Mahasiswa UM Bengkulu Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya Saat Hari Wisuda, Ternyata Ini Dugaan Pemicunya

Kasus Gantung Diri
Ilustrasi Gantung Diri
Sharing for Empowerment

BENGKULU,KalderaNews.com – Seorang mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) ditemukan tewas gantung diri di dalam kamarnya.

Peristiwa naas itu terjadi di Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu pada Sabtu, 26 Oktober 2024.

Mahasiwa itu berinisial M (25) yang mengambil jurusan Manajemen. M ditemukan tewas dengan cara gantung diri bertepatan di hari wisuda kampusnya.

BACA JUGA:

Kronologi korban gantung diri

Kejadian ini bermula saat orang tua korban, ingin membangunkan korban sekira pukul 04.00 WIB karena akan di wisuda pada hari ini.

Sebelum ditemukan meninggal dunia, orang tua korban beberapa kali memanggil korban, namun tak menjawab.

Hingga akhirnya orang tua korban memutuskan untuk merusak pintu kamar sang anak supaya bisa masuk.

Namun orang tua korban sangat kaget saat melihat korban sudah tak bernyawa dengan kondisi tergantung dengan tali yang diikatkan di kusen atap kamarnya.

Orang tua korban menyampaikan tidak ada tanda-tanda anaknya akan mengakhiri hidup. Hanya saja korban memiliki gelagat aneh sebelum hari H wisuda. M mengatakan akan pergi jauh setelah acara wisudanya.

M sudah tidak aktif kuliah sejak 2021 karena kendala biaya

Secara terpisah, saat dikonfirmasi mengenai M, kepala Prodi Manajemen UMB, Ade Tiara Yulinda, menyatakan bahwa mahasiswa tersebut merupakan mahasiswa Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMB. Namun yang mencengangkan, M sudah tidak aktif kuliah sejak semester lima pada tahun 2021 lalu.

“Benar, beliau memang mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMB, namun sudah tidak aktif sejak tahun 2021 pada semester 5,” ujar Ade Tiara.

Selama masa aktifnya sebagai mahasiswa, M dikenal sebagai pribadi yang baik dan sopan, namun terkendala oleh biaya kuliah.

“Beliau adalah anak yang baik dan sopan. Hanya saja, ia sering terhambat oleh biaya SPP dan terakhir kali membayar saat semester empat,” ucapnya.

Ade Tiara mengungkapkan bahwa M mengalami kendala dalam pembayaran uang kuliah, yang terlihat dari riwayat sistem akademik.

“Terakhir kali dia melakukan registrasi pada tahun 2021, dan sejak itu ada tunggakan pada pembayaran SPP,” ungkap Kaprodi Manajemen tersebut.

Selain itu, Ade Tiara menegaskan tidak benar bahwa mahasiswa tersebut mengikuti wisuda hari ini, sebagaimana yang disampaikan orang tuanya.

“Saya mendengar ia sempat mengatakan kepada orang tuanya bahwa ia mengikuti wisuda hari ini dengan menggunakan undangan fisik. Namun, itu tidak benar karena UMB menggunakan undangan barcode.” papar Ade Tiara.

Dari laporan akademik M, mahasiswa tersebut tidak bisa mengikuti wisuda karena tidak aktif sejak tahun 2021.

“Berdasarkan laporan akademik, mahasiswa tersebut tidak mengikuti wisuda karena sudah tidak aktif sejak 2021 dan memiliki tunggakan SPP,” pungkasnya.

Dugaan sementara M meninggal gantung diri karena mengaku akan wisuda kepada orang tuanya, namun sebenarnya korban sudah tidak lagi berkuliah karena kendala ekonomi.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*