
Pakar Undip sebut PLTP Gunung Ungaran ramah lingkungan & minim emisi. Simak keunggulan dan pengelolaan risetnya!
SEMARANG, KalderaNews.com – Pemanfaatan energi panas bumi (geothermal) di Gunung Ungaran, Jawa Tengah, dinilai dapat menjadi solusi strategis dalam transisi menuju energi bersih.
Guru Besar Fisika Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro (Undip), Prof. Dr. Eng. Agus Setyawan, menjelaskan bahwa Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) memiliki tingkat emisi yang jauh lebih rendah ketimbang pembangkit berbahan bakar fosil.
BACA JUGA:
- Planet 23 Kali Lebih Berat dari Bumi Ditemukan, Punya Orbit Tak Biasa
- Mengerikan! 6 Ledakan Dahsyat Matahari dalam 4 Hari, Sinyal Bahaya bagi Teknologi Bumi?
- Hasil Penelitian: Jabodetabek Waspada Gempa Bumi, Dikepungan Sesar Aktif Cisadane Membentang dari Bogor hingga Tangerang!
Listrik dihasilkan dengan memanfaatkan panas alami dari dalam bumi. Menurut Agus, teknologi dan karakteristik sumber panas menjadi kunci utama keberhasilan kinerja pembangkit serta penekanan emisi gas rumah kaca.
3 Fakta Pengelolaan Panas Bumi Gunung Ungaran Menurut Pakar Undip
1. Emisi Karbon Jauh Lebih Rendah Dibanding Pembangkit Fosil
Fluida panas bumi dari reservoir memang membawa gas alami seperti karbon dioksida (CO_2$) dan hidrogen sulfida ($H_2S$). Meski demikian, PLTP secara umum menghasilkan gas rumah kaca (CO_2$, SO_x$, NO_x$) serta partikulat dalam jumlah yang sangat minim.
Jumlah emisi ini bergantung pada karakteristik fluida dan teknologi pembangkit yang diterapkan.
2. Fluida Direinjeksi untuk Menjaga Kelestarian Lingkungan.
Pengelolaan sisa proses pembangkitan dilakukan dengan menginjeksikan kembali (reinjeksi) fluida ke dalam reservoir. Metode ini bertujuan untuk mencegah pembuangan limbah berbahaya yang berpotensi merusak ekosistem.
Agus mencontohkan keberhasilan PLTP Kamojang di Jawa Barat yang mampu beroperasi secara berkelanjutan selama puluhan tahun tanpa merusak kualitas udara maupun kesehatan warga.
3. Eksplorasi Mendalam Sebagai Fondasi Pengembangan.
Guna menentukan langkah pemanfaatan energi panas bumi di Gunung Ungaran, kajian eksplorasi yang memadai sangat diperlukan.
Data geofisika dan geotermal akan memberikan gambaran akurat mengenai kapasitas listrik yang dihasilkan serta kontribusinya terhadap pengurangan emisi karbon.
Melalui pendekatan berbasis data eksplorasi dan keberlanjutan reservoir, pemanfaatan panas bumi Gunung Ungaran tak hanya memperkuat ketahanan energi nasional tetapi juga mendukung upaya menekan pemanasan global secara jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply