SD Wajib Bahasa Inggris, RELO AS & UI Gelar Pelatihan Guru

Kantor Bahasa Inggris Regional (RELO) Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta bermitra dengan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) meluncurkan program pelatihan intensif selama dua minggu bertajuk “Practical English for Young Learners (PEYL)”di Denpasar, Bali, 10-23 Mei 2026
Kantor Bahasa Inggris Regional (RELO) Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta bermitra dengan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) meluncurkan program pelatihan intensif selama dua minggu bertajuk “Practical English for Young Learners (PEYL)”di Denpasar, Bali, 10-23 Mei 2026 (KalderaNews/Dok. Kedubes AS)
Sharing for Empowerment

Sambut Bahasa Inggris wajib kelas 3 SD, RELO AS dan UI latih puluhan guru lewat program PEYL di Bali. Simak selengkapnya!

JAKARTA, KalderaNews.com – Pemerintah Indonesia tengah bersiap memperkenalkan kembali Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib mulai dari kelas 3 Sekolah Dasar (SD).

Langkah besar ini tentu membutuhkan kesiapan tenaga pendidik yang matang di lapangan.

Untuk mendukung inisiatif tersebut, Kantor Bahasa Inggris Regional (RELO) Kedutaan Besar AS Jakarta, bermitra dengan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, resmi meluncurkan program pelatihan guru sekolah dasar selama dua minggu bertajuk “Practical English for Young Learners (PEYL)”.

BACA JUGA:

Program strategis ini berlangsung di Denpasar, Bali, dari tanggal 10 hingga 23 Mei 2026.

Fokus PEYL: Metode Kuat, Bukan Cuma Soal Kefasihan

Banyak yang mengira mengajar anak-anak hanya butuh kefasihan berbicara. Nyatanya, program PEYL menekankan bahwa pengajaran Bahasa Inggris yang efektif untuk pelajar muda tidak hanya bergantung pada kefasihan berbahasa, tetapi juga pada metode pengajaran yang kuat dan keterampilan kelas yang praktis.

Program PEYL dirancang untuk memperkuat keterampilan mengajar guru sekolah dasar, termasuk:

  • Guru Kelas: Membantu mereka mengintegrasikan Bahasa Inggris dalam pembelajaran harian.
  • Guru yang Sedang Membangun Kemampuan: Memfasilitasi guru yang sedang meningkatkan kapasitas berbahasa Inggris mereka agar lebih percaya diri.

“Bahasa Inggris adalah gerbang menuju pengetahuan global, peluang, dan koneksi internasional,” kata Juru Bicara Kedutaan Besar AS Jamie Ravetz.

“Dengan mengembangkan keterampilan mengajar praktis para guru, kami akan berkontribusi dalam membangun kapasitas Bahasa Inggris siswa, menumbuhkan semangat belajar, dan menciptakan keterlibatan kelas yang lebih dalam.”

Dukungan Penuh dari Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama

Pelatihan ini menjadi angin segar bagi instansi pendidikan di Indonesia yang sedang bersiap menghadapi perubahan kurikulum.

1. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Dr. Meliyanti, Kepala Subdirektorat Peningkatan Kapasitas, Perlindungan dan Pengendalian, menyatakan bahwa program PEYL sangat penting untuk mempersiapkan guru mengajar dengan percaya diri melalui kegiatan yang sederhana namun menyenangkan.

Pemerintah berharap program ini dapat memperkuat Program Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar dalam Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI) agar para guru benar-benar siap saat mata pelajaran ini resmi diwajibkan.

2. Kementerian Agama

Apresiasi tinggi juga datang dari Rini R. Rahmayani, Kepala Subdirektorat Bina Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah. Ia menilai PEYL sebagai program yang sangat terstruktur dengan baik untuk membekali guru di tingkat SD/MI/Ula.

Dengan mengintegrasikan teknologi dan berbagai media pengajaran interaktif, program ini menciptakan pengalaman kelas yang menyenangkan sehingga siswa melihat pembelajaran Bahasa Inggris sebagai hal yang mengasyikkan.

Skema Pelatihan Dua Kelompok Pendidik

Program PEYL menyambut dua kelompok peserta yang berbeda selama dua minggu intensif dengan total 40 jam pelatihan:

  • Kelompok Pertama (11-15 Mei): Mencakup 51 guru sekolah dasar dari kementerian pendidikan dan agama Indonesia, ditambah 4 guru dari Timor Leste.
  • Kelompok Kedua (18-22 Mei): Mempertemukan 41 pelatih, termasuk instruktur dari pusat pelatihan pemerintah, pemimpin pendidikan daerah, profesor universitas, dan anggota asosiasi guru Bahasa Inggris.

Setelah lulus, para peserta tidak hanya berhenti di sana. Mereka akan mengadakan lokakarya lanjutan untuk guru-guru lain di daerah masing-masing dengan fokus pada metode pengajaran yang menarik dan berpusat pada siswa.

Dampak Langsung dan Komitmen Nyata Guru di Lapangan

Salah satu peserta terpilih, Fitri Nur Laily, yang merupakan Guru Bahasa Inggris di MIN 1 Kota Malang, membagikan pengalamannya yang luar biasa.

“Menjadi salah satu dari 54 guru terpilih dari Indonesia dan Timor Leste dalam program PEYL adalah pengalaman yang sangat membanggakan. Program ini telah memberikan saya pengetahuan yang sangat berharga tentang metodologi pembelajaran aktif dan penggunaan alat bantu visual yang inovatif,” ungkap Fitri.

Ia merasa sangat termotivasi untuk menerapkan praktik ini di MIN 1 Kota Malang dan berkomitmen penuh untuk membagikan wawasan bermanfaat ini kepada rekan sesama guru, khususnya dalam jaringan Kementerian Agama.

Menciptakan Efek Berantai untuk Ribuan Pelajar Indonesia

Program PEYL merupakan wujud nyata kerja sama kolaboratif antara:

  • Kantor Bahasa Inggris Regional (RELO) Kedutaan Besar AS Jakarta.
  • Direktorat Guru Pendidikan Dasar di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
  • Direktorat Guru Madrasah serta Direktorat Pendidikan Pesantren Kementerian Agama.

Dengan menggabungkan keahlian Amerika dalam pengajaran Bahasa Inggris, kolaborasi ini bertujuan menciptakan efek berantai (ripple effect).

Guru-guru yang telah dilatih secara profesional ini akan membagikan keterampilan baru mereka kepada rekan-rekan sejawat di seluruh negeri, yang pada akhirnya akan memberi manfaat langsung bagi ribuan pelajar muda di seluruh Indonesia.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*