Langka! Akhir Mei, Indonesia Bakal Dihiasi Blue Moon

blue moon,
Ilustrasi: Blue Moon. (KalderaNews/Ist)
Sharing for Empowerment

Siap-siap! Fenomena alam langka Blue Moon bakal menyapa langit Indonesia. Benarkah bulan berubah jadi biru?

JAKARTA, KalderaNews.com – Pada 31 Mei 2026, masyarakat Indonesia akan disuguhi fenomena astronomi memukau yang melatari istilah tersebut, yaitu Blue Moon (Bulan Biru).

Bagi kamu yang membayangkan bulan akan memancarkan cahaya biru pekat layaknya film fiksi ilmiah, bersiaplah untuk sedikit kecewa namun tetap takjub.

Berdasarkan penjelasan resmi NASA, nama Blue Moon sama sekali tidak merembet pada perubahan warna satelit alami itu.

BACA JUGA:

2 jenis Blue Moon

Fenomena ini murni merupakan penamaan astronomis untuk bulan purnama tambahan. Dalam dunia astronomi, ada dua jenis Blue Moon:

  1. Seasonal Blue Moon: Bulan purnama ketiga dalam satu musim yang memiliki empat kali fase purnama.
  2. Monthly Blue Moon: Kehadiran dua kali bulan purnama dalam satu bulan kalender yang sama.

Peristiwa pada 31 Mei ini masuk dalam kategori monthly blue moon, mengingat purnama pertama bulan ini sudah terjadi di awal Mei.

Menariknya, secara matematis fenomena ganda ini rata-rata hanya terjadi setiap 2,7 tahun sekali, menjadikannya momen berburu foto yang sangat eksklusif bagi para pengamat langit.

Jadwal dan cara berburu ‘bulan biru’

Berdasarkan data dari situs astronomi Time and Date, kamu tidak perlu merogoh kocek untuk membeli teleskop mahal demi menyaksikan momen ini.

Fase puncak purnama dapat dinikmati dengan mata telanjang di seluruh wilayah Indonesia, asalkan cuaca mendukung.

Waktu pengamatan terbaik:

  • Mulai terlihat pukul 17.30 hingga 18.00 waktu setempat (tepat setelah matahari terbenam).
  • Waktu puncak menjelang tengah malam, saat posisi bulan berada di titik tertinggi langit.

Cara mengamati Blue Moon:

  1. Cari spot yang minim polusi cahaya, seperti area pantai, perbukitan, atau pedesaan jauh dari gemerlap lampu kota adalah tempat terbaik.
  2. Pantau prakiraan cuaca untuk memastikan langit malam terbebas dari kepungan awan mendung atau hujan.

Apakah Bulan berubah biru?

Meski Blue Moon 31 Mei hanyalah status kalender, sejarah mencatat bahwa bulan bisa benar-benar tampak berwarna biru atau kehijauan.

Namun, ini bukan karena faktor astronomi, melainkan akibat fenomena atmosfer ekstrem.

NASA Space Place menyebutkan bahwa partikel asap atau debu vulkanik yang sangat spesifik (berukuran sekitar 1 mikron) dapat menyaring cahaya merah, sehingga menyisakan pantulan cahaya biru ke mata kita.

Peristiwa langka ini pernah terjadi saat meletusnya Gunung Krakatau pada tahun 1883 dan Gunung Pinatubo pada tahun 1991.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*