
Profil YouTuber Korea InoCat yang diundang resmi oleh FIFA di Piala Dunia 2026 usai jadi korban rasisme di Meksiko.
JAKARTA, KalderaNews.com – Ajang Piala Dunia 2026 di Meksiko tidak hanya menyajikan drama di atas lapangan hijau, tetapi juga menjadi panggung perjuangan melawan diskriminasi.
Nama Yoon Su-jin, atau yang lebih dikenal secara global melalui kanal YouTube-nya, InoCat, mendadak jadi sorotan dunia.
BACA JUGA:
- Profil Putra Tri Ramadani: Atlet Asal Kediri Peraih Emas World Series
- Rahasia Alexandra Askandar: Dari UI, Boston, Hingga BNI
- Profil Pendidikan Putri Thailand Bajrakitiyabha, Kritis dan Kiprah Intelektuaknya
Bukan karena sensasi, melainkan karena keberaniannya menghadapi tindakan rasisme yang berujung pada respons tegas dari FIFA dan simpati dari publik internasional.
Siapa InoCat?
- Nama Asli: Yoon Su-jin
- Asal: Korea Selatan
- Profesi: Kreator Konten / YouTuber Travel & Hiburan
- Jumlah Subscriber: Lebih dari 6,6 juta pelanggan
- Karakteristik Konten: Dikenal lewat vlog perjalanan dan konten kreatif yang mempromosikan kedekatan antarbudaya.
Kronologi Insiden di Guadalajara
Pada 11 Juni 2026, Yoon Su-jin hadir langsung di Stadion Akron, Zapopan (dekat Guadalajara), Meksiko, untuk memberikan dukungan kepada Timnas Korea Selatan yang berlaga melawan Republik Ceko di Fase Grup A.
Saat sedang merekam video keceriaan di tribun penonton, kamera InoCat secara tidak sengaja menangkap aksi tidak terpuji dari seorang pria di belakangnya.

Pria tersebut tersenyum ke kamera lalu melakukan gestur “mata sipit” (menarik sudut mata ke samping), sebuah simbol yang secara global diakui sebagai pelecehan rasis terhadap masyarakat keturunan Asia.
Video tersebut kemudian diunggah ke media sosial dan langsung viral, memicu gelombang kemarahan dari warganet lintas negara.
Dampak Besar: Pelaku Kehilangan Jabatan
Kekuatan internet berhasil mengungkap identitas pelaku. Ia adalah Ulises Fernando Bernal Miramontes, yang saat itu menjabat sebagai Presiden Asosiasi Surveyor dan Geodesi Negara Bagian Jalisco (College of Topographic and Geodetic Engineers of the State of Jalisco / CITGEJ).
Akibat tekanan publik yang masif dan kecaman yang meluas:
- Dicopot dari Jabatan: Miramontes resmi mengundurkan diri dan dicopot dari posisinya sebagai pimpinan organisasi profesi tersebut.
- Akun Tiket Diblokir: FIFA langsung mengidentifikasi pelaku dan menangguhkan (blacklist) akun pembelian tiket Piala Dunia milik Miramontes.
- Permintaan Maaf Terbuka: Pelaku akhirnya merilis video penyesalan di Instagram, meminta maaf kepada InoCat, komunitas Korea, dan masyarakat Meksiko. “Saya ingin mereka merasa seperti di rumah sendiri. Namun saya justru melakukan hal yang sebaliknya,” ujarnya.
Undangan Resmi FIFA dan Misi Anti-Rasisme
Merespons insiden ini, FIFA mengambil langkah konkret dengan mengundang secara resmi Yoon Su-jin untuk menghadiri laga krusial antara Korea Selatan melawan Meksiko di Guadalajara pada 19 Juni 2026.
Pernyataan Resmi FIFA: “Kami mengutuk keras segala bentuk rasisme, kebencian, dan diskriminasi. Perilaku seperti itu tidak memiliki tempat dalam sepak bola, Piala Dunia, maupun masyarakat. Laga ini akan menjadi kesempatan untuk menyampaikan pesan inklusivitas dan rasa hormat.”
Menariknya, momen undangan ini bertepatan dengan Hari Internasional Melawan Ujaran Kebencian yang ditetapkan oleh PBB. Kehadiran InoCat di stadion beralih fungsi dari sekadar penonton menjadi simbol kampanye global melawan xenofobia.
Sikap Dewasa dan Cinta untuk Meksiko
Meskipun mengalami pengalaman pahit, Yoon Su-jin menunjukkan kedewasaan sikap yang menuai pujian. Melalui unggahan di media sosialnya pada 17 Juni, ia mengaku sedih, namun menegaskan bahwa insiden itu tidak mengubah rasa cintanya pada negara sombreros tersebut.
“Satu orang tidak mewakili seluruh Meksiko. Sebagian besar warga Meksiko yang saya temui sangat baik,” tulis InoCat.
Yoon Su-jin menyatakan telah menerima undangan FIFA dan berkomitmen untuk terus melanjutkan perjalanannya mengeksplorasi serta membagikan keindahan Meksiko kepada jutaan pengikutnya di seluruh dunia.
Keberaniannya berbicara menjadikannya contoh nyata bagaimana sepak bola harus menjadi ruang yang aman dan inklusif bagi semua orang.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply