
JAKARTA, KalderaNews.com – Tahukah kamu bahwa ternyata di Indonesia punya beberapa jurusan kuliah yang langka namun punya prospek kerja yang menarik.
Jurusan-jurusan ini tidak hanya langka, tetapi juga menawarkan pengalaman yang unik dibandingkan dengan jurusan-jurusan lainnya.
Lalu, apa sajakah jurusan kuliah yang langka tersebut, apa yang dipelajari dan bagaimanakah prospek karir yang ditawarkan?
BACA JUGA:
- Jurusan Arkeologi, Inilah 7 Peluang Kerja Jurusan Sepi Peminat Ini
- 9 Peluang Kerja Jurusan Kesenian Ini Khusus untuk Milenial
- Inilah Peluang Kerja Kalau Memilih Kuliah Jurusan Geofisika
1. Kriminologi
Jurusan Kriminologi menganalisis fenomena kejahatan, termasuk penyebab, dampak, dan penanggulangannya.
Fokusnya meliputi pelaku kejahatan, korban, tindakan kriminal, dan tanggapan masyarakat terhadap kejahatan.
Lulusan dapat bekerja di instansi pemerintah seperti kepolisian, kejaksaan, atau lembaga intelijen negara.
Sampai tahun 2021, hanya ada 3 kampus yang memiliki Jurusan Kriminologi di Indonesia, yaitu Universitas Indonesia (UI), Universitas Islam Riau (UIR) dan Universitas Budi Luhur.
2. Teknobiomedik
Menggabungkan ilmu kedokteran dengan teknik, jurusan ini fokus untuk merancang alat-alat mekanis dan elektronis di dunia medis.
Lulusan diharapkan dapat menjadi pemecah masalah dalam bidang kedokteran, meningkatkan kesehatan manusia.
Prospek karirnya adalah bekerja di laboratorium kesehatan, perusahaan farmasi, rumah sakit, atau lembaga penelitian.
Universitas dengan jurusan Teknobiomedik adalah UI, Institut Teknologi Sepuluh (ITS) Sepuluh November, Universitas Airlangga (UNAIR), ITB dan UGM.
3. Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan
Jurusan Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan mempelajari gabungan ilmu seperti elektronika, komputer, dan sistem mekanika.
Mahasiswa akan mengembangkan integrasi antara robotika dengan kecerdasan buatan untuk menciptakan sistem cerdas yang dapat diterapkan di berbagai bidang.
Nah, prospek karir lulusan Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan adalah menjadi data scientist di perusahaan teknologi atau software. Adapun jurusan ini hanya terdapat di UNAIR saja.
4. Teknik Pengairan
Jurusan kuliah yang langka di Indonesia selanjutnya adalah Teknik Pengairan yang mempelajari perencanaan, desain, pengoperasian, dan pemeliharaan bangunan yang berkaitan dengan sumberdaya air.
Lulusan dapat bekerja di instansi pemerintah, perusahaan air minum, atau sebagai ahli hidrologi, konservasi tanah dan air, dan pengawas konstruksi.
Universitas yang menyediakan jurusan Teknik Pengairan hanya ada dua yakni ITB Bandung dan Universitas Brawijaya.
5. Teknik Nuklir
Memanfaatkan ilmu inti atom untuk pengembangan teknologi dalam bidang energi dan non-energi. Proyeksi karir lulusan meliputi pekerjaan di perusahaan pertambangan, energi, lembaga penelitian, dan pengelolaan limbah radioaktif.
Adapun kampus dengan jurusan Teknik Nuklir adalah UGM, Sekolah Tinggi Teknik Nuklir (BATAN), dan ITB khusus program pasca-sarjana.
6. Astronomi
Astronomi merupakan bidang studi yang mempelajari benda-benda di langit dan fenomena atmosfer bumi.
Lulusan jurusan ini dapat bekerja sebagai astronom, pegawai pemerintah, penulis, pengembang perangkat lunak, atau pendidik. Jurusan Astronomi di Indonesia hanya ada di ITB
7. Oseanografi
Jurusan langka yang terakhir adalah Oseanografi. Jurusan ini mempelajari fenomena laut dan aplikasinya dalam berbagai bidang seperti lingkungan, bencana laut, dan perikanan.
Prospek karir termasuk menjadi oceanographer, metocean engineer, peneliti, atau pengajar di lembaga pendidikan. Buat kamu yang tertarik dengan jurusan Oseanografi, kamu bisa memilih ITB atau Universitas Diponegoro.
Ketujuh jurusan kuliah langka di Indonesia ini menawarkan peluang karir yang menarik di berbagai industri. Jadi, bisa kamu pertimbangkan!
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply