
MAKASSAR, KalderaNews.com – Gejolak melanda Universitas Negeri Makassar (UNM) pasca penonaktifan Karta Jayadi dari kursi Rektor. Mahasiswa endus aroma politis!
Langkah Kemendiktisaintek yang menunjuk Prof. Farida Patittingi, Wakil Rektor dari Universitas Hasanuddin (Unhas), sebagai Pelaksana Harian (Plh) Rektor menuai protes keras dari kalangan mahasiswa.
Mahasiswa menuding adanya “permainan politik” dan ketidakpercayaan kementerian terhadap sumber daya internal UNM.
BACA JUGA:
- Rektor UNM Karta Jayadi Resmi Dinonaktifkan karena Dugaan Pelecehan Seksual
- Rektornya Dinonaktifkan karena Dugaan Pelecehan Seksual, Mahasiswa UNM Demo dan Blokade Jalan: Kembalikan Prof Karta Jayadi
- Dosen Laporkan Rektor UNM, Diduga Kerap Kirim Pesan Bernuansa Seksual
Gugatan terhadap “orang luar”
Koordinator aksi, Akbar Fadli, menyatakan keheranannya atas keputusan Menteri Brian Yuliarto yang justru mencari sosok pemimpin dari luar institusi.
Ia menegaskan bahwa UNM memiliki deretan figur kompeten yang seharusnya lebih diprioritaskan.
“Kenapa mesti orang luar? Apakah Menteri sudah tidak percaya kepada pimpinan di UNM? Ada WR 1 sampai WR 4, begitu banyak ASN di sini. Kenapa bukan mereka?” tegas Akbar saat melakukan audiensi dengan Sekjen Kemendiktisaintek.
Kejanggalan status Plh vs Plt
Tak hanya soal asal institusi, mahasiswa juga menyoroti aspek legalitas penunjukan tersebut.
Berdasarkan Permendikbud, Akbar mengklaim seharusnya posisi yang diisi adalah Pelaksana Tugas (Plt), bukan Pelaksana Harian (Plh), mengingat rektor definitif sedang dinonaktifkan.
“Ini kejanggalan nyata. Kami menduga ada kepentingan politik yang ingin mencoba berkuasa di UNM dengan memanfaatkan celah ini,” imbuhnya.
Latar belakang penonaktifan Rektor
Sebagai informasi, badai di pucuk pimpinan UNM ini bermula ketika Karta Jayadi dinonaktifkan sementara akibat pelaporan dugaan kasus pelecehan seksual.
Humas Unhas, Ishaq Rahman, membenarkan bahwa penunjukan Prof. Farida dilakukan karena Karta Jayadi kini tengah menjalani proses disiplin ASN.
Meskipun langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas birokrasi, bagi mahasiswa, masuknya figur dari Unhas untuk memimpin UNM justru memicu api baru.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply