OJK Tabuh Genderang Perang Berantas “Goreng Saham”, Pjs Ketua OJK Friderica Widyasari Gandeng Penegak Hukum

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi (Foto: IG @fridericawidyasari)
Sharing for Empowerment

The Path To Financial Freedom, EduFulus – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di bawah kepemimpinan baru bergerak cepat merespons gejolak di pasar modal.

Pejabat Sementara (Pjs) Ketua sekaligus Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan akan segera memulai penyelidikan besar-besaran terkait praktik manipulasi pasar atau yang populer disebut sebagai aksi “goreng-menggoreng” saham.

Langkah tegas ini diambil menyusul arahan pemerintah untuk menjaga integritas pasar keuangan Indonesia.

SIMAK JUGA: Inilah Sosok, Profil Pendidikan dan Kiprah Friderica Widyasari Dewi dan Hasan Fawzi, Pejabat Baru OJK di Tengah Gejolak Pasar Modal

Friderica, yang akrab disapa Kiki, menyatakan bahwa penguatan pengawasan akan menjadi prioritas utamanya dalam masa transisi ini.

Bidik Skandal Manipulasi dan Finfluencer

Dalam konferensi pers di Wisma Danantara, Sabtu (31/1/2026), Kiki menekankan bahwa OJK tidak akan segan melakukan penegakan hukum secara masif untuk memberikan efek jera kepada para pelaku kecurangan.

“Kami akan segera memulai penyelidikan goreng-menggoreng saham atau manipulasi pasar yang disampaikan oleh Pak Menko secara masif,” ujar Kiki.

Tak hanya menyasar pelaku pasar di lantai bursa, OJK juga memperluas pengawasannya terhadap para financial influencer (finfluencer). Langkah ini diambil untuk memperkuat pengawasan perilaku pasar (market conduct) agar informasi yang sampai ke masyarakat tetap kredibel dan tidak menyesatkan.

Kolaborasi dengan Aparat Penegak Hukum

Sejalan dengan OJK, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan bahwa Bursa Efek Indonesia (BEI) akan bekerja sama erat dengan aparat penegak hukum.

Sinergi ini bertujuan untuk menindak siapa pun yang melanggar aturan bursa, Peraturan OJK (POJK), hingga Undang-Undang Jasa Keuangan.

“Pemerintah akan mendukung penuh proses penegakan hukum agar berjalan tegas, adil, dan sesuai aturan,” tegas Airlangga.

Ia menambahkan bahwa tindakan tegas ini diperlukan untuk memastikan fungsi regulasi dan aktivitas perdagangan kembali berjalan tanpa gangguan.

Fokus pada Efek Jera

Penunjukan Friderica Widyasari Dewi sebagai pemegang komando tertinggi di OJK saat ini diharapkan dapat memberikan “nada” (set the tone) baru dalam penanganan kasus-kasus besar di sektor keuangan.

Fokus utama OJK kedepannya adalah memastikan bahwa setiap pelanggaran, terutama yang merugikan investor ritel melalui skema manipulasi harga, akan diproses hukum secara cepat dan transparan untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap pasar modal nasional.

SIMAK JUGA: Bos OJK-BEI Mundur Berjamaah, Netizen: Saatnya “Bersih-Bersih” Total hingga Khawatir “Senin Berdarah”

* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus lainnya di Google News. Dus, jika Anda ingin bekerjasama dengan kanal EduFulus, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*