerintah atas jumlah orang yang masuk dan keluar wilayah Australia.
- Pengetatan Visa Tenaga Kerja: Meskipun aturan utama menyasar pelajar, pemerintah juga memperlambat pemrosesan visa tenaga kerja terampil dan visa keluarga dari luar negeri.
- Evaluasi Hak Kerja Pengungsi: Pemerintah turut mempertimbangkan pencabutan hak kerja bagi migran pemegang visa sementara yang permohonan perlindungannya telah ditolak oleh Kementerian Dalam Negeri Australia.
Tercatat rata-rata ada 1.580 klaim perlindungan diajukan setiap bulannya di Australia, yang sebagian besar berasal dari pemegang visa pelajar atau kunjungan asal Tiongkok, India, dan Malaysia.
Dengan serangkaian aturan baru ini, Australia berharap dapat menstabilkan kembali populasi migran sementara ke tingkat yang lebih terkendali pasca-lonjakan yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Reaksi Netizen: Bikin Sedih!
Kebijakan baru pemerintah Australia yang melarang mahasiswa asing membawa anggota keluarga sebagai dependent visa memicu gelombang kekecewaan di media sosial.
Salah satu unggahan dari akun @serafimekklesiaaa di Threads mendadak viral setelah membagikan kisahnya yang batal melanjutkan studi S2 di Australia karena terbentur aturan tersebut.
Unggahan itu langsung dibanjiri komentar dan tanggapan dari sesama warganet yang saling menguatkan, memberikan informasi alternatif, hingga memperdebatkan pengecualian aturan bagi negara-negara ASEAN.
Berikut adalah rangkuman reaksi dan komentar asli dari para netizen di kolom balasan:
@serafimekklesiaaa (Pembuat Utas)
“Sedih dan terpukul banget dgn berita update terbaru, gatau ya udh official apa belum:( bagi calon pemegang student visa ga bisa lagi bawa keluarganya ke Aussie sebagai dependant visa:( Aku salah satu calon student s2 di salah sayu uni di Perth, admin udah semua tinggal apply student visa sambil nabung buat persiapan rekening koran yg mumpuni. Pas dengar berita ga bisa lagi bawa suami kesana, sedih banget😩😩 aku ga sanggup S2 sambil LDM sama suamiku….🥹”
Ketika membalas komentar lain, ia menambahkan: “Makasih kak 🥹 bener bener sedih banget padahal tinggak apply student visa, meskipun blm tentu granted tapi ini loh langkanya tinggal di depan doang trus muncul berita itu. 😔 serta menyebutkan, “Skrng prefer Canada si ka”
@ulilaff
“Kak ini regulasi ada pengecualian bukannya yah?”
Dibalas oleh @serafimekklesiaaa: “Kurang tau nih kak, ada update gak ya? Katanya kalau utk master by research pengecualian”
@kayshaainayyas
“Negara2 ASEAN dikecualilan kok kak”
Dibalas oleh @serafimekklesiaaa: “Masih ambigu, kalau yg mau ambil phD atau master by research dari negara asean atau negara asean dgn kategori jurusan apapun. Itu sih bkin bingung”
@kresnabila
“Untuk pasific dan asean countries aman kak, bisa bawa dependant”
Dibalas oleh @serafimekklesiaaa: “Kalau ga slaah hanya utk phD student dan master by research kak”
@turtle.8425785
“Kalau belum apply cari negara lain aja. Ini masih mending. Temen gw bulan agustus kmrn sdh terlanjur lodge, dan msh nunggu kabar , masalahnya udah ga bisa minta refund total visa doang 3000$ belum printilan lainnya , kalo bisa 100% di refund mah ga masalah tinggal cari negara lain.”
Ia menambahkan: “Mending cari negara lain aja klo gw jd lu. Kecuali kalo kayak temen gw, uda terlanjur bayar ga bisa di refund. Itu aja mreka kpikiran mau withdraw tp ya artinya duit hangus.”
Dibalas oleh @serafimekklesiaaa: “Belum apply kak untungnya :(“
@purwantisff
“Kakkkkk 🥹 kebayang siii semangat yaaaa. Aku juga kaget denger beritanya”
@ezrironsumbre
“Sedihnya sama kak, suamiku br rncn dtg thun depan, bru mo apply visa akhir tahun ini (ini sdh tahun pertama sy di UWA)😔
@dinac.t
“Ini aku tadi coba tanya ai yg di google untuk negara2 yang tidak terpengaruh sama peraturan baru dan Indonesia masuk ke dalem kategori tersebut, coba mungkin bisa cari tahu info nya lebih detail”
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnyadi Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply