Peran krusial kampus sebagai inkubator literasi AI masyarakat untuk menghadapi era disruptive technology dan etika digital.
Oleh: S.N.M.P. Simamora *
BANDUNG, KalderaNews.com – Literasi digital yang dikenal dalam bidang ICT (Information and Communication Technologies) dapat dipahami sebagai sebuah kemampuan untuk menggunakan, melakukan evaluasi, memahami dan memanfaatkan ICT untuk tujuan menemukan, membuat dan mengomunikasikan bidang ICT tersebut kepada masyarakat luas dengan tepat dan aman.
Tepat yang dimaksud sesuai sasaran yang akan dicapai, sedangkan aman yakni agar terhindar dari maksud penyalagunaan teknologi tersebut sehingga merugikan kepentingan orang lain; atau bisa saja berakibat kerugian diri sendiri.
Akibat informasi yang diperoleh kurang, menyebabkan masyarakat mengalami ‘gagap-teknologi’ (gaptek). Terlebih lagi perkembangan AI (Artificial Intelligence) memberi peluang penting bidang ICT wajib dipahami oleh masyarakat.
Perkembangan tren teknologi saat ini menunjukkan bahwa popularitas AI telah memicu disrupsi besar. Setiap kali teknologi baru muncul, cara-cara lama dalam menyelesaikan suatu pekerjaan perlahan pasti akan tergantikan.
Alhasil akan mengubah pola bisnis, perilaku masyarakat, dan struktur industri secara drastis. Kondisi ini umum dikenal dengan istilah disruptive technology.
Pertanyaan berikutnya apakah disruptive technology juga mengubah kampus sebagai sebuah incubator pengetahuan?
Tantangan sebuah kampus dalam perkembangan dunia AI yakni: katalisator inovasi dan kreativitas, pembinaan dan pendampingan kepakaran, media ke akses kemitraan; dan optimalisasi sumber daya yang dimiliki.

Perkembangan AI dalam masyarakat tidak dapat mengkesampingkan peran penting teknologi ICT. Salah satunya adalah media-sosial.
Literasi AI harus dapat memberi pencerahan kepada masyarakat tidak terbatas dalam hal kepiawaian dalam menggunakan tools (yakni pengetahuan konsep dan metodenya), namun juga terkait dengan perilaku individu serta etika dari dampak akibat dengan diterapkannya teknologi AI tersebut.
Pada layer inilah kampus mengambil peran penting katalisator pengetahuan kepada masyarakat.
Dengan demikian peranan kampus harus diarahkan sebagai inkubator (incubator) literasi AI masyarakat agar memastikan adanya pemahaman terkait dampak (impact), etika (ethics), dan potensi AI (ability) secara mendalam.

Adapun yang dimaksud dengan inkubator literasi AI masyarakat bagi kampus sebagai motor penggerak adalah program yang dirancang bisa khusus dibentuk sebuah badan atau lembaga untuk mendukung dan mempercepat pertumbuhan ide, proyek atau kreativitas di bidang AI kepada masyarakat dengan menyediakan lingkungan yang suportif dan sumber daya penting.
Masyarakat dilibatkan dalam berbagai ide, proyek atau kreativitas dalam bentuk kegiatan seperti: inovasi, perlombaan, bahkan riset yang berkelanjutan.
Misalkan kampus mengaktualisasikan dirinya dalam lima fungsi utama seperti: penyediaan sumber-daya, bimbingan dan pelatihan, akses ke berbagai investor (yakni: sponsor dana), komersialisasi inovasi; dan media atau ruang riset yang aman.
Media sosial dapat dimanfaatkan sebagai tools pendukung bagi kampus yang berperan sebagai inkubator literasi AI. Terlebih lagi dalam menjangkau kaum muda milenial yang memanfaatkannya untuk komunikasi, berbagi informasi, dan membangun jaringan (koneksi relasi).
Dan kondisi ini yang perlu disadari munculnya dampak negatif seperti kecanduan, perbandingan sosial (yakni membandingkan diri dengan orang lain sehingga dapat menyebabkan perasaan tidak merasa puas, kecemasan, dan stres) dan terlebih lagi hoax (yaitu berita palsu menyesatkan). Alasan ini juga menjadi pendorong mengapa kampus diharapkan sebagai inkubator literasi AI masyarakat.
*S.N.M.P. Simamora adalah Dosen Institut Digital Ekonomi LPKIA Bandung, Alumni Dept. Elektroteknik ITB sekaligus Anggota Asosiasi Dosen Indonesia (adi.or.id)
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply