Sesar Aktif Kepung Kuningan, Masa Lalu Kelam Ciremai Terbongkar!

Ilustrasi gempa bumi
Ilustrasi gempa bumi
Sharing for Empowerment

Peneliti BRIN temukan bukti geologi mengerikan di Kuningan! Sesar aktif dan erupsi purba mengintai di balik indahnya Ciremai.

KUNINGAN, KalderaNews.com – Tim peneliti dari Pusat Riset Kebencanaan Geologi (PRKG) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) baru saja mengungkap tabir sejarah geologi di wilayah Lingkar Timur Kuningan.

Temuan ini bukan sekadar catatan akademis, melainkan peringatan dini mengenai aktivitas tektonik dan vulkanik yang pernah, dan mungkin akan kembali terjadi di kaki Gunung Ciremai.

BACA JUGA:

Ketua tim penelitian, Sonny Aribowo, menjelaskan bahwa teknologi pemindaian laser presisi tinggi (LiDAR) dan analisis penanggalan karbon telah menyingkap “anomali” di lapisan tanah.

Para peneliti menemukan fenomena unik di mana endapan tanah berusia 22.000 tahun berada di atas endapan yang lebih muda (20.000 tahun).

“Ini adalah bukti nyata adanya sesar naik (thrusting). Lapisan tua terdorong ke atas lapisan muda akibat tekanan tektonik yang sangat besar di masa lalu,” ungkap Sonny.

Fakta penting temuan BRIN

  1. Aktivitas sesar ditemukan jejak sesar naik dan sesar normal yang mengindikasikan adanya gempa bumi besar di periode masa lalu.
  2. Data menunjukkan Gunung Ciremai pernah mengalami letusan besar sekitar 15.000 hingga 16.000 tahun lalu.
  3. Endapan di wilayah Kuningan (distal) memiliki kandungan besi tinggi dan silika rendah (basaltik), berbeda dengan area dekat puncak yang didominasi batuan andesit.

Waspada! Risiko multi-bahaya menanti

Integrasi data antara sejarah erupsi eksplosif (sejak 40.800 tahun lalu) dan jalur sesar aktif sangat krusial bagi keselamatan warga.

Wilayah Kuningan kini diketahui memiliki kompleksitas geologi yang tinggi, di mana ancaman tidak hanya datang dari kawah gunung, tapi juga dari pergerakan tanah di bawah pemukiman.

Apa yang harus dilakukan masyarakat?

Mengingat adanya jalur sesar aktif di bawah kaki Gunung Ciremai, kewaspadaan masyarakat harus ditingkatkan melalui langkah-langkah berikut:

  1. Pastikan rumah tinggal memiliki struktur yang tahan gempa atau setidaknya menggunakan material ringan pada bagian atap.
  2. Masyarakat di area Lingkar Timur perlu memahami peta rawan bencana baik tektonik maupun vulkanik yang diterbitkan pemerintah daerah.
  3. Temuan BRIN ini menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam menyusun tata ruang. Masyarakat diharapkan mendukung kebijakan zona larangan bangun di area yang tepat berada di atas jalur sesar aktif.

“Semakin banyak data umur batuan yang terkumpul, semakin akurat kita memprediksi periode perulangan gempa. Ini adalah kunci pembangunan masa depan yang aman di Kuningan,” tutup Sonny.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*