Tolong Jangan Kejar Anggaran Revitalisasi, Tidak Rusak Dirusak!

2.900 Sekolah Rusak Akibat Bencana di Sumatra (KalderaNews/Ist)
Sharing for Empowerment

Mendikdasmen Abdul Mu’ti larang sekolah memanipulasi data kerusakan demi dana revitalisasi. Target 100 ribu sekolah pada 2027.

JAKARTA, KalderaNews.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memberikan peringatan tegas kepada seluruh jajaran dinas pendidikan dan kepala sekolah di Indonesia.

Ia meminta tidak ada pihak yang memanipulasi kondisi fasilitas atau sengaja merusak bangunan sekolah demi mendapatkan alokasi anggaran program revitalisasi dari pemerintah pusat.

“Tolong jangan karena mengejar anggaran, yang tidak rusak kemudian dilaporkan rusak atau dirusak supaya dapat bantuan,” ujar Abdul Mu’ti dalam Rapat Koordinasi Daerah Revitalisasi dan Digitalisasi Pendidikan di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2026).

BACA JUGA:

Peringatan keras ini disampaikan seiring langkah pemerintah dalam mengawal transparansi program perbaikan sarana pendidikan nasional agar tepat sasaran.

Target Revitalisasi 100 Ribu Satuan Pendidikan pada 2027

Langkah pengetatan pengawasan ini dilakukan untuk menyukseskan program besar revitalisasi sekolah yang merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah menargetkan alokasi anggaran revitalisasi dapat menjangkau hingga 100.000 satuan pendidikan pada tahun 2027 mendatang.

Kriteria Prioritas Penerima Bantuan Revitalisasi:

  1. Sekolah Terdampak Bencana Alam: Satuan pendidikan yang mengalami kerusakan fisik akibat bencana.
  2. Wilayah 3T: Sekolah yang berlokasi di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar.
  3. Kondisi Rusak Berat Nyata: Fasilitas sekolah yang secara verifikasi teknis terbukti mengalami kerusakan berat dan membahayakan proses belajar-mengajar.

Progres Pembenahan dan Data Dapodik

Berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik), tercatat masih ada sekitar 203.000 sekolah yang memiliki ruang kelas atau fasilitas lain dalam kondisi rusak sedang hingga berat per akhir tahun 2025.

Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Gogot Suharwoto, memaparkan progres terkini pembenahan data dan realisasi fisik perbaikan sekolah:

  • Verifikasi dan Validasi (Verval): Sebanyak 62.000 sekolah telah selesai divalidasi datanya.
  • Target Tahun 2026: Sebanyak 51.000 sekolah ditargetkan tuntas direvitalisasi sesuai rekomendasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
  • Penerima Manfaat: Sebanyak 4,23 juta siswa tercatat telah merasakan dampak langsung dari program pembenahan fasilitas ini.

Untuk memastikan kesiapan data dan teknis pelaksanaan secara nasional, Kemendikdasmen mengumpulkan seluruh Kepala Dinas Pendidikan dari kabupaten/kota se-Indonesia dalam rapat koordinasi yang berlangsung pada 3–5 September 2026 di Jakarta.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


5 views