Jampidsus Mundur, Inilah Sederet Kasus Kontroversial yang Ditangani, Ada Chromebook Nadiem

Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung), Dr. Febrie Adriansyah, S.H., M.H.
Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung), Dr. Febrie Adriansyah, S.H., M.H. (KalderaNews/Ist)
Sharing for Empowerment

Jampidsus Febrie Adriansyah mundur. Inilah daftar kasus kakap yang pernah ditanganinya, termasuk korupsi Chromebook Nadiem Makarim.

JAKARTA, KalderaNews.com – Langkah mengejutkan diambil oleh Febrie Adriansyah. Ia resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Sabtu (11/7/2026).

Pengunduran diri ini diterima langsung oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin di tengah proses hukum yang sedang berjalan di kepolisian terkait dugaan kasus yang menyeret nama Febrie.

Selama menjabat sebagai Jampidsus, Febrie Adriansyah dikenal sebagai sosok yang memimpin pembongkaran berbagai kasus megakorupsi di Indonesia dengan nilai kerugian negara yang fantastis.

BACA JUGA:

Berikut adalah sederet kasus kakap kontroversial yang pernah ditangani oleh Febrie Adriansyah sepanjang kiprahnya di Gedung Bundar Kejagung:

1. Kasus Pengadaan Chromebook Kemendikbudristek (Nadiem Makarim)

Salah satu kasus paling menyita perhatian publik adalah dugaan korupsi pengadaan Chromebook dan Chrome Device Manager (CDM) di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tahun anggaran 2019-2022.

Kasus ini menyeret mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim. Dalam perkembangannya, Nadiem telah divonis 10 tahun penjara, denda Rp1 miliar subsider 1 bulan kurungan, serta diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp809 miliar subsider 5 tahun penjara. Hingga saat ini, kasus tersebut masih bergulir dalam tahap banding.

2. Kasus Megakorupsi Tata Niaga Timah PT Timah Tbk (Rp300 Triliun)

Di bawah komando Febrie, Jampidsus juga membongkar skandal korupsi tata niaga komoditas timah di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk tahun 2015-2022.

Kasus yang menyeret nama-nama pesohor seperti Harvey Moeis dan Helena Lim ini mencatatkan nilai kerugian negara dan kerusakan lingkungan yang sangat masif, yakni mencapai Rp300 triliun.

3. Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah PT Pertamina (Rp285,01 Triliun)

Gedung Bundar di masa jabatan Febrie turut mengusut kasus korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina (Persero) untuk periode 2018-2023.

Total kerugian keuangan negara dan perekonomian negara dalam pusaran kasus ini menembus angka Rp285,01 triliun. Salah satu terdakwa selaku Beneficial Owner PT Orbit Terminal Merak (PT OTM), Muhamad Kerry Adrianto Riza, telah dijatuhi vonis 15 tahun penjara.

4. Kasus Korupsi Makan Bergizi Gratis (MBG)

Kasus terbaru yang masuk dalam penanganan tim Jampidsus adalah dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kasus ini menjerat mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana.

Penyidikan kasus ini tergolong kompleks karena turut melibatkan oknum anggota aktif Polri yang ditetapkan sebagai tersangka.

5. Kasus Importasi Gula (Tom Lembong)

Febrie juga mengawal penyidikan kasus dugaan korupsi importasi gula tahun 2015-2016 yang sempat menyeret mantan Menteri Perdagangan, Tom Lembong.

Namun, dalam proses persidangan, Tom Lembong dibebaskan dan terbukti tidak bersalah atas tuduhan yang sebelumnya diduga merugikan negara sebesar Rp400 miliar.

Daftar Panjang Perkara Kakap Lainnya

Selain lima kasus utama di atas, rekam jejak Febrie Adriansyah di Direktorat Penyidikan maupun sebagai Jampidsus mencakup berbagai skandal korupsi berbasis korporasi dan institusi negara, di antaranya:

  • Sektor Keuangan & Asuransi: Korupsi dana investasi PT Asuransi Jiwasraya, pengelolaan investasi PT Asabri, dan kasus korupsi di PT Bank Tabungan Negara (BTN).
  • Sektor Komoditas & Perkebunan: Korupsi ekspor minyak sawit mentah (CPO), kasus lahan sawit PT Duta Palma Group, importasi tekstil pada Bea Cukai, serta korupsi besi atau baja paduan.
  • Sektor Infrastruktur & Transportasi: Korupsi penyediaan Base Transceiver Station (BTS) 4G Kominfo dan korupsi pengadaan pesawat di PT Garuda Indonesia.
  • Kasus Internal: Penyidikan kasus suap yang melibatkan mantan Jaksa Pinangki Sirna Malasari.

Mundurnya Febrie Adriansyah menandai babak baru bagi internal Kejaksaan Agung. Pihak Kejagung melalui Kapuspenkum Anang Supriatna memastikan bahwa seluruh penanganan perkara besar yang ditinggalkan dipastikan tetap berjalan normal, objektif, dan sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnyadi Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*